Connect with us

Ekbis

Walikota Sutiaji Apresiasi SPBU Turut Woro-Woro Protokol Covid-19

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Terbitnya Perwal nomor 30 tahun 2020 membuat berbagai pihak terus mengetatkan penerapan protokol Covid-19. Salah satunya adalah PT. Pertamina (Persero) dengan memberikan promo masker reusable gratis kepada pembeli BBM Perta series di wilayah Kota Malang.

Produk BBM Perta Series terdiri dari Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Dex yang merupakan produk ramah lingkungan. Promo ini berlaku di 10 SPBU wilayah Kota Malang dengan syarat pembelian minimal nominal tertentu dan dengan menggunakan cashless payment aplikasi Mypertamina.

Salah satunya adalah di SPBU Ciliwung di Jalan Letjen S. Parman, Kota Malang. Promo dimulai pada 1 September 2020 dengan jumlah 2 ribu masker yang disediakan.

“Berkaitan dengan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 itu saya kira tidak bisa berdiri sendiri. Salah satu dari usaha kita merangkul semuanya dan memang kepedulian dari teman-teman pertamina. Karena pakai masker bisa mengurangi 50 sampai 60 persen penularan,” ujar Walikota Malang, H. Sutiaji disela pembagian masker kepada konsumen SPBU Ciliwung, Selasa (1/9/2020).

Khusus dalam hal ini, Walikota Sutiaji mendorong setiap SPBU nantinya bisa melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada setiap konsumennya.

Caranya adalah dengan memasang pengeras suara atau melibatkan petugas SPBU untuk rutin memberikan edukasi mengenai pentingnya disiplin bagi masyarakat untuk selalu memakai masker, dan jaga jarak atau physical distancing.

“Kami akan memberikan surat kepada semua SPBU, kalau bisa ini ada woro-woro atau sosialisasi untuk mengingatkan penggunaan masker, physical distancing, cuci tangan dan diusahakan melakukan pembayaran non tunai itu tentu bagi SPBU yang sudah siap,” terangnya.

Harapannya, lanjut Sutiaji, keterlibatan seluruh elemen dalam memberikan edukasi, maka kesadaran untuk disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan tumbuh pada masyarakat, disamping menggalakkan sistem pembayaran non tunai.

“Diusahakan yang pakai barcode atau non tunai bonus gratis masker. Kenapa, karena harapannya non tunai itu bisa memutus mata rantai itu (Covid-19), dengan transmisi uang. Harapannya ini usaha untuk itu,” tandasnya.

Saat ini di wilayah Kota Malang dan Malang Raya sedang dijalankan program pembayaran non tunai di SPBU sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 mulai tanggal 1 Juli 2020.

Pertamina juga menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di SPBU termasuk di Kota Malang dan Malang Raya, yang terdiri dari pemakaian APD berupa masker, sarung tangan dan face shield oleh petugas SPBU, penyediaan wastafel, serta ketentuan tidak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker. (fat/rjs)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

OJK Respon Kasus Deposito Bodong Pakis

Diterbitkan

||

Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Malang. (Foto : Carep-04)

KABARMALANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang merespon kasus deposito bodong di Pakis.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri siap menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami akan segera cross check. Kami akan cek ke pimpinan BRI Syariah Malang,” ujar Sugiarto kepada Kabarmalang.com, Rabu (28/10).

Seperti diberitakan, sekitar 67 warga Pakis melapor ke Polres Malang. Mereka melaporkan dugaan deposito bodong.

Diduga, ada oknum yang mencatut nama BRI Syariah. Pelaku menawarkan berbagai program deposito.

Nama programnya dicatut langsung dari program BRI Syariah. Pamflet-pamflet juga dipalsukan untuk meyakinkan korban.

Para korban, diiming-imingi keuntungan besar jika mengikuti program tersebut. Misalnya, setoran Rp 10 juta mendapat bunga besar. Yaitu, Rp 400 ribu per bulan.

Kerugian korban bervariatif. Dari jutaan sampai ratusan juta rupiah.

Sugiarto mengimbau masyarakat ekstra waspada. Dia juga memberi tips literasi keuangan kepada masyarakat.

“Investasi harus memperhatikan dua prinsip. Yaitu, legal. Apakah produk tersebut mendapat izin usaha. Serta, tercatat di OJK atau kementerian terkait,” terang Sugiarto.

“Kedua, logis atau tidak investasinya. Apakah hasil investasi yang ditawarkan masuk akal atau tidak. Kalau sudah iming-iming melebihi kewajaran, masyarakat harus hati-hati,” terangnya.

OJK Malang siap menerima keluhan masyarakat soal jasa keuangan. “Jika masih ragu. Segera kontak kami. Call center OJK di 157. Atau, WhatsApp 081157157157,” tutup Sugiarto.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

BRI Pantau Proses Hukum Deposito Bodong di Pakis

Diterbitkan

||

Kanit I Pidum Satreskrim Polres Malang Iptu Ronny Margas (kanan) saat menerima laporan korban deposito bodong. (Foto : Rjs)

KABARMALANG.COM – Kantor Wilayah (Kanwil) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang siap merespon adanya tindak penipuan deposito yang mencatut nama BRI Syariah di Pakis.

Humas BRI Malang, Rachman Arif bakal berkoordinasi dengan divisi terkait.

“Kami akan mempelajari. Karena, setiap produk jasa keuangan kami pasti ada pengumuman resmi,” ujar Rachman kepada Kabarmalang.com, dikonfirmasi Rabu malam (28/10).

Kasus deposito bodong mencatut nama BRI syariah Malang membuat puluhan warga menjadi korbannya.

Pelaku berpura-pura sebagai karyawan BRI Syariah dengan menawarkan beberapa program deposito.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku bahkan mencetak pamflet program deposito BRI Syariah. Diantaranya, Faedah, simpanan pelajar dan tabungan haji.

Dari pamflet inilah, pelaku memperdaya para korbannya.

“Kita pantau dulu proses hukum. Kami akan pelajari, koordinasi dan dalami,” tandasnya.

Beberapa program investasi dipakai terlapor mengiming-iming korban. Menurut Rachman, program yang resmi, tercatat di pembukuan bank.

“Perlu didalami. Itu tercatat di pembukuan bank atau tidak,” tambahnya.

Kanwil BRI Malang bakal mempelajari kasus ini. Jika memang tindakan pelaku merugikan BRI, maka akan ada tindaklanjut.

“Kami akan mengikuti perkembangan dan mempelajarinya,” tutup Rachman.

Baca juga : Puluhan Warga Kabupaten Malang Korban Deposito Bodong

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Pakis melapor ke polisi. Mereka mengaku jadi korban penipuan bermodus investasi.

Pemeriksaan digelar Satreskrim Polres Malang di Polsek Pakis. Ada 67 orang yang diperiksa.

Kemungkinan, jumlah korban bisa bertambah. Sehingga, posko pengaduan di Polsek Pakis dibuka.

Terlapor, mengaku karyawan BRI. Dia menawarkan beberapa program investasi. Contohnya, investasi Faedah, simpanan pelajar dan tabungan haji.

Deposito yang disetorkan variatif. Mulai Rp 5 juta sampai ratusan juta rupiah. Korban dijanjikan bunga menggiurkan per bulan.

Setoran Rp 10 juta, bisa dapat Rp 400 ribu per bulan. Iming-iming hadiah langsung juga diberikan.

Misalnya, payung, kipas angin dan sepeda motor. Ini disesuaikan jumlah deposito.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Hadirkan Ridwan Remin, Dongkrak Literasi Inklusi Keuangan

Diterbitkan

||

Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Malang saat menyambut peserta webinar Bulan Inklusi Keuangan 2020. (Foto : carep-04)

KABARMALANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan Malang ingin mendongkrak literasi keuangan masyarakat. Ini demi mengimbangi akses jasa keuangan yang makin terbuka.

Momen mendorong literasi keuangan masyarakat, dihelat Rabu (28/10). OJK Malang, menggelar Bulan Inklusi Keuangan 2020 dengan webinar.

Bertepatan dengan Sumpah Pemuda, dihadirkanlah narasumber anak muda hebat.

Yakni, Ridwan Remin, komika nasional. Serta, Dr Dwi Wulandari SE MM CFP, financial planner muda.

Dua narasumber ini keynote speaker Bulan Inklusi Keuangan 2020. Keduanya, dimoderatori Dewi Yuhana, Direktur Deazha.

“Kami menggelar ini untuk memotivasi anak muda. Karena momentumnya juga Sumpah Pemuda. Sehingga, narasumber yang dihadirkan juga anak muda,” ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, kepada Kabarmalang.com di kantor OJK Malang.

Masyarakat diharap mendapat literasi keuangan cukup lewat webinar. Sebab, Sugiarto menilai literasi keuangan di masyarakat sangat penting.

Apalagi, saat ini akses jasa keuangan semakin luas. Literasi keuangan penting agar masyarakat kritis memilih.

“Dengan literasi keuangan, masyarakat tidak gampang diiming-imingi. Ada dua prinsip kritis literasi keuangan. Yaitu, logis dan legal,” ujar Sugiarto.

Menurut Sugiarto, jasa keuangan harus logis risiko dan profitnya. Jika profitnya terlalu tinggi, maka masyarakat harus waspada.

“Kalau janji keuntungannya besar sekali tiap bulan, itu tidak logis. Ini harus diwaspadai. Lalu, harus dicek juga, apakah produk keuangan itu legal. Ini bisa dilihat langsung di situs OJK,” terang Sugiarto.

Dwi Wulandari, membawakan materi secara interaktif bersama Dewi Yuhana. Yakni, tema Bijak Mengelola Keuangan di Masa Pandemi.

Setelah itu, giliran Ridwan Remin menjadi pembicara.

Lawan Ketakutan Manggung Virtual

Remin mengakui masa pandemi berpengaruh kepada komika. Termasuk Remin, mengalami tiga fase pandemi.

“Bulan pertama pandemi, merasa bersyukur ada tabungan. Walau pemasukan tidak dari tampil. Beberapa bulan berikutnya, masuk masa khawatir. Fase ketiga, masuk masa adaptasi,” ujar Remin.

Saat itu, Remin tak mendapat job stand up. Karena, situasi pandemi menghalanginya. Tawaran job virtual pun ditolak Remin.

“Saya baru terima job stand up itu awal Juni. Tiga bulan setelah awal pandemi,” tandas Remin.

Menurut Remin, stand up di masa pandemi adalah tantangan komika. Kebanyakan komika tak berani tampil karena tanpa penonton.

Karena, panggung virtual ini adalah hal baru bagi komika. Remin pun menghadapi ketakutan seperti ini.

Ridwan Remin saat menjadi narasumber Bulan Inklusi Keuangan 2020 OJK Malang

“Tapi setelah saya pikir, tidak apa-apa. Tanpa penonton tidak masalah, yang penting dibayar,hahaha. ” seloroh Remin.

Setelah mendobrak ketakutan ini, Remin mulai terbiasa tampil virtual. Dia mengaku keuangannya sudah lumayan membaik.

Memang, keuangannya tak senormal saat sebelum pandemi. Awal tahun, dia bisa tampil seminggu tiga kali. Sekarang, dia tampil seminggu sekali.

“Dibandingkan Januari sebelum pandemi, ya bagus Januari. Tapi, sekarang sudah lumayan,” ujarnya.

Remin, juga membagi tips keuangannya. Untuk mencegah tergoda foya-foya, Remin memasang target besar.

“Agar tidak foya-foya, milikilah target besar. Misalnya, beli rumah. Jadi, mikir dua kali untuk belanja receh-receh,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com