Connect with us

Hukrim

Sepeda Motor Guru SDN Sawojajar 1 Dicuri, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Diterbitkan

,

Sepeda Motor Guru SDN Sawojajar 1 Dicuri, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Aksi pencurian di SDN Sawojajar 1 terekam cctv. (Foto : Tangkapan layar)

 

KABARMALANG.COMMaling mencuri sepeda motor guru SDN Sawojajar 1. Aksi pencurian terekam CCTV.

Peristiwa pencurian, terjadi Senin (8/2). Sementara, lokasinya di Jalan Raya Sawojajar Kedungkandang Kota Malang.

Korban pencurian, Sufia Dewi, 46 menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Sepeda motor guru SDN itu sudah terparkir sejak pagi.

“Saya bersama guru-guru lainnya masuk sekolah jam 7. Ini untuk rapat membahas piket sekolah selama PPKM Mikro,” ujar Sufia kepada wartawan.

Sepeda motornya bermerek Honda Beat N 4319 BAQ. Motor terparkir tak jauh dari gerbang sekolah.

Selain motor korban, ada sepeda lainnya milik guru SDN. “Sejumlah sepeda lain terparkir di situ juga,” tambahnya.

Setelah memarkir motornya, guru kelas 4 itu rapat. Dia bertemu para guru dan kepala sekolah.

Kemudian, pukul 10.00 WIB, rapat pun usai. Sehingga, guru pulang ke rumah masing – masing.

“Saat mau mengambil motor, ternyata milik saya tidak ada. Yang tertinggal hanya helm-nya saja,” ujar korban, yang sadar sudah menjadi korban pencurian.

Korban juga mengecek rekaman kamera cctv sekolah. Benar saja, aksi pencurian membuat motornya hilang. Pelaku berjumlah satu orang.

“Dari rekaman kamera cctv, pelaku terlihat memakai hoodie hitam. Dia bermasker dan memakai helm warna merah. Pelaku pencurian beraksi sekitar jam 9 pagi,” ujarnya.

Dia mengaku pelaku pencurian leluasa masuk ke sekolah. Karena saat itu gerbang dalam keadaan terbuka.

Gerbang itu sedang tidak terjaga petugas sekolah.

Baca Juga : Mobil Terparkir Mendadak Mundur Sendiri.

“Saat kejadian, penjaga sedang bersih – bersih di belakang. Sehingga tidak menjaga dan mengawasi gerbang sekolah,” ungkapnya.

Dari cctv itu juga, pelaku pencurian menunjukkan modusnya. Dia terlihat dua kali mengutak atik motor korban.

“Saat terparkir, motor saya dalam kondisi terkunci. Tetapi, pelaku masuk dan merusak rumah kunci,” jelasnya.

Setelah itu pelaku pencurian keluar ke pintu gerbang. Tak berselang lama, pelaku kembali masuk. Dia langsung menyalakan mesin. Kemudian membawa kabur motor saya ke arah utara,” bebernya.

Usai kejadian, korban segera melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kedungkandang. Selain itu korban juga telah memposting kejadian tersebut ke media sosial.

“Semoga polisi dapat segera menangkap pelaku secepatnya. Semoga motor saya dapat kembali utuh. Karena motor saya itu baru saya beli Juli 2020 lalu. Saya gunakan untuk aktivitas kerja,” terangnya.

Sementara Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi membenarkan. Dia juga melakukan penyelidikan, atas kejadian pencurian tersebut.

“Kami sudah menerima laporan korban. Polisi akan penyelidikan. Kami cek ke lokasi kejadian. Juga mengumpulkan keterangan para saksi. Kami upayakan agar pelaku dapat secepatnya tertangkap,” tandasnya.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Merusak Tiga Mobil Polisi, Dua Pebalap Liar Di Malang Masuk Bui

Diterbitkan

,

Dua pebalap liar merusak tiga mobil patroli polisi di Kota Malang. Minggu (7/3) kemarin, mereka melakukannya di Jalan Sukarno Hatta.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat merilis kasus pengrusakan mobil patroli Polresta Makota (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dua pebalap liar merusak tiga mobil patroli polisi di Kota Malang. Minggu (7/3) kemarin, mereka melakukannya di Jalan Sukarno Hatta.

Dua tersangka itu adalah MF, 23. Dia asal Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Serta, DY, 25. Dia warga Perumahaan Permata Jingga, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Kejadian berawal saat polisi melakukan kegiatan patroli balapan liar, Minggu (7/3) dini hari.

“Kejadian sekira pukul 01.15 WIB di Jalan Sukarno Hatta. Saat itu kedua tersangka menaiki mobil Honda Brio nopol N 1741 KS. Mobil tersebut telah modifikasi sedemikian rupa,” ujar Leo, sapaannya, di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/3).

“Mesin mobil mereka telah modif untuk spek balapan. Kemudian, kedua tersangka ini mau melakukan aksi balapan liar di Jalan Soekarno Hatta,” tambahnya.

Leo mengatakan, tersangka memainkan gas mobilnya berulang-ulang. Dengan maksud mencari lawan balap liar.

“Saat itu, kami sedang melakukan patroli balapan liar di wilayah tersebut. Akhirnya kami pun langsung mencegat mobil tersangka,” jelasnya.

Saat polisi mencegat, tersangka malah ngeyel dan berjalan mundur. Sehingga menghantam mobil Toyota Avanza milik Pam Obvit Polresta Malang Kota.

“Bagian kanan depan mobil langsung ringsek. Setelah menabrak mobil polisi, tersangka langsung kabur. Menuju salah satu rumah tersangka di Jalan Sukarno Hatta,” jelasnya.

Leo mengatakan kedua tersangka merasa sakit hati. Karena polisi menghambat aksi balap liar mereka.

“Kedua tersangka berganti pakaian dan berganti kendaraan. Kedua tersangka berboncengan menaiki Honda CB tanpa nomor polisi. Keduanya sambil membawa dua batu batako,” ungkapnya.

Kabar Lainnya : Kapolresta Malang Kota Siap Antisipasi Balap Lari Liar.

Mereka berkeliling di sekitar Jalan Soekarno Hatta. Kemudian, kedua tersangka menemukan satu mobil Sabhara Polresta Malang Kota. Jenis mobilnya Nissan Almera. Mobil ini sedang melakukan patroli.

“Tersangka DY memerintahkan tersangka inisial MF. Batu batako terlempar ke arah mobil patroli. Sehingga membuat kaca belakang mobil patroli pecah,” bebernya.

Aksi kedua tersangka berlanjut. Yakni saat menemukan satu mobil Sabhara Polresta Malang Kota lainnya. Tak jauh dari lokasi sebelumnya.

“Tersangka melempar batu batakonya ke arah kaca belakang mobil patroli. Namun meleset, dan hanya mengenai bodi belakang mobil,” ungkapnya.

Usai melancarkan aksi, keduanya pun kabur. Namun tak berselang lama, mereka berdua tertangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Mereka terciduk pada Minggu (7/1) pagi.

Akibat perbuatannya, keduanya langsung terjerat 2 kasus perkara. Pertama, jeratan pasal 310 dan 312 UU No 22/2009 tentang lalu lintas.

Tersangka terkena pasal tabrak lari dan perusakan. Dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun.

Ulah merusak tiga mobil polisi juga berbuah pasal. Yaitu pasal 170 KUHP. Pasal ini tentang pengrusakan benda dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Berkedok Donasi, Penipuan Catut Nama Pemkot Malang

Diterbitkan

,

Berkedok Donasi, Penipuan Catut Nama Pemkot Malang
Tangkapan layar pelaku penipuan yang mengaku Agus Budiono staf keuangan Pemkot Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Penipuan berkedok donasi terjadi di Kota Malang. Kali ini, korbannya adalah institusi. Yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Pemkot Malang pun kembali mengimbau kepada masyarakat. Agar berhati-hati dan waspada terhadap penipuan. Apalagi yang mengatasnamakan jajaran Pemkot Malang.

Modus penipuan ini menyasar pengurus Pondok Pesantren maupun TPQ. Modus penipuannya berkedok memberikan donasi. Tetapi, penipuan mencatut nama Pemkot Malang.

Kabar Lainnya : Nama Satpol PP di Catut, Dibutuhkan Ketegasan dari Pihak Terkait.

Pelaku menggunakan nomor telepon 081233303693. Oknum tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai Agus Budiono. Dia mengaku Staf Keuangan Pemkot Malang.

Oknum mengaku akan memberikan dana hibah. Ini sebagai bentuk donasi dari Pemkot Malang. Sasarannya adalah salah satu TPQ.

Jenis penipuan seperti ini makin marak. Sehingga, Kadiskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, kembali memperingatkan warga.

Kabar Lainnya : Korban Penipuan : Masker Akan Dikirim ke Cina.

Masyarakat harus selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang. Ada oknum yang mengatasnamakan Pemkot Malang. Masyarakat harus berhati-hati. Konfimasi juga terlebih dahulu, jangan mudah percaya,” ujar Wiwid, sapaannya, Senin (8/3).

Kabar Lainnya : 4 Kali Keluar-Masuk Penjara, Pria Asal Poncokusumo Kembali Lakukan Penipuan.

Plt Kabag Humas Kota Malang itu juga meminta warga melapor. Jika ada penipuan mencatut Pemkot, dia mempersilakan warga melapor polisi.

Sebelumnya, Pemkot Malang juga mewanti-wanti masyarakat. Karena, banyak akun palsu Wali Kota Sutiaji bertebaran di Facebook.

Akun seperti ini bisa menjadi alat untuk melakukan penipuan. Seperti yang sudah terjadi, yaitu pencatutan nama Pemkot Malang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polisi Usut Kematian Dua Mahasiswa UIN Malang Saat Diklat Silat

Diterbitkan

,

Polisi Usut Kematian Dua Mahasiswa UIN Malang Saat Diklat Silat
Kasatreskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM –  Polisi turun tangan mengusut kematian dua mahasiswa UIN Malang. Keduanya peserta diklat silat Pagar Nusa UIN Malang.

Tetapi, korban meninggal di Kota Batu. Sehingga, Satreskrim Polres Batu yang menangani kasus ini.

Dua peserta yaitu Miftah Rizky Pratama asal Bandung. Kemudian Faisal Lathiful Fakhir dari Lamongan. Keduanya mengembuskan nafas terakhir pada Sabtu (6/3) kemarin.

Kabar Lainnya : Tanam Ganja di Kost, Mahasiswa Asal Lamongan Ditangkap Polisi.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus membenarkan. Polisi saat ini sedang mendalami kejadian tersebut.

Meskipun salah satu keluarga korban tidak menginginkan adanya otopsi jenazah.

“Kalau mahasiswa UIN, korban dari Bandung, kita sempat bertemu keluarganya di RS Karsa husada. Mereka belum bersedia tindakan otopsi, sehingga mayat tersebut ke Bandung,” kata Jeifson, kepada wartawan, Senin (8/3).

Kabar Lainnya : Diklat Silat UIN Malang Berujung Maut Tanpa Izin Kampus Dan Polisi.

“Sementara, mahasiswa UIN yang dari Lamongan, begitu kejadian, ke puskesmas. Kemudian panitia menghubungi keluarganya untuk jemput dan bawa ke Lamongan,” tambahnya.

Sehingga untuk mahasiswa UIN asal Lamongan, polisi belum dapat melakukan tindakan hukum.

“Namun, sekarang ini kita melakukan pencarian identitas. Dan penyidik kita sudah berangkat ke Lamongan. Untuk memintai keterangan tentang korban,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Korban Meninggal Baiat Pencak Silat UIN Malang Tambah Satu Orang.

Terkait dengan indikasi tindak pidana, polisi masih proses pendalaman. “Nanti di dalam surat pernyataan  yang dibuat keluarga juga ada tentang otopsi,” ungkapnya.

“Jika kepolisian menduga ada pidana, maka keluarga korban bersedia otopsi,” lanjutnya.

Penyelidikan tindak pidana akan berjalan walaupun sudah penguburan. Sehingga, akan ada pembongkaran makam untuk penyelidikan meninggalnya mahasiswa UIN.

“Tergantung dari hasil penyelidikan kita. Kalau penyelidikan kita ini menemukan fakta. Bahwa sebelum terjadinya kabar duka ini ada pidana di sana. Maka akan ada tindakan otopsi,” jelas perwira polisi berpangkat tiga balok emas itu.

Kabar Lainnya : Mahasiswa UIN Malang Wafat Saat Ikut Diklat Silat Di Batu.

Jeifson juga belum bisa memberikan keterangan adanya unsur lain. Yaitu, adanya kegiatan berat sehingga dua mahasiswa UIN meninggal.

“Untuk menilai itu nanti kita tanyakan. Bagaimana sih SOP untuk melakukan pembaiatan itu. Otomatis ada pihak-pihak terkait yang kita minta keterangan,” tuturnya.

Penyebab kematian dua mahasiswa UIN pun menunggu konfirmasi medis. Yakni dari Puskesmas Karangploso dan RS Karsa Husada.

“Ini kita masih menunggu dari pihak medis. Mereka yang melakukan tindakan pertama pada korban. Baik ke puskesmas maupun ke Karsa Husada,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com