Connect with us

Pemerintahan

Satu Abad Stadion Gajayana: Wawali Ali Muthohirin Sebut Buku Ini Warisan Peradaban Malang

Diterbitkan

,

IMG 20251221 183510
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Grand Launching Buku (istimewa)(

KABARMALANG.COM – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Grand Launching Buku Satu Abad Stadion Gajayana Kota Malang.

Acara bersejarah ini berlangsung di Hotel Grand Mercure Malang Mirama pada Jumat (19/12/2025).

Kegiatan ini di hadiri berbagai tokoh penting, mulai dari penulis, sejarawan, akademisi, hingga pegiat literasi dan masyarakat umum yang peduli akan sejarah Kota Malang.

Wawali Ali menegaskan bahwa buku memiliki peran strategis sebagai warisan peradaban yang tak lekang oleh waktu.

Baginya, buku adalah instrumen terbaik untuk mewariskan nilai-nilai sejarah kepada generasi mendatang.

​“Buku adalah hadiah terbaik di dunia. Ia merupakan harta karun yang bisa kita nikmati setiap waktu dan menjadi warisan peradaban sepanjang masa,” ungkap Ali Muthohirin.

​Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi tinggi kepada 40 penulis yang telah berkolaborasi menyusun buku ini.

Karya ini di anggap bukan sekadar catatan teknis, melainkan dokumentasi utuh mengenai jiwa kota dan dinamika sosial masyarakat Malang selama satu abad terakhir.

​Menurut Wawali, Stadion Gajayana bukan hanya bangunan fisik, tetapi pusat memori kolektif warga.

Oleh karena itu, ia mendorong agar buku ini di perbanyak untuk fasilitas publik.

Rencana Distribusi: Buku akan tersedia di perpustakaan daerah.

​Narasi Lokal: Penempatan buku di area Stadion Gajayana sebagai edukasi pengunjung.

Partisipasi Publik: Membangun kesadaran kolektif akan nilai sejarah lokal.

​Ke depannya, Wawali Ali berencana memperkuat kerja sama dengan lembaga pendidikan di Kota Malang.

Tujuannya agar literasi sejarah lokal masuk ke dalam ranah akademis dan di kenal luas oleh pelajar.

​“Ketika kerja sama dengan lembaga pendidikan di perkuat, maka kesadaran sejarah dapat tumbuh di lebih banyak tempat dan berdampak lebih besar bagi generasi muda,” pungkasnya.

Advertisement

Terpopuler