Connect with us

Peristiwa

Maling Sepeda di Bantaran, Terekam CCTV

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Dua sepeda angin milik warga Jalan Bantaran II, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, hilang. Aksi pencurian itu terekam CCTV di lokasi kejadian.

Korban pencurian sepeda pancal sekaligus pemilik rumah, Anis Safiati (46) menyatakan, pencurian baru diketahui pada pukul 04.00 WIB.

Korban pencurian, Anis Safiati saat menunjukkan letak sepeda pancalnya yang dicuri oleh pelaku. (Kabarmalang.com)

Korban pencurian, Anis Safiati saat menunjukkan letak sepeda pancalnya yang dicuri oleh pelaku. (Kabarmalang.com)

Saat itu adik korban akan berangkat melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid.

Ketika membuka pintu teras rumah, saksi tak melihat lagi dua sepeda angin yang sebelumnya ditaruh di teras rumah.

“Adik saya bingung dua sepeda pancal yang biasa ditaruh di teras sudah tidak ada. Akhirnya adik langsung memberitahukan hal itu ke saya,” kata Anis saat ditemui wartawan, Kamis (26/11/2020).

Karena curiga, akhirnya korban langsung mengecek kamera pengawas (cctv) yang berada di depan rumahnya.

Dari rekaman CCTV pencurian terjadi sekitar pukul 02.26 WIB.

Terlihat dua orang pria berjalan mondar mandir dari timur ke barat, dan dilakukan berulang-ulang.

Ciri-cirinya, satu pria memiliki postur tinggi kurus dengan memakai topi warna merah.

Pria itu juga mengenakan masker, sementara satu temannya berpostur gemuk dan memakai topi warna hitam tanpa memakai masker.

Dua pria yang juga pelaku pencurian itu kemudian melihat dan memperhatikan kondisi rumah korban.

Saat kondisi dinilai aman, satu pelaku yang berperawakan kurus memanjat masuk ke teras rumah korban.

“Pelaku memanjat melalui dinding pembatas antar rumah. Sedangkan satu pelaku yang berperawakan gemuk menunggu di luar,” cerita Anis.

Pelaku yang berada di teras rumah lalu mengangkat satu sepeda milik korban. Sepeda itu kemudian diangkat menuju ke arah luar rumah.

Pertama pelaku mengambil sepeda pancal Polygon dilengkapi keranjang di bagian depan.

Sepeda itu diangkat lalu diberikan ke teman pelaku yang menunggu di luar.

“Setelah itu pelaku mengambil sepeda gunung merek Pacific Exotic, lalu diberikan ke teman pelaku yang menunggu di luar,” jelas Anis.

Usai berhasil mencuri dua sepeda pancal milik korban. Pelaku kabur menaiki sepeda pancal korban menuju ke arah selatan masuk ke dalam Jalan Bantaran Gang I C.

Anis Safiati mengaku bahwa kejadian tersebut belum dilaporkan ke pihak berwajib.

Walau demikian, pihak RT bersama pihak Kelurahan dan Babinsa setempat sudah datang ke rumah korban menanyakan kronologi kejadian yang dialami.

“Belum saya laporkan ke polisi, tapi Insya Allah dalam waktu dekat akan saya laporkan,” pungkasnya. (rjs/fir)

 

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Imam Salat Di Bantur Malang Meninggal Saat Bersujud, Masyaallah

Diterbitkan

,

Imam Salat Di Bantur Malang Meninggal Saat Bersujud, Masyaallah
Warga saat membawa jenazah Sofyan, imam salat di Bantur Malang yang meninggal saat bersujud. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Masyaallah, imam salat di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang ini meninggal saat bersujud.

Pria itu bernama Sofyan, 58, Dusun Wonigiri, Desa Wonokerto. Dia meninggal dunia, tepat ketika sedang bersujud salat maghrib, Senin (12/4).

Kapolsek Bantur, AKP Slamet Subagyo membenarkan. Menurutnya, korban meninggal saat mengimami salat maghrib di musala At Taqwa, tidak jauh dari kediaman Sofyan.

“Meninggal tepat saat almarhum bersujud rakaat pertama,” ungkap Subagyo, Selasa (13/4).

Lebih lanjut, Subagyo menuturkan bahwa almarhum saat itu menjadi imam salat maghrib untuk sekitar 10 orang makmumnya.

Kemudian pada saat bersujud rakaat pertama, almarhum meninggal dan tidak berdiri kembali. Saat itu makmum menunggu hingga cukup lama.

“Lantas, salah satu makmum membatalkan salat dan mengecek korban. Dan benar, almarhum sudah meninggal saat posisi masih bersujud,” jelas mantan Kapolsek Pakis itu.

Subagyo menegaskan, bahwa almarhum sebelumnya juga tidak memiliki keluhan penyakit apapun.

Bahkan, saat sebelum meninggal dalam keadaan bersujud, almarhum juga adzan dan melantunkan puji-pujian.

“Jadi belum bisa kami pastikan apa penyebab kematiannya. Begitupun dugaan pembunuhan juga tidak ada pada tubuh korban,” ringkasnya.

Musholla At-Taqwa, tempat salah satu tokoh agama meninggal dunia saat bersujud. (Foto : Istimewa)

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto, Tirmidi Purwanto juga membenarkan. Menurutnya, Sofyan meninggal ketika bersujud saat menjadi imam salat maghrib.

“Masyaallah, benar, beliau meninggal dalam keadaan salat maghrib,” bebernya.

Soal perilaku keseharian almarhum, Tirmidi mengatakan Sofyan adalah sosok yang rendah hati dan periang.

“Keluarga mayoritas bangga dengan kondisi meninggal almarhum yang saat bersujud itu,” akhirnya.

Usai kejadian itu, para makmum membawa almarhum ke rumah duka. Keluarga tidak bersedia untuk melakukan otopsi.

Sebaliknya, mereka menerima almarhum meninggal saat bersujud itu sebagai peristiwa yang wajar.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

BMKG Catat Gempa Susulan Di Malang Terjadi Sebanyak 11 Kali

Diterbitkan

,

BMKG Catat Gempa Susulan Di Malang Terjadi Sebanyak 11 Kali
Peta gempa susulan di wilayah selatan Malang. (Foto : BMKG)

 

KABARMALANG.COM – BMKG catat gempa bumi susulan yang terus mengguncang Kabupaten Malang.

Guncangan masih terjadi setelah gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan di berbagai daerah, Sabtu (10/4) lalu.

Hingga hari ini, Selasa (13/4) BMKG catat gempa susulan 11 kali terjadi di Kabupaten Malang.

Namun, Kepala BMKG Karakates, Mamuri mengatakan besaran gempa itu cenderung lebih kecil daripada gempa bumi pada Sabtu (13/4) lalu.

“Besarnya mulai 4.1, 3,2, dan 3,7 Magnitudo,” ungkap Mamuri, Selasa (13/4).

Begitu juga, tidak ada potensi tsunami dari sekian gempa bumi susulan yang terjadi tersebut.

“Gempa terakhir terjadi dini hari tadi, Selasa (13/4). Tepatnya sekitar pukul 02.57 WIB. Besar kekuatannya mencapai 2,8 magnitudo,” tuturnya.

Titik gempa itu, menurut Mamuri juga tidak jauh dari titik gempa bumi yang pertama pada Sabtu (13/4) lalu.

Titik gempa bumi pada Sabtu (13/4) lalu terletak pada koordinat 8,83 Lintang Selatan dan 112,5 Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut.

“Yakni jarak 96 kilometer arah Selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Susulannya juga tidak terlalu jauh dari kawasan itu,” ringkasnya.

Sementara itu, update terbaru jumlah kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Malang sebanyak 3.748 unit.

Rinciannya, 1.600 unit alami kerusakan ringan, 1,130 unit mengalami kerusakan sedang, dan 1.018 rumah rusak berat.

“Kalau jumlah korban jiwa masih tetap 3 orang dan 54 orang mengalami luka-luka,” singkat Plt Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, terpisah.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Ruang Tamu Rumah di Kedungkandang Ambles Akibat Gempa Malang

Diterbitkan

,

Ruang Tamu Rumah di Kedungkandang Amblas Akibat Gempa Malang
Tanah ambles di ruang tamu rumah Nur Salianto di Kedungkandang Kota Malang (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ruang tamu di sebuah rumah di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Senin (12/4) kemarin, ambles akibat gempa.

Kejadian tanah ambles tersebut terjadi di rumah milik Nur Salianto di Jalan Kyai Hasyim, Kota Malang.

Tanah ambles tersebut sepanjang kurang lebih 4 meter, dengan lebar sekitar 2,5 meter, dan  kedalaman sekira 3 meter.

Cornellia Selvyana Ayoe, Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang membenarkan.

Selvy, sapaannya, menyatakan bahwa ruang tamu rumah yang ambles terjadi pukul 18.00 WIB, Senin (12/4) kemarin.

Insiden itu bagian dari dampak gempa Malang berkekuatan 6,1 Magnitudo, Sabtu (10/4) lalu.

“Pada saat gempa pada Sabtu (10/4) rumah sudah terjadi retak di sekitaran tembok dan lantai ruang tamu,” paparnya.

Kemudian terjadi gempa susulan pada Minggu (11/4), sehingga memperparah lantai di ruang tamu semakin miring.

“Puncaknya pada hari Senin, (12/4) tanah mengalami ambles sekitar pukul 18.00 WIB,” tambahnya.

Selvy menuturkan, insiden tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun, ruang tamu tidak dapat berfungsi untuk sementara.

“Lalu terjadi retakan di sekitar lubang yang ambles. Septic tank dan resapan juga tidak berfungsi untuk saat ini,” ringkasnya.

Kemudian beberapa meja dan kursi rusak akibat ikut ambles. Alhasil, akses keluar masuk pemilik rumah menjadi terganggu.

Sejak Selasa (13/4) pagi tadi, pihak BPBD Kota Malang sudah mendistribusikan bantuan berupa pasir, semen, dan batu bata kepada keluarga Nur Salianto.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com