Opini
Poros Industri Kreatif di Kota Malang pada Tahun 2025 yang Semakin Maju

KABARMALANG.COM – Malang kini mengukuhkan posisinya sebagai pusat industri kreatif nasional pada tahun 2025.
Pencapaian monumental di raih saat Malang resmi menyandang predikat Kota Kreatif UNESCO dalam bidang Media Arts.
Prestasi ini menjadikan Malang sebagai kota pertama di Jawa Timur yang bergabung dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
​Keberhasilan ini di dukung oleh ekosistem yang solid antara akademisi, pemerintah, dan infrastruktur seperti Malang Creative Center (MCC). Berdasarkan data terbaru:
​Jumlah Pelaku Kreatif: Mencapai 4.951 orang di akhir 2024.
Pertumbuhan: Meningkat 21,27% (tambah 473 orang baru) dibanding tahun sebelumnya.
​Kontribusi Ekonomi: Sektor ekraf tumbuh signifikan mencapai Rp5,56 triliun, dengan subsektor unggulan pada fotografi, fashion, kriya, musik, dan kuliner.
​Sepanjang tahun 2025, berbagai festival besar di gelar untuk mendorong ekonomi lokal dan regenerasi talenta:
​Festival Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang (8-9 November 2025): Berlokasi di Boon Pring, menampilkan 17 subsektor kreatif, Gebyak Wayang Topeng Malangan, dan lomba band pelajar.
​Festival Singhasari 2025: Diselenggarakan di Taman Krida Budaya, menghadirkan musik etnik Arca Tatasawara dan pemilihan Duta Budaya.
​Festival Keramik Dinoyo & Konser Rock Desember: Mengolaborasikan wisata budaya di Bukit Bintang Batu untuk meningkatkan penjualan produk UMKM.

Festival Ekonomi Kreatif Kabupaten Malang 8-9 November 2025 di Boon Pring
Kanjuruhan Kreatif Fest: Perpaduan harmonis antara tradisi wayang dan pameran modern untuk mendukung target nasional kontribusi 7-10% PDB Indonesia.
​Melalui Rencana Aksi Ekraf Malang 2023-2027, pemerintah menargetkan aktivasi 10.000 pelaku kreatif. Strategi utamanya meliputi:
Pemanfaatan teknologi media arts yang di padukan dengan budaya lokal.
​Peningkatan pelatihan vokasi dan penyediaan akses internet cepat.
​Fasilitasi akses pasar digital melalui kolaborasi Diskopindag.
​Kesimpulan: Malang bukan lagi sekadar Kota Apel. Dengan integrasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Malang menjadi tolok ukur kota kreatif di Indonesia yang siap bersaing di kancah global.
Opini: Ivan Tiago Fatima Nahak, Universitas Muhammadiyah Malang (Fakultas Ilmu Politik Dan Sosial Pragram Studi Ilmu Komunikasi)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri































