Connect with us

Peristiwa

Kecelakaan Truk Di Malang, Satu Keluarga Asal Bangkalan Tewas

Diterbitkan

,

Kecelakaan Truk Di Malang, Satu Keluarga Asal Bangkalan Tewas
Petugas kepolisian saat menangani kecelakaan di Jalan Raya Diponegoro, Kecamatan Bululawang, Senin (8/2) dini hari.(Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kecelakaan truk di Bululawang Kabupaten Malang menewaskan satu keluarga. Yakni, Fathur Rozi, 45, beserta istri dan anaknya usia 5 tahun.

Keluarga asal Bangkala Madura ini tewas seketika. Kecelakaan truk terjadi di Jalan Raya Diponegoro, Bululawang Kabupaten Malang. TRpatnya di sekitar Pondok Pesantren An-Nur.

Peristiwa nahas terjadi Senin (8/2) dini hari, jam 3 pagi. Dugaan sementara, tabrakan maut terjadi akibat kelengahan sopir truk.

Aca Pramudia, 25 selaku sopir truk mengantuk saat menyetir. Truk sendiri melajut dari arah utara ke selatan. Kecepatannya juga cukup tinggi.

“Tiba-tiba truk oleng hingga melebihi marka jalan. Sedangkan dari arah berlawanan ada kendaraan roda dua. Pengendara adalah Fahrur Rozi,” ungkap Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Malang, Ipda Agus Yulianto, Senin (8/2).

Baca Juga : Kecelakaan Perlintasan Terjadi 22 Kali di Jatim.

Tak ayal, kecelakaan truk di jalur Malang selatan itu terjadi. Korban Fahrur dan keluarganya terpental setelah tabrakan.

Warga masyarakat dan pengendara jalan pun berhenti. Mereka berupaya menolong korban tabrakan. Tetapi, ketiganya tidak terselamatkan.

Sehingga, warga menghubungi Pos Lantas Bululawang. Yang akhirnya membuat Unit Laka bergerak ke lokasi tabrakan.

“Sementara dugaan kami Aca dan kernetnya mengantuk. Karena truk itu tidak menyalip kendaraan di depannya. Namun justru oleng ke kanan,” tuturnya.

Namun, Agus belum bisa memastikan apakah sopir benar-benar mengantuk. Ataupun ada faktor lain yang menyebabkan tabrakan.

“Saat ini keduanya (sopir dan kernet truk) masih kami mintai keterangan. Kami bawa ke Satpas Polres Malang di Singosari. Akibat kejadian itu, keduanya hanya mengalami luka ringan saja,” pungkas Agus.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Gerobak Tambal Ban Terbakar Habis di Madyopuro Kota Malang

Diterbitkan

,

Gerobak Tambal Ban Terbakar Habis di Madyopuro Kota Malang
Babinsa dan Babinkamtibmas Madyopuro bersama petugas usai pemadaman kebakaran di Madyopuro Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gerobak tambal ban terbakar di Madyopuro Kota Malang, Kamis (4/3). Akibatnya, pemilik tambal ban merugi jutaan rupiah.

Gerobak tambal ban terbakar terjadi di Jalan Ki Ageng Gribig. Kebakaran terlapor ke petugas sekitar pukul 09.00.

Sementara, pemilik tambal ban bernama Arida, 40. Kebakaran ini berawal dari tukang tambal ban, Muhari, 46.

Kabar Lainnya : Kios Tambal Ban Jalan Halmahera Membara, 6 Orang Luka Bakar.

Dia sedang menambal ban motor pelanggan. Tiba-tiba saja, BBM tumpah ke kompor tambal ban.

Kontan saja, api langsung menyambar BBM. Kebakaran pun tak terhindarkan.

Warga sekitar langsung melapor ke Babinsa dan Babinkamtibmas Madyopuro. Babinsa Madyopuro, Serma Sinto membenarkan.

“Benar, kami menerima laporan pukul 09.15 WIB. Sehingga, kami dan Babinkamtibmas merapat. Sekaligus, meluncurkan informasi ke Koramil, Polsek dan PMK,” ujar Sinto, Kamis (4/3).

Posisi kebakaran sendiri tepat di pinggir Jalan Ki Ageng Gribig. Sehingga, pengguna jalan pun melambat untuk melihat kebakaran.

Petugas juga berupaya melancarkan arus lalu lintas. Karena, mobil Damkar perlu mendapat ruang untuk memadamkan api.

Empat unit pemadam dari Kota Malang menangani kebakaran ini. Sekitar pukul 09.50 WIB, petugas berhasil memadamkan kebakaran.

Selanjutnya, pemadam melakukan pembasahan. Sementara, petugas mencari keterangan terkait penyebab kebakaran.

Petugas memastikan kebakaran berasal dari BBM yang tumpah. Kemudian, BBM ini mengenai kompor tambal ban.

Sebab, saat itu Muhari sedang menambal ban pelanggan. Kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 10 juta.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Dua Orang Luka Bakar Akibat Pom Mini Meleduk Di Tajinan Malang

Diterbitkan

,

Dua Orang Luka Bakar Akibat Pom Mini Meleduk Di Tajinan Malang
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api pom mini Tajinan. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dua orang mengalami luka bakar di Tajinan, Kabupaten Malang. Pasalnya, pom mini di Desa Jatisari, Tajinan, meleduk.

Dua orang luka bakar bernama Fajar, 25 dan Dianto, 45. Akibatnya, keduanya harus menjalani perawatan di klinik setempat.

Pom mini meleduk di Tajinan terjadi Rabu (3/3). Sementara, gudang pom mini yang terbakar milik Dimyati, 46. Dia warga Desa Mulyojati Jatisari, Tajinan.

Pom mininya kebakaran pada pukul 07.30 WIB.

Kabar Lainnya : Bakar Sampah Sembarangan, Lahan Tebu Nyaris Ludes.

“Pas kita datang, korban sudah ke klinik terdekat. Karena luka bakar harus penanganan secepat mungkin,” kata Kepala Bidang PPK Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Fajar mengalami luka kaki kanan, kiri dan lengan kiri. Sedangkan Dianto luka kaki kanan dan kiri sampai atas lutut.

Dugaannya, kebakaran bersumber dari tenaga listrik statis. Gudang pom mini itu memanfaatkan energi tersebut.

Sehingga BBM mudah menguap. Akibatnya, bahan bakar tersulut dan kebakaran.

“Dugaan sumber kebakaran adalah listrik statis. Tenaga listriknya memicu penguapan. Maka akan cepat tersambar. Sehingga terjadi kebakaran cepat kilat,” tuturnya.

Goly menuturkan, pemadam baru berhasil menjinakkan kebakaran pukul 08.25 WIB. Karena, dia mengakui petugasnya datang sedikit terlambat. Akibat informasi yang masuk juga terlambat.

“Ketika kami datang, kebakaran sudah besar. Sebab pelapor juga terlambat. Telepon ketika keadaan sudah besar apinya. Setidaknya kita butuh waktu 15 menit untuk ke sana,” imbuh Goly.

Kerugian materil akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 25 juta.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Densus 88 Sita Panah Dan Samurai Dari Terduga Teroris Di Pakis Malang

Diterbitkan

,

Densus 88 Sita Panah Dan Samurai Dari Terduga Teroris Di Pakis Malang
Istri dari terduga teroris saat menjawab pertanyaan wartawan terkait penangkapan suaminya.

 

KABARMALANG.COM – Densus 88 menyita panah dan samurai dari terduga teroris BS. Yakni, pria yang tertangkap di Desa Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang.

Sehari-harinya, BS memang gemar memanah. Istrinya berinisial A, membenarkan. Saat menemui pewarta, Selasa (2/3), istri BS mengaku bingung.

Karena, tiba-tiba Densus 88 datang menggeledah rumahnya. Densus juga membawa suaminya beserta barang-barang miliknya.

Kabar Lainnya : Modus Gusur Lapak, ‘ASN’ Gendam Handphone Penjual Buah.

“Saya tidak tahu betul permasalahannya apa. Suami saya juga tidak pernah cerita dengan saya,” ungkapnya.

Dia juga bingung kenapa mata pencaharian suaminya menjadi persoalan. Karena, menurutnya, suaminya memang perajin panah.

“Alat membuat kerajinan perlengkapan peralatan panah,” tuturnya saat menjelaskan barang sitaan Densus 88 dari rumahnya.

Kabar Lainnya : Janjikan Samurai, Warga Pujon Kuras Korban hingga 18 Miliar.

Densus membawa sejumlah barang bukti. Yakni 8 buah busur panah. Kemudian, 1 stel pakaian tactical.

Selanjutnya 1 lembar cek bank Danamon senilai 2,7 miliar rupiah. Setelah itu 1 buah handy talky.

Ada juga 3 buah pisau lipat. 1 buah borgol. 3 buah sarung anak panah. 5 buah pisau lempar. Satu buah samurai, dan 41 buah buku jihad.

Kabar Lainnya : Edarkan Obat Tanpa Izin, Dua Warga Gondanglegi Diamankan.

BS tidak hanya menjadi perajin peralatan panah. Menurut A, BS juga punya hobi memanah.

Di depan rumah kita ada lahan. Suami saya kerap olahraga panah,” tuturnya.

Sementara itu, Kabarmalang.com mendapatkan informasi dari narasumber terpercaya. Selain menangkap BS, Densus 88 juga menangkap terduga teroris lain.

Kabar Lainnya : KPK Sita Berbagai Dokumen Dari Pemkot Batu, Ini Respon MCW.

Tetapi, lokasinya ada di Kota Malang, Selasa (2/3) kemarin. Terduga teroris tertangkap di Sukun berinisial HS.

Meski demikian, polisi belum memberi keterangan terkait ini. Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Gatot Repli Handoko memberi komentar normatif.

“Lokasi yang di info (Densus 88 Antiteror) ada di tiga tempat. Yaitu di Surabaya, tepatnya di Kenjeran. Moro Krembangan, itu masuk wilayah Perak. Kemudian ada di Malang dan Bojonegoro,” kata Gatot lansiran detikcom, Selasa (2/3).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com