Connect with us

Pemerintahan

Disporapar Dorong Terwujudnya Jiwa Kebangsaan dan Integritas Bagi Pemuda

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menggelar peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan.

Tujuannya, membentuk jiwa kepemimpinan pemuda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.

Kegiatan digelar di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Selasa (13/10/2020), diikuti setidaknya 100 pemuda.

Hadir sebagai keynote speaker, Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji menjelaskan, saat ini organisasi kepemudaan ditantang untuk terus eksis dan memberikan pilihan bagi masyarakat akan beragamnya kebutuhan di era yang serba terbuka.

“Kenapa harus pemuda, karena pergerakan pemuda akan mampu merubah tatanan kehidupan, mengingat pemuda adalah agen perubahan,” tegas Sutiaji.

Untuk itu, lanjut Sutiaji, para pemuda di Kota Malang harus dibekali oleh beragam ilmu dan wawasan agar mereka mampu memperjuangkan nilai-nilai idealis yang harus ada di berbagai bidang kehidupan.

“Karena banyak orang-orang yang memiliki idealisme namun ditukar dengan urusan-urusan domestik dan transaksional sehingga hilanglah nilai idealisme yang mereka miliki, orang-orang seperti ini tidak akan bisa diandalkan untuk mempertahankan negara kita Indonesia,” tandasnya.

“Sehingga peningkatan integritas dan jiwa kebangsaan bagi pemuda di Kota Malang sangat penting untuk diwujudkan, demi perjuangan dan pergerakan generasi muda dalam mempertahankan negara kita tercinta,” sambung pria berkacamata ini.

Senada dengan Walikota Sutiaji, Kepala Disporapar, Ida Ayu Made Wahyuni berharap melalui kegiatan yang digelar selama 2 hari ini, dapat memberikan ilmu dan peningkatan kapasitas bagi para pemuda di Kota Malang dalam menjalankan organisasi kepemudaan dengan jiwa yang berintegritas serta berwawasan kebangsaan.

“Terkikisnya jiwa kebangsaan dan cinta tanah air di generasi muda harus dihindari untuk itu berbagai kegiatan kepemudaan dalam rangka menanamkan jiwa kebangsaan akan terus kami lakukan secara masif,” kata Ida Ayu.

“Sebanyak 100 pemuda kita hadirkan untuk mengikuti kegiatan ini, semoga apa yang nantinya disampaikan oleh pemateri mampu diserap sehingga para peserta juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ida ayu. (rjs/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Kebakaran di Kota Malang Menurun Saat Pandemi

Diterbitkan

||

M Teguh Budi Wibowo, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang (Foto : Istimewa).

KABARMALANG.COM – Kasus kebakaran di Kota Malang menurun di 2020. Salah  satu faktornya adalah masa Pandemi Covid-19.

Sejak Januari hingga September 2020, kebakaran hanya 46 kasus. Sementara, kebakaran tahun 2019 mencapai 133 kejadian.

“Berada pada masa pandemi covid-19, ini bisa dianggap keuntungan. Pasalnya warga selalu berada di rumah,” ujar M Teguh Budi Wibowo, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang, Kamis (22/10).

“Jadi ketika ada kebakaran kecil, cepat melakukan langkah penanggulangan,” imbuhnya.

Teguh menambahkan faktor lainnya karena masyarakat yang cukup tanggap. Ketika terjadi kebakaran, langsung sigap melakukan pemadaman.

“Ketika ada kebakaran kecil, mereka sudah tanggap memadamkan sendiri. Sebelum petugas pemadam kebakaran sampai,” sambungnya.

Ia menuturkan pemadam kebakaran kota seringkali mengadakan sosialisasi. Warga diedukasi bagaimana mengatasi kebakaran.

Mulai dari kebakaran yang paling kecil. Hingga penanganan kebakaran besar yang harus melibatkan Damkar.

“Kemarin menghadirkan tokoh masyarakat dari RT/RW sekota Malang. Kami berikan sosialisasi, mengenai langkah antisipasi. Dan cara untuk mengatasi kebakaran kecil,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemkot Bakal Turunkan Ongkos Produksi Batik

Diterbitkan

||

Walikota Malang, Sutiaji bersama Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji menghadiri acara Gelar Batik Malangan (Foto : istimewa).

KABARMALANG.COM Pemkot Malang turun tangan untuk memurahkan harga batik. Ongkos produksi akan dipangkas.

Hal itu diungkapkan Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji. Ini ditegaskan Widayat saat berkunjung ke Gelar Batik Malangan.

“Jadi pengrajin membuat corak motifnya. Tetapi nanti pemerintah mewadahi dengan printing. Karena alatnya kan mahal,” ujar Widayati, Rabu (21/10).

Menurutnya jika printing dilakukan oleh IKM, itu menjadi berat. Maka, pemerintahlah yang akan bergerak nantinya.

Terkait harga, Widayati sudah studi banding. Dia memantau harga batik di daerah lain.

Widayati melihat di daerah lain harganya lebih murah. Karena, operasionalnya berbeda.

Sekalipun batik Kota Malang mahal, banyak produk yang handmade.

Dia meyakini Kota Malang bisa mengeluarkan ciri khas batiknya. Yakni, menyesuaikan heritage yang ada di Kota Malang.

“Kota Malang sudah merata motifnya di RT/RW. Merata di semua kecamatan. Motifnya beda-beda,” terangnya.

“Memang kriteria dari kita sendiri. Mengangkat batik Malangannya sehingga beragam,” tambahnya.

Widayati memantau batik Malangan itu di Gedung Kartini, Rabu. Di situ, ada Gelar Batik Malangan dan Produk Unggulan Kota Malang.

Acara dihelat dalam rangka HUT ke 75 Provinsi Jatim. Acara menampilkan bazzar produk-produk IKM dan UKM.

Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kota Malang. Ada pula penampilan fashion show.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Siapkan RDS, Wujudkan Pembangunan SPAM di Malang Selatan

Diterbitkan

||

Rapat koordinasi persiapan Survei Kebutuhan Nyata dipimpin langsung Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi
Rapat koordinasi persiapan Survei Kebutuhan Nyata dipimpin langsung Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi (foto - dokumen Perumda Tirta Kanjuruhan)

KABARMALANG.COM – Perumda Tirta Kanjuruhan telah menyusun rencana mengatasi kekeringan di wilayah Malang Selatan pada setiap tahunnya.

Sosialisasi Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Malang Selatan gencar dilaksanakan.

Langkah ini demi mewujudkan program pemerintah, untuk menyelesaikan keterbatasan air bersih bagi masyarakat.

Seperti yang sudah dilaksanakan di Balai Desa Rejoyoso di Kecamatan Bantur yang menghadirkan seluruh perwakilan dari desa yang berasal dari enam kecamatan.

Yakni Bantur, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, serta Gedangan, pada 17 September 2020 lalu.

Menindaklanjuti sosialisasi itu, Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai BUMD yang mendapatkan amanat untuk membantu penyediaan air bersih bagi warga masyarakat.

Akan melaksanakan Real Demand Survey (RDS) atau Survei Kebutuhan Nyata (SKN) bagi masyarakat yang berada di enam kecamatan tersebut.

“Salah satu hasil dari proses sosialisasi tersebut. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan SKN (Survei Kebutuhan Nyata) bagi masyarakat yang berada di 6 (enam) kecamatan yang dimaksud,” ungkap Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Kanjuruhan, Wahjoe Darmawan kepada Kabarmalang.com, Rabu (21/10/2020).

Menurut Wahjoe, SKN dilaksanakan untuk mendapatkan data dan informasi yang riil terkait kelayakan calon pelanggan, terutama yang berminat menjadi pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Khususnya yang terkait dengan kemampuan membayar beserta kebutuhan air bagi calon pelanggan, kebutuhan produksi air, pelanggan potensial, dan area pengembangannya,” tuturnya.

Wahjoe menambahkan, SKN akan merujuk berdasarkan jumlah penduduk di area
pelayanan sampai akhir tahun 2019.

Sementara estimasi jumlah penduduk yang mendapatkan manfaat pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di enam kecamatan itu sebanyak 480.406 jiwa.

“Dimana jumlah respondennya akan ditentukan agar mampu mewakili kondisi umum warga di area survei,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Kanjuruhan akan bekerjasama dengan USAID IUWASH PLUS.

Diawali dengan pelatihan enumerator untuk Survey Kebutuhan Nyata berdasarkan rencana yang telah disepakati.

Pelatihan enumerator akan digelar pada 23 Oktober 2020 mendatang. Diikuti sebanyak 15 enumerator yang nantinya bertugas menjalankan SKN.

Tujuannya, adalah memberikan ketrampilan pada personel SKN sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Tujuan dari pelatihan adalah memberikan ketrampilan pada Personil Perumda Tirta Kanjuruhan atau NGO atau CSO, dalam melaksanakan Survei Kebutuhan Nyata,” beber Wahjoe.

“Agar mampu memahami isi quesioner, strategi dan teknis pelaksanaan survei dengan menggunakan aplikasi M-Water. Dan survei akan dilaksanakan pasca pelatihan dengan estimasi waktu 10 hari,” pungkasnya. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com