Connect with us

Peristiwa

Remaja 14 Tahun Tenggelam Saat Renang Di Danau

Diterbitkan

||

Petugas saat melakukan pencarian (Istimewa/PB PMI Kabupaten Malang)

 

KABARMALANG.COM – Baru kemarin (29/09/2020) kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur terjadi di Pakisaji. Hari ini (30/9/2020) kembali terjadi di kecamatan Gedangan. Adi surya Pratama (14), warga Dusun Gedangan Kulon di laporkan tenggelam di danau setempat.

Kapolsek Gedangan, AKP Didik Suhariadi mengatakan petugas Polsek Gedangan hingga saat ini masih mencari korban tersebut.

“Ya, kami mendapat laporan ada anak berusia 14 tahun tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB. Kemungkinan kejadiannya sekitar pukul 13.00. Saat ini petugas sedang proses pencarian dan belum ditemukan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (30/09/2020) malam.

Lebih lanjut, Didik menerangkan berdasarkan informasi di lapangan kejadian itu bermula saat korban berenang di tepi danau bersama kedua temannya.

“Namun, kemudian korban menaiki perahu rakit ke tengah dan mencoba mandi di tengah. Akhirnya ia tenggelam,” tuturnya.

Diperkirakan, kedalaman danau tersebut mencapai 15 meter.

“Di sekitar danau itu sebenarnya sudah ada papan peringatan tidak diperbolehkan mandi atau mancing. Cuma tanpa sepengetahuan warga sekitar korban dan teman-temannya tetap berenang,” tutupnya.

Petugas yang turut dalam pencarian itu, menurut Didik sekitar 15 orang yang terdiri dari jajaran Polsek Gedangan, Koramil Gedangan, dan SAR.

“Pencarian akan dilanjutkan nanti malam sampai besok pagi,” tutupnya. (haq/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Hujan 9 Jam, 24 Rumah Terendam Banjir

Diterbitkan

||

Hujan 9 Jam, 24 Rumah Terendam Banjir
Foto kolase banjir di Sidoasri, Sumbermanjing Wetan. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Banjir pertama Kabupaten Malang saat pancaroba terjadi, Senin (19/10). Hujan 9 jam merendam Desa Sidoasri, Sumbermanjing Wetan. Akibatnya, 24 rumah terendam air setinggi satu meter.

Air mengguyur kawasan tersebut mulai pukul 12.00 siang.

Derasnya hujan berlangsung hingga 21.00 WIB. Alhasil, debit sungai naik. Air meluap menggenangi pemukiman warga.

“Guyuran air meluap ke dataran. Banjir menggenangi kediaman warga. Ketinggian air antara 0.75 meter sampai 1 meter,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono kepada Kabarmalang.com, Selasa (20/10).

Baca juga : Malang Jelang La Nina, Waspada Potensi Bencananya

Rincian 24 rumah terdampak banjir adalah sebagai berikut. Ada 9 rumah di RT 18 RW 03 Dusun Tambaksari Wetan.

Lalu, 5 rumah di RT 24 RW 03 Dusun Tambakasri Wetan. Lanjut, 6 rumah di RT 15 RW 02 Dusun Tambaksari Kulon.

Serta, 3 rumah di RT 19 RW 03 Dusun Tambaksari wetan. Dan, 1 rumah di RT 21 RW 03 Dusun Tambakasri Wetan Desa Sidosari.

Selain pemukiman warga, fasilitas umum ikut terdampak banjir. Jembatan penghubung kampung rusak berat.

Tanggul penahan air pertanian juga ambrol karena hujan.

“Namun, hari ini bencana tersebut sudah teratasi. Personel TRC BPBD Kabupaten Malang kami turunkan,” ujar Bagyo.

Sebanyak 7 orang TRC membantu pemulihan paska banjir. TRC bekerjasama dengan warga setempat.

“Semua material banjir dan longsor sudah dibersihkan. Selain itu jalan desa penyambung kampung sudah bisa dilalui,” tutup Bagyo.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, kerugian akibat bencana mencapai Rp 150 juta.

BPBD Kabupaten Malang menyerahkan bantuan terhadap korban terdampak banjir

“Kita memberikan sembako pada 24 keluarga terdampak banjir tersebut. Berupa mie instan, beras, minyak, dan gula. Bantuan itu bisa dikonsumsi warga selama 3 hari,” tutup Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Iksan Hadi.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Demo Jilid 2 Dipastikan Berjalan Damai

Diterbitkan

||

Perwakilan Aremania dan Aliansi Malang Melawan berjabat tangan untuk memastikan demo Omnibus Law jilid 2 berjalan damai. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Demo Omnibus Law jilid 2, Selasa (20/10) berjalan damai. Ini karena terjadi pertemuan antara Aremania dan Aliansi Malang Melawan.

Dua kelompok massa bertemu untuk memastikan demo tidak rusuh. Sekitar 1500 orang di depan DPRD menyaksikan pertemuan ini.

Kedua perwakilan bertemu di depan DPRD Kota Malang. Mereka saling berjabat tangan.

Aremania, menyayangkan kejadian rusuh 8 Oktober lalu. Aremania menerima Aliansi Malang Melawan sebagai tamu.

Sehingga, suporter bola mengajak demonstran menjaga Kota Malang bersama-sama. Suporter bola tidak mau rumahnya dibakar.

Aremania bergerak untuk ketentraman Kota Malang.

Wahyu Ramadhan, Koordinator Lapangan Aksi Malang Melawan memohon maaf. Dia menyesali kericuhan 8 Oktober 2020 lalu.

“Saya mau klarifikasi. Massa aksi kami belum sampai di kawasan tugu. Tapi sudah sudah chaos duluan,” jelas Wahyu.

Ia  menyayangkan hal itu. Aliansi Malang Melawan sudah evaluasi dengan sungguh-sungguh.

“Hari ini, kami tunjukan bahwa aksi ini bisa damai. Kami berterima kasih kepada Aremania. Yang sudah mengawal kami,” pungkasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Demo Berhenti Asal Jokowi Terbitkan Perppu

Diterbitkan

||

Aksi jilid dua menolak Omnibus Law oleh Aliansi Malang Melawan di depan Gedung DPRD (Foto : Fathi).

KABARMALANG.COM – Demonstran tidak memilih jalur judicial review menentang Omnibus Law. Mereka memilih jalur unjuk rasa menuntut Perppu.

Yakni, peraturan pengganti undang-undang pencabutan Omnibus Law. Perppu ini hanya bisa dikeluarkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Aksi ini gerakan rakyat yang menolak UU cipta kerja. Aksi ini menuntut presiden Jokowi menerbitkan Perppu. Yaitu, peraturan pemerintah pengganti undang-undang,” ujar Andi Irfan, Ketua Federasi KontraS Surabaya kepada awak media, Selasa (20/10).

Massa, beraksi di depan Gedung DPRD. Demonstrasi diikuti ratusan orang. Mereka berasal dari berbagai organisasi mahasiswa dan serikat buruh.

Aksi seperti ini dilakukan di berbagai penjuru Indonesia. Beberapa hari ke depan, demonstrasi bakal bergulir terus.

Untuk Malang, Andi memastikan demo tidak rusuh. Sebab, sebelumnya aksi tanggal 8 Oktober mengalami kerusuhan.

Hari ini dia memastikan, aksi penolakan Omnibus Law damai.

“Kami ingin menyampaikan pada teman- teman yang menyerukan perdamaian. Kami juga ingin damai. Tidak ingin timbul kericuhan, atau kekerasan,” jelasnya.

Dia memastikan  Aliansi Malang Melawan beraksi secara damai. Terutama, mereka yang hari ini sedang dalam masa rentan. Baik secara ekonomi dan sosial.

“UU Cipta Kerja akan menggerus masyarakat menjadi lebih miskin. Menggerus area-area paling bawah. Masyarakat adat, petani, dan buruh,” pungkasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com