Hukrim
Sembunyikan Sabu Di Bungkus Kopi, Warga Bandulan Malang Masuk Bui

KABARMALANG.COM – Seorang pengguna sembunyikan sabu di dalam bungkus kopi. Dia nekat melakukannya demi mengelabui penggeledahan petugas.
Pengguna ini berinisial YP alias Doweh, 34. Dia warga Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun Kota Malang.
Doweh sembunyikan sabu saat polisi menggeledah rumahnya. Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto juga tidak menampiknya.
“Tersangka memang sengaja menyisipkan sabu di bungkusan kopi. Dengan maksud untuk mengelabui petugas,” terangnya, Kamis (25/2).
Kabar Lainnya : Satnarkoba Polres Malang Tangkap Pengedar Kelas Kakap.
Tetapi, aksi sembunyikan sabu ini gagal menipu petugas. Karena, polisi cukup detail membongkar seisi kamar tersangka.
“Namun anggota kami sudah terlatih. Tidak mudah mengelabui petugas. Bungkusan kopi berisi sabu itu ketemu di kamar tersangka,” tambahnya.
Penangkan tersangka sendiri bermula dari laporan dari masyarakat. Polisi mendapat keluhan tentang adanya peredaran narkotika di Bandulan.
Sehingga, usai mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Petugas juga berhasil mendapatkan identitas tersangka.
“Akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka. Dia tertangkap di rumahnya, Rabu 17 Februari 2021. Kami juga langsung lakukan penggeladahan,” ujar Suyoto.
Dari penggeledahan, polisi menyita satu bungkus kopi instan. Isinya sabu seberat 1 gram.
Kabar Lainnya : Kopi Kawi, Ada Manis-Manisnya Meski Tanpa Gula.
Kemudian, satu buah timbangan digital. Serta, satu buah kotak berisi 20 klip plastik.
Selanjutnya, tersangka langsung masuk bui Polsek Sukun. Polisi pun meminta keterangan dari tersangka.
“Tersangka mengaku membeli sabu dari seseorang berinisial BG. Satu gramnya seharga Rp 1,2 juta,” terang Suyoto.
Tersangka membeli sabu dengan cara sistem ranjau. Dia mengaku membeli sabu untuk konsumsi pribadi.
Tetapi, polisi tidak mau mentah-mentah menelan pernyataan tersangka. Karena, jumlah barang buktinya mengindikasikan jaringan yang lebih besar.
Kabar Lainnya : Pemkot Bongkar Penghalang Drainase Jembatan Bandulan.
“Kami masih terus lakukan penyelidikan. Karena dari barang bukti yang kami dapat, ada indikasi lain. Dugaan kami, tersangka pengedar narkoba,” tandasnya.
Sekarang, Doweh harus menghadapi jerat hukum. Dia terancam pasal UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Tersangka kami kenakan pasal 112. Ancaman hukumannya adalah maksimal 12 tahun penjara,” ujarnya.(fat/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































