Peristiwa
Sekeluarga Merampok Rp 200 Juta, Satu Pelaku Ibu Hamil

KABARMALANG.COM – Satu keluarga asal Pasuruan kompak merampok di Poncokusumo. Mereka merampok sebuah toko, Kamis (13/1) sore.
Gilanya, satu pelaku adalah ibu hamil 8 bulan. Yakni, inisial SM, 35. Dia merampok bersama suami, anak dan menantunya.
Anak Sumini yaitu IM, 20. Sementara, IS, 29, adalah menantu SM. Ketiganya berasal dari Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.
“Satu lagi tersangka bernama SD, 42, suami SM. Saat ini statusnya DPO (Daftar Pencarian Orang). Dia melarikan hasil rampokan senilai Rp 200 juta,” ungkap Kapolsek Poncokusumo, AKP Moh Lutfi, Jumat (15/1).
Baca Juga : Merampok dan Memperkosa, Pria Donomulyo Didor
Polsek Poncokusumo berhasil mengungkap perampokan ini, Jumat dini hari. Lutfi pun menceritakan peristiwa awal perampokan ini.
Awalnya, korban, Dewi Masitoh, 65, hendak menutup tempat berdagangnya. Toko itu ada di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo.
Sekitar jam 4 sore, IM dan SM tiba-tiba masuk. Setelah itu, mereka beralasan mau membeli krupuk. Tetapi, karena toko sudah tutup korban meminta tersangka keluar.
“Namun, tersangka beralasan lain. Dia mengaku mau cari handphone-nya yang jatuh di toko. Akhirnya korban menyuruhnya mencari,” urai Lutfi.
Lantas, kedua pelaku itu mendorong korban. Mereka juga mencakar wajah korban.
Dewi Masitoh pun terjatuh ke lantai. Kemudian, IM segera mengikat kaki korban dengan tali rafia.
Sedangkan, SM yang hamil membekap dan memegangi tangan korban. Ibu hamil ini juga mengancam akan membunuh korban.
Setelah mengikat korban, IM kemudian melancarkan aksinya. Mereka mengambil 2 pres rokok Jie Sam Su. Juga, 2 pres rokok Penamas.
“Lalu, mereka mengambil uang. Mereka memasukkannya ke dalam 3 karung. Uang pecahan Rp 100 ribuan diambil dari kursi kasir,” tandas Lutfi.

Sekeluarga termasuk ibu hamil merampok toko di Poncokusumo.
Total, nilai uang dalam karung mencapai Rp 200 Juta. Mereka langsung kabur dari toko membawa karung uang. IS dan SD berjaga di luar.
“Sedangkan, korban dibiarkan dengan kondisi terikat di dalam toko,” tuturnya. Korban baru lepas dari ikatan setelah berteriak minta tolong. Dia juga melapor ke polisi.
Usai mendapat laporan dari masyarakat, Polisi kemudian gerak cepat. Penyidik melakukan pencarian di area pasar. Polisi juga meminta setiap orang menunjukkan KTP-nya.
Sehingga, SM berhasil tertangkap. Karena, dia satu-satunya yang tidak membawa KTP.
“Dari situlah kemudian kami melakukan pengembangan. Kami berhasil menangkap dua lainnya,” tutur Lutfi.
Baca Juga : Sekeluarga Diduga Maling Kotak Amal Viral Tertangkap
Sedangkan, SD belum tertangkap. Dia telah kabur bersama mayoritas hasil perampokan.
“Sementara, barang bukti yang berhasil kami amankan, antara lain ; 1 sak putih berisi uang tunai Rp 4 juta lebih ; 4 pres rokok. Juga, barang-barang milik tersangka,” pungkasnya.(im/yds)
Peristiwa21 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa19 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa15 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan14 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga10 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi22 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266
Serba Serbi1 menit agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 28 Oktober 2026 Cerah Berawan Hingga Hujan Petir























