Connect with us

Hukrim

Merampok dan Memperkosa, Pria Donomulyo Didor

Diterbitkan

||

Merampok dan Memperkosa, Pria Donomulyo Didor
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat merilis tersangka perampokan dan pemerkosaan, Selasa (3/11). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Dian Bambang Setyo, 28, sungguh bejat. Warga Donomulyo, Kabupaten Malang memperkosa sekaligus merampok korbannya.

Korbannya adalah para perempuan malang yang mencari pekerjaan. Modusnya, menawari pekerjaan via Facebook. Setelah itu, Dian memperkosa korbannya.

Lalu, Dian juga merampok semua barang korban. Total ada 3 perempuan yang dimangsa Dian.

Yakni inisial N, 19. Dia warga Kecamatan Kalipare. Z dan S, 22. Keduanya warga Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Cara tersangka memperkosa korbannya sungguh licik. Dia mengunakan akun Facebook profil perempuan.

Dia lalu memposting informasi lowongan pekerjaan sebagai karyawan. Dian merampok dan memperkosa mulai Maret lalu.

“Dia posting lowongan kerja di warung lalapan. Korban N minat dengan lowongan kerja itu. Tersangka mengajak ketemu korban melalui pesan pribadi,” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers, Selasa (3/11) di Mapolres Malang.

Tersangka berpura-pura menjadi anak buah pemilik akun Facebook. Dia janjian ketemu dengan N.

Korban pertama, datang dengan motor. Tersangka menaiki motor itu, dan membonceng korban.

Diajaklah korban menuju warung. Pura-puranya, untuk bertemu majikan perempuan, sekaligus wawancara pekerjaan.

Alih-alih, memberi pekerjaan, Dian malah memperkosa N.

Dian menghentikan motor di tengah kebun tebu di Pagak. Dengan ancaman pisau, Dian memperkosa N.

Derita N tak berhenti sampai di situ. Dian juga merampok motor dan handphone korban N.

 

Dian Memperkosa Korban Terakhir di Penginapan Kepanjen

“Tersangka merampok lagi pada Juli dan Oktober. Modusnya sama. Dua korban, Z dan S masuk perangkap tersangka itu,” ujar Hendri.

Dian memperkosa korban terakhirnya penginapan di Kepanjen. Saat ditanya korban, Dian beralasan interview digelar di sana.

Karena, korban ditawari menjadi pekerja di toko batik. “Dalam penginapan, korban disuruh memakai batik. Dengan alasan akan dinilai kepantasannya. Tapi, ternyata di situ tersangka memperkosa korban juga,” tambah Hendri.

Korban juga diancam akan dibunuh dan tidak dipulangkan. Dengan ancaman, Dian memperkosa korban terakhirnya.

Dian juga merampok korban S. Setelah itu, korban diikat dan disumpal mulutnya. Dia dibuang di sawah Gondanglegi.

 

Ditembak Kakinya, Dikenai Pasal Berlapis

Setelah mendapat laporan masyarakat, jajaran Polres Malang bergerak. Penyelidikan mengarah ke rumah tersangka. Dian bersembunyi di rumah tetangganya.

Merampok dan Memperkosa, Pria Donomulyo Didor

Polres Malang merilis tersangka pemerkosaan dan perampokan. (Foto : Imron Haqiqi)

Dian takut karena perbuatannya memperkosa sudah ketahuan. Akhirnya dia berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.

“Saat penangkapan itu, tersangka sempat melarikan diri. Sehingga terpaksa pihak kepolisian menembak kaki korban,” tuturnya.

Dian dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 285 dan pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya 12 dan 9 tahun penjara.

“Bisa jadi tersangka nanti juga akan dikenakan pasal ITE. Tapi nanti kita lakukan dalami terlebih dahulu,” tutup Hendri.(im/yds)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar

Diterbitkan

||

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar
Ungkap Kasus Narkoba Hasil Penangkapan Polres Batu Dalam Kurun 2 Bulan (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Polres Batu mampu membongkar jaringan narkotika dua bulan terakhir. 13 tersangka pun diamankan.

Beberapa barang bukti juga disita. Misalnya, daun ganja, sabu dan pil koplo. Polres Batu, juga mengamankan barang bukti penting.

Yaitu, 20 gram bibit ganja. Jika ditanam, maka bibit bisa dipakai 1 hektar lahan.

“Misalnya per bijinya ditanam beberapa centimeter. Setidaknya tanah seluas satu hektar bisa penuh,” ungkap Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo di Polres Batu, Kamis siang (3/12).

Pengungkapan bibit ganja ini membuat polisi waspada. Untungnya, bibit ganja tidak lolos dari pengungkapan.

Karena, bibit-bibit ganja ini berpotensi mengancam generasi. Catur masih akan mendalami penggunaan bibit ganja tersebut.

Selain itu, total rampasan ganja barang bukti berjumlah 2 ons. Bibit dan ganja kering dirampas dari dua tersangka.

Yaitu inisial YS, 22, dan W, 23. Keduanya merupakan warga Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu.

Keduanya adalah residivis narkotika. Mereka tertangkap saat akan transaksi. Tepatnya, 24 November, tersangka hendak mengirim pocket ganja.

Namun, mereka dibekuk oleh Satresnarkoba Polres Batu. Mereka digiring ke Mapolres Batu untuk penyidikan.

“Barang bukti lainnya berupa sabu 15,74 gram. Pil koplo sebanyak 11.000 butir,” jelasnya.

YS dan W termasuk 13 tersangka tangkapan Polres Batu. Tersangka terdiri dari 5 pengedar dan 8 pengguna.

Barang bukti sitaan setidaknya bernilai Rp 40 juta rupiah. Sejumlah 3700 orang diselamatkan dari bahaya narkoba.

“13 tersangka terbukti telah menyalahi UU Narkotika,” ujar Catur. Mereka terancam hukuman kurungan 5-15 tahun.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan

Diterbitkan

||

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan
Polresta Malang Kota, saat merilis tersangka penggelapan dan pencurian 13 unit sepeda motor (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota menciduk seorang kepala dealer. Dia menggelapkan 13 motor perusahaannya sendiri.

Tersangka adalah pria berinisial AP, 33. Dia warga Dusun Tunjungsari, Kabupaten Malang.

“November (2/11) tersangka AP melakukan perbuatan tersebut. Dengan cara menjual dua sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, kepada wartawan, di Polresta Malang Kota, Rabu (2/12).

AP adalah kepala dealer Honda PT Nusantara Surya Sakti. Lokasi dealernya di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru.

Karena inilah, dia gampang melancarkan aksinya. Leo menyebut, dua motor pertama dijual ke perusahaan lain.

“Sabtu (7/11), tersangka mengambil lagi dua unit motor dealer. Kemudian, dua unit motor digadaikan kepada Mukhlis (DPO),” jelasnya.

Aksinya berlanjut pada Minggu (8/11). Sekira pukul 10 malam, Si kepala dealer mendatangi kantornya.

Dia merusak penyimpanan kunci kontak sepeda motor. Setelah itu, dia mengambil sembilan kunci kontak.

“Tersangka membawa keluar sembilan sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” lanjut Leo.

Sembilan sepeda motor itu diserahkan ke perusahaan lain. Sehingga, total ada 13 unit motor yang digelapkan tersangka.

“Akibatnya, dealer ini menanggung kerugian Rp 213 juta,” terangnya. Perwakilan perusahaan langsung bergerak.

AP pun dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut juga disertai rekaman CCTV perusahaan.

“Usai penyelidikan, tersangka ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Dia diamankan Jumat (19/11) pagi di Hotel Sahid Montana,” bebernya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan dua pasal. Yaitu Pasal 363 KUHP dan Pasal 374 KUHP.

“Pasal 363 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 7 tahun. Sedangkan, Pasal 374 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 5 tahun,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Mayat Remaja Yang Ditemukan Di Kalipare Tewas Dibunuh Teman Ngopi

Diterbitkan

||

Kapolres Malang saat merilis pelaku pembunuhan terhadap Adit Pratama (13), Selasa (1/12/2020) (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kurang dari 24 jam, Polres Malang berhasil mengungkap penyebab kematian Adit Pratama (13), warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang yang ditemukan di ladang Singkong Kecamatan Kalipare Senin (30/11/2020) kemarin.

Sebagaimana telah diduga sebelumnya, Adit ternyata adalah korban pembunuhan, dan pelakunya adalah temannya sendiri, yang juga diketahui terakhir kali bersama dengan dengan Adit pada Jumat (27/11/2020) dini hari, yakni Santoso (20), warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare.

“Setelah kami lakukan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya terungkap pembunuhnya adalah teman ngopi korban waktu itu, yaitu Santoso,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (1/12/2020).

Santoso nekat membunuh temannya itu karena marah kepada Adit saat nongkrong di warung kopi di Pasar Peteng, Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare.

Menurut Hendri, saat itu Adit memamerkan smartphone barunya sekaligus mengejek Santoso sebagai orang miskin dan tidak mungkin mampu membeli smartphone seperti yang dimilikinya.

“Jadi korban ini waktu itu memamerkan smartphone barunya di warung kopi dan mengejek pelaku. Korban bilang pelaku tidak akan mungkin mampu membeli smartphone seperti miliknya karena dianggap miskin oleh korban,” ujarnya

Karena kesal dan marah, Santoso pun berniat untuk membunuh Adit dengan mengajak ke ladang Singkong yang tak jauh dari Pasar Peteng, Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare.

“Adit menuruti, soalnya pelaku mengajak dengan dalih mencari burung di ladang tersebut,” beber Hendri.

Lantas, saat dirasa sepi, Santoso kemudian melancarkan aksi pembunuhannya. Sabuk yang dikenakannya ia copot, dan langsung mencekek leher Adit selama beberapa menit.

“Pasca dicekek itu, korban sempat tidak sadar. Pelaku sempat mengira sudah meninggal dan akan meninggalkan korban. Tapi ternyata bangun dan melarikan diri,” tambah Hendri.

Melihat hal itu, Santoso pun panik dan tidak ingin Adit kabur begitu saja. Proses kejar mengejar pun terjadi sekitar pukul 01.00 Jumat (27/11/2020) dini hari sejauh kurang lebih 100 meter.

“Dan akhirnya korban tertangkap dan dicekek lagi tanpa ada perlawan. Kali ini nyawa korban tidak tertolong. Untuk memastikan korban sudah meninggal, Pelaku menunggu korban hingga pukul 05.00 pagi,” papar Hendri.

Setelah meyakini korban sudah meninggal, pelaku pun pulang dengan membawa sabuk yang digunakan untuk mencekek dan smartphone korban untuk menghilangkan jejak.

Atas perbuatannya itu, Santoso dijerat beberapa pasal, yakni Pasal 80 ayat 3 jo 76 C UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Dan bisa juga Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup dan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penajara,” tutup Hendri. (imr/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com