Connect with us

Hukrim

Polisi akan Gelar Perkara Kasus Proyek RSI Unisma

Diterbitkan

||

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu

 

KABARMALANG.COM – Belasan saksi sudah diperiksa polisi, terkait kecelakaan kerja di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Malang. Satuan Reskrim Polresta Malang Kota segera melakukan gelar perkara.

Gelar perkara tersebut untuk lebih mengarah kepada siapa yang harus bertangungjawab, atas kejadian yang menewaskan 5 orang pekerja dan telah mengakibatkan 5 orang luka luka.

“Rencananya pekan depan ya, dilakukan gelar perkara. Termasuk apakah akan ada saksi yang perlu ditambah,” terang Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu.

Kemudian, disinggung apakah dalam gelar itu untuk menentukkan tersangka, Azi menerangkan akan melihat hasil daripada gelar dulu. Mengingat, sudah belasan saksi yang diperiksa, mulai Yayasan, Rumah Sakit, pelaksana proyek serta para korban.

“Kalau nantinya perlu tambahan saksi, ya mungkin saja ditambah,” lanjutnya.

Informasi, sebelumnya tewas 4, kemudian hari selanjutnya 1 pekerja meninggal. Para korban, tewas setelah jatuh dari lift rakitan dengan ketinggian sekitar 20 meter. Proyek tersebut menelan anggaran 57 miliar, dikerjakan PT Dwiponggo Seto, dari Ponorogo.

Para korban tewas, Lukman asal Jabung, Subekti asal Begawan Jabung, Kasianto warga Cokro, Pakis, dan Agus Prataman asal Ngantang. Selain itu, 6 orang lainnya mengalami luka luka. Para korban meninggal dan luka luka, dibawa ke Rumah Sakit. Dugaan awal adalah kelalaian kerja. (tik/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Balita Bululawang Ditemukan Mengambang

Diterbitkan

||

Jenazah bayi hilang Bululawang ditemukan dekat lapangan voli Bululawang. (Foto istimewa)
Jenazah bayi hilang Bululawang ditemukan dekat lapangan voli Bululawang. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Berhari-hari pencarian bayi hilang Bululawang tak membuahkan hasil. Kamis (22/10), tiba-tiba warga heboh.

Sesosok bayi mengambang di saluran irigasi. Lokasi penemuannya dekat lapangan voli Desa Bululawang. Atau, di sungai dekat gang gereja.

Benar saja. Bayi itu adalah Bagus Setya Ramadhan, 1,5. Dialah bayi yang hilang sejak sepekan lalu. Polsek Bululawang memastikan itu jenazah korban.

“Iya barusan dapat informasi, ini masih menunggu tim Ident dari Polres untuk memastikan bahwa itu adalah Bagus,” ungkap Ipda Asad, Kanit Reskrim Polsek Bululawang.

Baca juga : Bocah 1,5 Tahun Asal Bululawang Hilang

Jenazah putra pasutri Danang dan Titin, ditemukan jam 11. Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin juga membenarkan.

“Tim PMI sudah meluncur ke sana. Tapi belum dievakuasi. Masih menunggu jajaran Polres Malang,” katanya.

Sebagaimana diberitakan dulu, warga Bululawang heboh. Bayi 17 bulan hilang Kamis (15/10) pukul 13.00.

Dia hilang saat bermain di area rumahnya. Yakni, di Gang Makmur, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang.

PMI dan SAR Trenggana Malang Raya berupaya mencarinya. Aliran irigasi sungai sampai dikuras.

Namun selama 3 hari anak tersebut belum juga ditemukan. Hingga terpaksa proses pencarian dihentikan.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pelaku Pembunuhan Kakek Ternyata Penebang Liar

Diterbitkan

||

Oleh

Pelaku Pembunuhan Kakek Ternyata Penebang Liar
Dua penebang liar pelaku pembunuhan, dikenal biang onar. (Carep-04)

KABARMALANG.COM – Pelaku pembunuhan kakek di Tirtoyudo, punya profesi ilegal. Mereka ternyata penebang liar.

Yaitu, pria inisial SML, 60, dan SMR, 36. Yang warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo itu.

“Saat kejadian, mereka sedang melakukan menebangi pohon kopi. Mereka penebang liar,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar kepada wartawan, di Polres Malang, Rabu (21/10).

Pelaku pembunuhan memakai modus ini untuk menghabisi Juanto, 70. Yang warga Dusun Tumpaklengkong, Sumbertangkil Tirtoyudo ini.

Baca juga : Dibunuh Teman, Kakek Tirtoyudo Dibuang ke Sungai.

Keduanya, menjadi penebang liar di kebun kopi Sumbertangkil.  Saat kejadian, 11 Oktober malam, mereka mengajak Juanto.

Setibanya di lokasi penebangan, mereka mulai bekerja. Saat sedang menebang, Juanto banyak bicara. Dua pelaku pembunuhan kesal.

Selain itu, dua penebang liar ini menumpuk rasa benci. Emosi mereka meluap ketika Juanto banyak bacot.

Di situlah, dua penebang liar menghabisi Juanto. Kepala korban dihantam kayu.

Setelah itu, dua penebang liar membuang Juanto ke sungai. Mereka juga mendatangi dua orang.

Yakni, saksi inisial TR dan M. pelaku pembunuhan mengkondisikan dua saksi untuk beralibi.

Sehingga, aksi pembunuhan dua penebang liar tidak ketahuan. Namun, mayat korban ditemukan Satreskrim Polres Malang.

Dari situ, penyidik menemukan kejanggalan. Dua penebang liar pun dilacak dan ditangkap.

Ada sejumlah barang bukti diamankan. Misalnya, dua gergaji yang dipakai penebang liar.

Satu buah handphone korban pembunuhan. Satu batang kayu yang dipukulkan kepada kepala korban.

Serta, satu buah motor yang digunakan penebang liar. Kapolres Malang masih menunggu laporan warga.

Yakni, pemilik kebun kopi yang digasak penebang liar. Dia siap menerima laporan warga atas pengerusakan kebun kopi.

“Masih kami tunggu laporan dari warga,” tambah Hendri.

Hendri menyebut, dua penebang liar ini biang onar. Bukan cuma kebun kopi itu saja yang ditebangi. Ada 7 kebun lain yang dirusak.

“Ada tujuan dua penebang liar ini merusak. Karena, mereka tidak suka dengan Pemdes Sumbertangkil,” tutup Hendri.

Dua penebang liar dikenakan tiga pasal. Yakni, pasal 388 KUHP, 340 KUHP dan 351 KUHP.

Dua penebang liar terancam hukuman 20 tahun. Namun, penyidikan masih bisa berkembang. Terutama, jika ditemukan unsur perencanaan dalam pembunuhan.

Jika ini benar, dua penebang liar dikenai 340 KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup.(im/carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Korban Suka Tebang Pohon Sambil Bugil

Diterbitkan

||

Korban Suka Tebang Pohon Sambil Bugil
Tersangka kasus pembunuhan saat digelandang di Polres Malang, Rabu (21/10). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Korban pembunuhan Juarto, 70, ditemukan dalam kondisi bugil. Warga Sumbertangkil Tirtoyudo itu ternyata telanjang saat dibunuh.

“Fakta itu kita ketahui setelah melakukan penyelidikan. Saat ditemukan di sungai pun, korban tidak menggunakan busana,” tutur Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Rabu (21/10).

Setiap menebang pohon, Juarto selalu telanjang. Hendri juga membenarkan hal ini.

Hanya saja Hendri mengaku tidak alasannya. Juarto telanjang saat menebang pohon dibenarkan tersangka.
Yakni, MSL, 60 dan SMR, 36.

Apakah itu ritual saat memotong pohon? Dua tersangka mengaku tidak tahu.

Tapi, bugil saat menebang sudah jadi kebiasaan Juarto.

Seperti diketahui, 11 Oktober 2020, Juarto dibunuh.

Alasannya, kedua tersangka tidak suka dengan korban. Juarto dinilai terlalu banyak bicara.

Baca juga : Dibunuh Teman, Kakek Tirtoyudo Dibuang ke Sungai

Sehingga membuat kedua tersangka kesal. Batang kopi berdiameter 10 centimeter adalah alat pembunuhannya.

“Kala itu, tersangka MSL memukulkan kayu ke punggung korban. Hingga korban tersungkur dan tidak bergerak,” sambung Hendri.

“Beberapa saat, dia ditunggu dan dipastikan tidak bernyawa. Kedua tersangka akhirnya membuang korban ke sungai. Lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Tanggal 16 Oktober, mayat telanjang Juarto ditemukan Polres Malang. Awalnya, penyidik mengira mayat tersebut meninggal secara wajar.

“Namun setelah dievakuasi ke RSSA Malang, ditemukan kejanggalan. Ditemukan bekas pukulan benda tumpul. Dan tikaman-tikaman senjata tajam tak beraturan. Dari situlah kami berasumsi bahwa korban tewas karena dibunuh,” tutur Hendri.

“Setelah melakukan penyelidikan ternyata benar. Akhirnya ditemukanlah dua tersangka ini yang melakukan pembunuhan,” sambungnya.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka itu dijebloskan ke penjara. Tuntutannya adalah pembunuhan sebagaimana pasal 388 KUHP.

Namun pihak kepolisian masih mendalami kejadian tersebut. Terutama, menyidik unsur perencanaan pembunuhan terhadap korban.

Jika benar, keduanya terancam pasal 340 KUHP. Sampai saat ini, kedua tersangka sedang diperiksa intensif.

“Kalau pasal KUHP 388 tersangka terancam hukuman 20 tahun. Jika penyelidikan kami terbukti, tersangka dikenakan pasal 340 KUHP. Tersangka bisa terancam hukuman seumur hidup,” tutup Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com