Connect with us

Kabar Batu

Air Bersih Kota Batu Terancam, Sumur Bor Perlu Regulasi

Diterbitkan

||

Foto : Ilustrasi pembuatan sumur bor

KABARMALANG.COM– Walaupun air di Kota Batu saat ini cukup melimpah sampai bisa sampai menyuplai kebutuhan air di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Perumdam Among Tirta Kota Batu mengkhawatirkan keberadaan sumur bor yang masih dibangun secara liar di Kota Batu.

Hery Siswanto Kasi Produksi, Transmisi, dan Laboratorium Perumdam Among Tirta menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan bisa terjadi krisis air bersih jika Kota Batu tidak memiliki regulasi pendirian sumur bor terlebih untuk instansi atau perusahaan.

“Pada tahun 2019 ada sekitar 133 sumur bor di data kami. Nah tahun ini bertambah empat lagi yakni Desa Punten, Desa Pandanrejo, Kelurahan Nganglik, dan Kawasan Jalibar,” ungkapnya saat dikonfirmasi kabarmalang.com pada Jumat siang (11/9).

Ia juga menegaskan bahwa sumur bor tersebut merupakan data real yang diketahui oleh pihak perumdam sedangkan ia juga meyakini masih ada sumur bor yang lain dan tidak masuk ke data.

Menurut Hery, seharusnya Pemkot Batu bisa lebih tegas dalam regulasi pembuatan sumur bor.

Pihaknya berharap, Pemkot Batu juga selektif memberi izin perusahaan yang mengajukan pengeboran mengingat selama ini terdapat beberapa perusahaan yang izin membuat satu sumur bor namun juga mengebor di beberapa titik.

”Paling tidak, bisa koordinasi dengan kami. Di titik pemohon pembuatan sumur bor itu kira-kira masih bisa kami layani atau tidak, karena kami kan bagian teknis,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Didik Machmud Wakil Komisi C DPRD Kota Batu membeberkan bahwa Pemkot Batu sudah seharusnya melakukan penerapan lokal wisdom. “Jadi setidaknya Perumdam juga harus mengetahui sebelum akhirnya mengajukan izin ke provinsi,” tegasnya.

Terpisah, Alfi Nurhidayat Kepala Plt DPUPR Kota Batu membenarkan bahwa pengambilan air dari bawah tanah secara liar akan mengakibatkan dampak serius di kemudian hari.

“Maka dari itu kedepannya kami juga akan mendorong dan mendukung diadakannya Perda atau Perwali agar Sumur Bor di Kota Batu ini tidak semakin menjamur,” tandasnya. (arl/rjs)

Kabar Batu

18 Pengadaan Pemkot Batu Tuntas Dilelang

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – 62 Paket pekerjaan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota tahun anggaran 2020 dan tercatat dalam RUP (Rencana Umum Pengadaan) oleh Unit Pelayanan Pengadaan hingga saat ini masih terealisasi 18 paket saja.

Pasalnya, kendala yang di alami oleh OPD rata-rata masih karena adanya dampak pandemi Covid-19 dan pergeseran anggaran yang mengharuskan paket tersebut mengalah demi penanganan Covid-19.

“Beberapa paket pekerjaan macet dan bahkan ada 12 paket yang harus mandeg (berhenti.red) total. 12 paket itu bernilai sekitar Rp.13 Miyar,” ungkap Kabag Layanan Pengadaan, Onny Ardianto pada Minggu pagi (20/09/2020).

Sementara itu, untuk 18 paket pekerjaan yang telah rampung bernilai sekitar Rp. 26,6 Miliar.

Dijelaskan lebih rinci, beberapa paket pekerjaan yang rampung dilelang diantaranya saprodi revitalisasi lahan pertanian di Dispertan dengan harga penawaran Rp. 320 juta dan pengadaan belanja bahan obat-obatan dan bahan medis di Dinkes Kota Batu senilai Rp. 359 juta.

Sedangkan dua paket pekerjaan milik DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan) masih dilakukan peninjauan dokumen terkait detail spesifikasi teknis yakni paket pekerjaan pembangunan rolling door Pasar Sidomulyo dengan pagu anggaran Rp. 439 juta serta pekerjaan sarana prasarana Pasar Sayur dengan pagu anggaran Rp. 2 miliar.

“Untuk beberapa paket pekerjaan yang gagal seperti milik dari Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan berupa rehabilitasi gedung fasilitas layanan perpustakaan umum kota bernilai Rp 2 miliar dan lelang peningkatan jalan ruas Sumberejo-Songgokerto bernilai Rp. 1 milyar yang berada di DPUPR,” tuturnya.

Onny juga menambahkan saat ini pihaknya masih intens berkoordinasi agar OPD segera mengirimkan berkas lelang untuk menghindari molornya proses lelang dan berkorelasi secara inheren terhadap pelaksanaan pekerjaan sehingga ia berharap seluruh OPD bisa merampungkan berkas lelang hingga akhir September. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Susul Klaster Ponpes Banyuwangi, 31 Santri Al Izzah Terkonfirmasi Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Kawasan Ponpes Al Izzah International Boarding School

 

KABARMALANG.COM – Setelah Banyuwangi beberapa waktu yang lalu digemparkan dengan munculnya klaster ponpes (pondok pesantren), Kota Batu kini juga mengekor setelah 31 santri Ponpes Al Izzah International Boarding School terkonfirmasi Covid-19.

Dari data satgas pencegahan Covid-19 Kota Batu, tercatat santri yang terkonfirmasi tersebut diketahui hasilnya setelah dilakukan tracing swab test yang dilakukan pada 13 September kemarin.

“Sebelumnya terdapat 748 orang yang di tracing. Dan 31 diantaranya terkonfirmasi,” ungkap Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 Jumat malam (18/09/2020).

Ia juga menjelaskan, hingga saat ini santri yang terkonfirmasi tengah melakukan karantina mandiri.

Sementara itu, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso menerangkan bahwa 31 santri tersebut saat ini telah dikarantina di wilayah ponpes Al Izzah.

Punjul mengaku, telah melakukan koordinasi dengan pihak ponpes bahwa lingkungan ponpes hingga saat ini masih tertutup, sehingga tidak sampai ada lingkungan umum yang bebas keluar masuk.

“Walaupun begitu Al Izzah ini bukan termasuk klaster. Karena anak-anaknya masih sehat, kalau ada yang sakit bahkan sampai meninggal maka bisa dikatakan klaster,” tuturnya kepada Kabarmalang.com.

Punjul berharap, pada 14 hari kedepan pihak Dinkes Kota Batu akan kembali melakukan tracing di kawasan ponpes tersebut.

Terpisah, Riyanto Kades Sumberejo membeberkan bahwa pihak pemdes telah melakukan sosialisasi melalui tiap-tiap RT (Rukun Tetangga) agar masyarakat bisa tetap kondusif.

“Kami juga yakin kalau warga kami bisa menjaga kondusifitas lingkungannya masing-masing,” tandasnya. (arl/fir)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Lima Tahun Tak Tersentuh, DPUPR Pastikan Jalan Larmani Diperbaiki

Diterbitkan

||

Oleh

Kondisi Jalan Larmani Desa Tlekung

 

KABARMALANG.COM – Keluhan warga Dusun Gangsiran Desa Tlekung Kecamatan Junrejo terhadap kondisi Jalan Larmani yang rusak parah dan tidak tersentuh selama lima tahun direspon DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Batu.

Hal ini dibuktikan bahwa DPUPR telah menganggarkan Rp. 198 Juta dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) serta membangun drainase.

“Jadi memang selama ini banyak menjadi keluhan masyarakat. Kami akan membangun drainase dahulu sebelum akhirnya jalanan itu kami hotmix,” ungkap Agung Sedayu Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu pada Jumat siang (18/09/2020).

Agung juga menambahkan bahwa pembangunan drainase tersebut dimaksudkan agar nantinya aspal yang diperbaiki tidak cepat rusak saat musim penghujan tiba.

Lebih lanjut, Agung menerangkan secara rinci bahwa drainase yang nantinya akan dibangun memiliki ukuran lebar 60×60 sentimeter dengan panjang 133,5 meter. Sedangkan, pengaspalan sendiri nantinya diperkirakan memiliki total panjang 400 meter dan lebar 2,5 meter.

“Soalnya kalau musim kemarau debu memang bisa mengganggu. Sedangkan kalau musim penghujan malah jadi licin,” tuturnya. Agung berharap kedepannya tidak ada kendala yang serius sehingga perbaikan jalan bisa berjalan lancar. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com