Connect with us

Kabar Batu

Warga Sumbergondo Melahirkan di Kamar Mandi, Ketua Komisi C: Saya Bahkan Sempat Dihubungi

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Mencuatnya kabar tentang Fitria Rohmatika, wanita berusia yang melahirkan putrinya di kamar mandi karena tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya dibenarkan oleh Ketua Komisi C Khamim Tohari.

Ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com pada Minggu (02/08/2020) sore, ia bahkan mengakui bahwa dirinya sempat ditelepon oleh warga Sumbergondo.

“Ada salah satu warga yang mengetahui nomor saya, sehingga saya dihubungi saat kejadian berlangsung. Disana saya meredam keadaan agar bisa bersabar dan suasan tidak memanas,” ungkapnya.

Khamim juga mengungkapkan, bahwa pihaknya juga cukup menyayangkan dengan peristiwa tersebut karena Nakes (Tenaga Kesehatan) cenderung acuh dan tidak memberikan solusi.

Lebih lanjut, Khamim juga menekankan bahwa kejadian serupa ia harapkan tidak sampai terjadi dua kali.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Pemkot khususnya Dinkes untuk menyiapkan rumah sakit khusus jika terdapat ibu hamil yang memiliki status reaktif bahkan sampai positif Covid-19.

Tak hanya Khamim, Wakil I DPRD Kota Batu Nurochman mengatakan bahwa pihaknya cukup menyayangkan jika peristiwa penolakan tersebut benar terjadi. Dinas kesehatan sebagai leading sektor harus mengklarifikasi bagaimana sesungguhnya persoalannya, supaya tidak menjadi blunder bagi pemerintah.

“Satu sisi masyarakat di himbau untuk tidak mengkucilkan pasien positif Covid-19 bahkan dihimbau untuk memberi support moral, sosial dan sisi psychologisnya. Mohon maaf apalagi ini baru reaktif rapid test dan tes selanjutnya di nyatakan non reaktif dan juga belum sampai positif PCR test, kenapa harus di tolak ini yang harus di klarifikasi,” imbuh Nurochman.

Menurutnya, profesionalisme para tenaga medis dan tenaga kesehatan harus dijunjung tinggi.

Sementara itu, Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu M. Chori menerangkan hasil dari dirinya mengkonfirmasi Dinkes Kota Batu, membenarkan bahwa pasien bersalin atas nama Fitria Rohmatika diperiksa dengan test cepat dan mendapatkan hasil reaktif sehingga disarankan untuk isolasi mandiri.

Setelah terpantau memiliki perkembangan yang cukup bagus, pasien tersebut kembali di test cepat untuk kedua kalinya di pada 19 Juli dan hasilnya Non Reaktif.

“Selanjutnya pada 6 Juli 2020 yang bersangkutan melakukan periksa ke bidan praktek mandiri dan oleh bidan yang memeriksa dirujuk ke RS Punten. Di RS diperiksa oleh dr Arif, namun yang bersangkutan diminta pulang dulu karena masih dalam fase pembukaan 1 cm,” beber Chori.

Ia juga menambahkan kondisi Fitria dan janinnya juga baik. Kemudian pada 7 Juli 2020 pukul 17.00, Fitria melahirkan di rumah dengan ditolong bidan Desa Sumbergondo dan kondisinya dan bayinya juga sehat.

“Berdasarkan penjelasan dari petugas medis yang menangani, tidak ada yang menyatakan bahwa yang bersangkutan positif Covid-19. Demikian halnya dengan yang bertugas menolong persalinan adalah tenaga bidan dan yang bersangkutan juga sudah diperiksa oleh dr spesialis obsgyn.

Yang bersangkutan, lebih memilih melahirkan di rumah karena menurutnya lebih aman dari resiko terpapar Covid-19. Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan,” pungkas Chori. (arl/fir)

 

Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com