Connect with us

Kabar Batu

Sanksi Sosial Diterapkan, Satpol PP Amankan 22 Pelanggar

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Satpol PP Kota Batu mengamankan puluhan pelanggar yang bandel tidak menggunakan masker. Mereka ini dikenakan sanksi sosial setelah diterapkan Pemkot Batu tentang masa transisi new normal.

Pasalnya, sejak 5 hari terakhir tercatat sudah ada 22 pelanggar dan didominasi dari warga Batu sendiri.

“Ada sekitar 22 pelanggar terhitung sejak hari Minggu kemarin (05/07). Persentase pelanggarnya 70 persen dari warga Batu sendiri,” ujar Santoso Wardoyo Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kota Batu, Rabu (08/07/2020).

Ia juga mengungkapkan, cukup banyak alasan yang diungkapkan oleh pelanggar ketika ditegur karena tidak menggunakan masker seperti lupa membawa, rusak, dan lain sebagainya.

Menurut Wardoyo, sanksi terhadap pelanggar perwali no 56 tahun 2020 tersebut sebenarnya cukup banyak seperti penyitaan KTP, denda dengan nominal ratusan ribu, dan sanksi sosial.

Namun, lanjutnya, bahwa sanksi sosial di Kota Batu sebenarnya lebih efisien karena selain membantu menjaga kebersihan Kota Batu, sanksi tersebut juga menimbulkan efek jera terhadap masyarakat karena penurunan pelanggaran terjadi secara signifikan.

Salah satu pelanggar pengguna masker yang tertangkap tangan oleh Satpol PP Rangga Agata Putra dan dua temannya, warga Kelurahan Temas mengaku lupa ketika dirinya disuruh membeli tempe oleh orang tuanya. Bocah yang merupakan siswa kelas 2 SMP tersebut terkena sanksi sosial untuk membersihkan sampah sebanyak kantong kresek ukuran besar.

“Tadi lupa bawa masker waktu disuruh beli tempe. Ini malah kena tangkap dan kena tilang,” jelasnya. Ia juga mengaku bahwa dirinya sangat menyesal dan tidak akan mengulangi untuk beraktifitas tanpa menggunakan masker. (arl/fir)

 

Kabar Batu

Tiga Tahun Menunggu, Rolling Door Pasar Sidomulyo Kembali Masuk PAK

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana pasar wisata Sidomulyo

 

KABARMALANG.COM – Setelah tiga tahun menunggu, pemasangan rolling door di pasar wisata Sidomulyo, pada tahun anggaran 2020 ini kembali dimasukkan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) dengan menggelontorkan dana sekitar Rp 439 Juta.

Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Wakil Walikota Batu Punjul Santoso ketika dikonfirmasi oleh Kabarmalang.com pada Selasa siang (22/09/2020).

“Jadi memang sudah masuk tahap lelang. Sudah masuk dalam PAK juga pada tahun ini,” ungkapnya.

Punjul juga menerangkan bahwa dengan sisa waktu tiga bulan ini berharap agar pembangunan rolling door di pasar wisata Sidomulyo tersebut bisa tercapai karena masyarakat sudah cukup lama menunggu.

Terpisah, Suwarno salah satu pedagang di Pasar Sidomulyo menerangkan bahwa dirinya dan beberapa pedagang sudah cukup pesimis dengan adanya kabar pemberian rolling door.

Pasalnya pada tahun 2019 lalu, pihaknya juga sempat mendapatkan kabar rolling door tersebut akan dibangun namun ternyata tetap gagal.

“Kami menunggu namun tidak terlalu berharap. Apalagi membawa banyak barang dagangan untuk pulang pergi dari rumah ke pasar dengan jarak yang cukup jauh sudah mulai membiasa buat kami,” terangnya.

Warno juga menambahkan bahwa dirinya hanya bisa berpasrah diri, jika memang harus kembali menunggu pemasangan rolling door sampai empat tahun kedepan. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kejaksaan Negeri Kota Batu Musnahkan Barang Bukti dari 67 Kasus

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana pemusnahan bb di halaman Kejaksaan Negeri Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Puluhan barang bukti berupa narkoba dan miras dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu pada Selasa Siang (22/09/2020) dihalaman kantor Kejaksaan Negeri.

Kepala Kejaksaan Negeri Supriyanto mengatakan bahwa pemusnahan tersebut merupakan hasil dari 67 kasus selama Januari hingga September 2020.

“Ini adalah salah satu bentuk tindakan tegas dari kami bahwa bb (barang bukti) dari hasil tindak pidana memang memang harus dimusnahkan,” ungkapnya.

Hal ini dikarenakan selain sebagai salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat umum, namun juga sebagai antisipasi agar bb tersebut tidak disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dijelaskan lebih rinci, bb yang dimusnakan diantaranya sabu-sabu 102 gram dari 48 perkara, ekstasi 67 butir dari 1 perkara, ganja 900 gram dari 4 perkara, dobel L 200 ribu butir dari 7 perkara, dan 350 botol minuman keras merk bintang kuntul dalam 1 perkara, serta sisanya kasus campuran atau umum seperti baju dan sebagainya dan pemusnahannya dilakukan secara dibakar, blender, dan slender.

“Jadi bukan hanya badan tersangka yang dieksekusi, tapi juga BB juga dieksekusi dengan cara dimusnahkan. Mudah-mudahan angka kejahatan khususnya narkoba juga bisa menurun,” tegas mantan Kejari Gorontalo ini.

Supriyanto juga berharap dengan adanya pemberantasan perkara narkoba yang sudah diseriusi, bisa menimbulkan dampak positif dan memutus penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Mandeg Tiga Tahun, Program Nomor Rumah Berbentuk Buah Jadi Tanda Tanya Besar

Diterbitkan

||

Oleh

Nomor rumah berbentuk buah Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Program Pemkot Batu tentang nomor rumah berbentuk buah yang berjalan di tahun 2014 lalu ternyata masih belum selesai hingga saat ini.

Dari data yang dihimpun, pada tahun 2014 program ini menargetkan 61.844 unit dengan anggaran sebesar Rp. 726 Juta dibagi tiga wilayah yakni Kecamatan Junrejo bentuk jeruk, Kecamatan Batu bentuk apel, dan Kecamatan Bumiaji bentuk stroberi.

“Tapi ini tidak semua. Di Desa Beji masih belum ada nomor rumah berbentuk buah dan beberapa warga bahkan sampai protes kemarin, karena beberapa ojol yang menjadi salah satu alat untuk bertransaksi dimasa pandemi sempat kebingungan mencari alamat,” terang Deny Cahyono Kades Beji pada Senin sore (21/09/2020).

Oleh sebab itu, pihaknya hingga saat ini hanya bisa menunggu program ini bisa kembali direalisasikan. Tak hanya itu saja, Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu juga belum mendapatkan nomor rumah berbentuk buah sama sekali.

“Didesa kami juga sama. Kami bahkan juga menanyakan kepada dinas terkait namun masih dijanjikan dan belum terealisasi sampai sekarang,” tutur Imam Wahyudi Kades Pesanggrahan kepada Kabarmalang.com.

Terpisah, Bangun Yulianto Sekretaris DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahan) Kota Batu membenarkan bahwa program nomor rumah berbentuk buah ini masih mandek sejak 2018 hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut akan kembali berlanjut di tahun 2021.

“Terakhir berhenti di tahun 2017. Kami belum tahu kenapa programnya berhenti karena saat itu belum saya tangani,” tuturnya.

Oleh sebab itu, kedepannya DPKPP Kota Batu akan kembali mendata rumah-rumah yang belum menerima nomor rumah berbentuk buah tersebut karena perkembangan Kota Batu tiap tahun berjalan cukup masif.

Diwawancarai secara berbeda, Siswanto mantan DPKPP Kota Batu menerangkan bahwa pada tahun 2017 mengaku telah mendapatkan anggaran sekitar Rp. 700 juta untuk program tersebut.

“Kata-kata selesai harus hati-hati, jangan sampai timbul masalah. Itu dianggarkan tiap tahun. Digilir sesuai kemampuan keuangan. Keuangannya setiap tahun turun ada berapa, untuk desa mana,” katanya.

“Sekarang saya tidak tahu, tapi kalau rumah belum semuanya, berarti perlu dilakukan lagi karena pada tahun 2016 lalu saya belum menjabat dan tahun 2017 mendapatkan anggaran sekitar Rp. 700 juta untuk program itu,” sambungnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com