Connect with us

Olahraga

Pemkot Malang Berangkatkan Atlet Porprov VII Jawa Timur

Diterbitkan

,

Pemkot Malang Berangkatkan Atlet Porprov VII Jawa Timur
Rombongan atlet saat dipimpin oleh Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono yang naik kendaraan roda dua jenis Harley Davidson.

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberangkatkan ratusan atlet di ajang Porprov VII Jawa Timur (Jatim) didepan Balai Kota.

Rabu (15/6/2022). Seremonial pemberangkatan atlet tersebut dilakukan KONI Kota Malang dengan atraktif.

Para atlet dinaikkan mobil jenis Willy’s dan dikirab keliling sebagian wilayah Kota Malang.

Rombongan atlet itu dipimpin oleh Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono yang naik kendaraan roda dua jenis Harley Davidson.

Wali Kota Malang Drs Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi KONI Kota Malang yang telah melakukan upaya mempersiapkan atlet sebelum berangkat ke ajang Porprov VII Jatim.

Hal itu untuk memperjuangkan prestasi Kota Malang diajang olahraga bergengsi antar kota di Jatim.

“Kami dari Pemkot Malang pertama memberikan apresiasi karena upaya dan usaha terus menerus kepada KONI,” ujar Wali Kota Sutiaji.

Terlepas dari persiapan atlet, Sutiaji menyebut bahwa para atlet nantinya mewakili Kota Malang pada ajang Porprov.

Sehingga ia meminta agar atlet tidak mengejar prestasi personal atau masing-masing cabor, melainkan mewakili Kota Malang.

“Tentu kami juga menegaskan ketika berangkat dari sini sudah ditentukan terkait target 70 emas, 50 perak, 50 perunggu dan saya tetap berpesan agar atlet jaga sportivitas olahraga,” ucap Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Kontingen Atlet Kota Malang, Prof As’ad Munawir menjelaskan bahwa KONI Kota Malang telah melakukan seleksi kelayakan untuk atlet.

Hal itu dilakukan dalam tahap penyaringan atlet yang memang layak diberangkatkan ke ajang Porprov VII Jatim.

“Dari sisi aspek fisiknya, pelatih kami panggil terkait laporannya, lalu dibenahi. Seluruh penilaian teknis kami serahkan ke pelatih,” ujarnya.

“Fix performa sudah tercapai dan sekarang kami minta atlet untuk menjaga performa puncaknya. Dan kemarin sudah kami lakukan di Rindam terkait character building,” pungkas As’ad. (carep01/fir)

 

Olahraga

Resmi, Gubernur Membuka Gelaran Porprov Jatim VII 2022 di Jember

Diterbitkan

,

Resmi, Gubernur Membuka Gelaran Porprov Jatim VII 2022 di Jember
Pembukaan Porprov Jatim VII ini digelar di Jember Sport Garden, diikuti 10.151 atlet yang berasal dari 38 Kota/Kabupaten. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gubernur Jawa Timur secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII 2022 digelar di Kabupaten Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso, Sabtu (25/6/2022).

Pembukaan Porprov Jatim VII ini digelar di Jember Sport Garden, diikuti sebanyak 10.151 atlet yang berasal dari 38 Kota/Kabupaten.

Selama 9 hari kedepan atau mulai tanggal 25 Juni-3 Juli 2022 ini mempertandingkan 47 cabang olahraga dengan enam cabang olahraga baru yang dieksebisikan.

“Semoga Porprov ini bisa dijadikan ajang pembibitan atlet muda Jatim yang hebat. Ada sebanyak 14.486 peserta, yang terdiri dari 10.151 atlet, 823 ofisial tim, 3.512 ofisial cabang olahraga,” ujar Gubernur Khofifah, Sabtu (25/6/2022).

Digelarnya Porprov ini, kata Khofifah, diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk membangun suasana sportivitas para atlet, dan semangat keberagaman tanpa ada batas di antara berbagai suku yang berbeda.

Juga untuk menggeliatkan, perekrutan masyarakat yang sempat terpuruk akibat Pandemi Covid-19.

“Porprov Jatim VII 2022 ini diharapkan dapat memperkuat persatuan kesatuan serta sportivitas, dan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat setelah dua tahun belakangan terdampak pandemi,” ucap Khofifah.

Sebagai informasi, berdasarkan pandangan di lokasi, pembukaan Porprov Jatim 2022 dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan.

Seperti penampilan drumband dari SMA Taruna Brawijaya, senam PERWOSI dan penampilan tari daerah, diikuti 1.500 penari yang menampilkan 10 macam tarian di Indonesia. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Porprov Jatim VII, Bupati Malang Janjikan Bonus Fantastis Atlet Peraih Medali

Diterbitkan

,

Porprov Jatim VII, Bupati Malang Janjikan Bonus Fantastis Atlet Peraih Medali
Bupati Malang HM Sanusi menjanjikan bonus fantastis bagi atlet Kabupaten Malang yang meraih medali di ajang Porprov Jatim VII tahun 2022. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bupati Malang HM Sanusi menjanjikan bonus fantastis bagi atlet Kabupaten Malang yang meraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022.

“Peraih medali emas bakal mendapat bonus sebesar Rp 40 juta,” ujar Bupati Malang.

“Dan atlet yang membawa pulang medali perak mendapat Rp 20 juta, perunggu disiapkan bonus Rp 10 juta,” sambungnya.

Sanusi menjelaskan, pemberian bonus tersebut akan diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang yang akan diajukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti.

“Bonus itu akan kita ambil dari APBD, kita ajukan di PAK. Di Porprov Jatim VII itu mereka (Para Atlet) di target bisa menyabet 50 emas, 50 perak dan 50 perunggu, syukur-syukur bisa melebihi target,” terangnya.

Dengan target tersebut, kata Sanusi, maka anggaran yang dibutuhkan untuk bonus atlet sekitar Rp 3,5 miliar.

Dan diharapkan kontingen Kabupaten Malang bisa melebihi target ini dengan stimulus bonus tersebut.

“Semakin besar capaian medali, kian banyak pula bonusnya,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Sanusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga menyiapkan BPJS bagi para atlet.

Dengan masa aktif kartu BPJS selama 3 bulan diharapkan bisa menjamin keselamatan dan ketenagakerjaan atlet.

“Raih prestasi sebanyak mungkin,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang H Rosyidin mengatakan di ajang Porprov Jatim VII 2022 ini, target para atlet bisa masuk tiga besar.

“Harapan kita dengan 50 emas, 50 perak dan 50 perunggu, Kabupaten Malang masuk tiga besar,” ujarnya.

“Syukur-syukur bisa runner up. Karena di Porprov sebelumnya Kabupaten Malang berada di peringkat 5 dengan rapih 34 emas, 31 perak dan 30 perunggu,” pungkasnya.

KONI Kabupaten Malang optimistis bisa meraih target tersebut. Karena, pada Kejurprov akhir 2021 dan 2022, para atlet meraih 69 medali emas dari 52 cabor.

Dua kompetisi ini menjadi parameter optimisme KONI untuk menyodok ke peringkat tiga. Saingan terberat saat ini adalah Kota Malang, Kediri dan Sidoarjo. (carep01/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Porprov Jatim VII, Perbasasi Kota Malang Berambisi Raih Medali

Diterbitkan

,

Perbasasi Kota Malang saat latihan untuk pemantapan teknik, skill, dan fisik. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kota Malang berambisi untuk meraih medali di ajang Porprov Jatim VII 2022.

“Kita akan turun di kelas ekshibisi, dan persiapan sejauh ini anak-anak sudah siap,” ujar Ketua Umum Perbasasi Kota Malang, Agustin Tri Wulandari.

Meskipun di Malang, kata Agustin, lapangannya kurang representatif untuk kegiatan softball atau baseball.

Perbasasi Kota Malang memiliki inisiatif untuk melakukan pemantapan teknik, skill, dan fisik di lapangan Bumi Marinir yang berbeda di Gunungsari, Kota Surabaya.

“Kami bekerja sama dengan wali atlet dan bapak pengasuh untuk bersama-sama mengasah kemampuan anak-anak dengan melakukan tryout atau mengikuti kegiatan pertandingan open softball,” ucapnya.

Lawan anak-anak tim kota Malang putra dan putri itu banyak pemain nasional, Agustin melanjutkan, hasilnya anak-anak bisa bertanding dengan bagus.

Untuk itu, lanjut Agustin, Perbasasi Kota Malang mematok target minimal dapat meraih posisi dua besar dalam ajang Porprov Jatim VII.

“Harapan kami minim bisa juara kedua. Atlet Kota Malang secara fisik, psikis dan teknik masih di atas rata-rata dan bisa bersaing,” terangnya.

Sementara itu, coach Angga menjelaskan, untuk menghadapi ajang Porprov Jatim VII ini, berbagai persiapan dilakukan untuk meningkatkan performa atlet softball Kota Malang.

“Karena waktunya sudah pendek, dan sudah masuk ke tahap kompetisi utama maka kita fokus ke perbaikan dan evaluasi dari kekurangan serta kelebihan masing-masing tim baik putra maupun putri,” ujarnya.

Akan tetapi, kata Angga, pengurus Perbasasi Kota Malang menemukan kendala yang cukup mengkhawatirkan, karena di Kota Malang tidak memiliki lapangan softball.

Dan akhirnya harus menggunakan lapangan sepakbola yang mana lapangan tersebut tidak 100 persen rata.

“Kendala kita itu lapangan, karena di kota Malang tidak ada lapangan softball otomatis kita pakai lapangan sepakbola,” pungkas Angga. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com