Connect with us

Pemerintahan

Senin Uji Coba Penutupan Kayutangan

Diterbitkan

||

Senin, Polresta-Dishub uji coba penutupan Kayutangan. (Foto : Fir)

 

KABARMALANG.COM – Penutupan area Kayutangan hingga kini belum diberlakukan. Karena penutupan menunggu persetujuan dari Polresta Malang Kota.

Lampu hijau diberikan Polresta Makota. “Senin pekan depan akan diuji coba penutupan Kayutangan,” ujar Kasatlantas Polresta Makota, AKP Ramadhan Nasution di Klojen, Jumat sore (6/11).

Menurut Rama, sapaannya, penutupan harus diuji coba. Supaya, pengguna jalan terdampak memahami rute barunya.

“Karena, Kayutangan ditutup dua bulan total. Tidak ada buka tutup. Kawasan itu mau di-paving seperti Braga Bandung,” tandas Rama.

Menurutnya, uji coba mengakomodasi pelaku usaha dan tempat ibadah. Di situ, ada gerai cepat saji sampai gereja.

Misalnya, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. McDonald. Sarinah. Toko Oen. BCA. Whiz Hotel. Trio Indah 2 dan PLN.

Polresta Makota juga ikut terdampak. Karena, jalur pertigaan besar Avia dipastikan tutup.

“Karena itu, perlu uji coba. Akan disiapkan kantong parkir di tiap batas penutupan. Lokasi parkir dihandel pemuda setempat,” ujarnya.

Dishub Kota Malang merancang solusi untuk pelaku usaha.

“Solusinya, meminjam jalan ke Hotel Trio dan McDonalds PLN. Ini untuk akses keluar masuk pelaku usaha maupun warga di sana,” terang Kasi Manajemen Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Heriyono.

Untuk menuju Oro Oro Dowo, pengendara harus memutar.(fat/carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Aliansi Jogo Ngalam Tolak Disintegrasi Bangsa

Diterbitkan

||

Aliansi Jogo Ngalam Tolak Disintegrasi Bangsa
Aksi Aliansi Jogo Ngalam saat berorasi di depan Balai Kota Malang. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Aliansi Jogo Ngalam menolak intoleransi dan perpecahan bangsa. Demonstrasi aksi damai pun dihelat di depan Balai Kota Malang.

Puluhan orang berorasi dan menggelar banner penolakan. Mereka menolak isu disintegrasi yang menyeruak belakangan ini.

“Kami gerah karena banyak isu perpecahan bangsa dan intoleransi. Sebagai anak bangsa, kami terpanggil. Indonesia itu berdiri atas keragaman dan perbedaan,“ Isrofi Samsuri, Koordinator Aksi Aliansi Jogo Ngalam kepada wartawan, Jumat (27/11).

Aksi ini bertujuan menolak isu perpecahan yang disiratkan FPI. Karena itu, ada banyak banner yang menolak intoleransi FPI.

Misalnya, banner bertuliskan ‘Wong Malang Tolak FPI dan Habib Rizieq’. Ada lagi banner ‘Semoga Allah memberikan hidayah kepada Rizieq Syihab. Agar beliau tidak masuk dalam golongan orang yang suka ghibah’.

Lalu, banner ‘Wong Malang Dukung TNI Polri Jaga NKRI’. Isrofi tidak menampik kegeramannya kepada kelompok pemecah belah.

Dia juga membenarkan massa ini mendesak pembubaran FPI. Karena, FPI dinilai mengacak-acak bangsa Indonesia.

“Bisa dilihat kelompok mana yang memprovokasi. Kedoknya berpakaian putih. Berjubah. Tapi berkata-kata kotor yang bisa menyinggung yang lain,” sambung Isrofi.

Dia menegaskan kelompok itu harus dihentikan. Provokasi dan kata kotor juga harus dihentikan.

Jika tidak, maka massa demonstran akan lebih banyak lagi. Dalam demonstrasi, aliansi Jogo Ngalam berdeklarasi.

Mereka menolak perpecahan bangsa. Massa ini juga meminta Malang damai dan aman.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Politik

Siapa Pengganti Anggota DPRD Fraksi PDIP Yang Meninggal Beberapa Waktu Lalu?

Diterbitkan

||

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Setelah kehilangan empat kader terbaiknya, akibat kecelakaan dalam perjalanan menuju Yogyakarta dalam rangka kunjungan kerja.

DPC PDI Perjuangan tampaknya sedang menyiapkan calon pengganti dua kader PDIP yang juga menjadi anggota DPRD (PAW), yang juga turut dalam kecelakaan tersebut. Yakni Hari Sasongko dan Hariyanto.

“Sebenarnya kemarin sudah sempat kita bahas untuk PAW nya Pak Didik Gatot Subroto yang mencalonkan diri sebagai Wabup Malang nomor urut 1. Yaitu Pak Amari rencananya. Namun Tuhan berkehendak lain. Pak Amari akhirnya juga dipanggal Yang Maha Kuasa. Ya terpaksa harus kita siapkan lagi,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari.

Usai keempat kader tersebut, duka PDIP semakin menyelimuti, setelah satu kadernya lagi turut menyusul keempat orang tersebut beberapa waktu berikutnya, yakni Mujiono.

Padahal, mendiang Mujiono sebelumnya dikabarkan akan PAW menggantikan Hariyanto.

“Tentunya kami (PDI Perjuangan) semua merasa kehilangan. Namun, fungsi wakil rakyat tetap harus berjalan. Tapi mungkin akan kembali komunikasikan setelah Pilkada. Agar tetap bisa fokus menang 9 Desember mendatang,” jelas Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jatim ini.

Untuk PAW nya sendiri, Untari mengaku bahwa pihaknya akan mengikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Artinya, dirinya akan tetap melihat nama-nama kader PDIP Kabupaten Malang yang sudah tercantum sesuai urutan dan daerah pemilihan (dapil) nya masing-masing.

“Urutannya kan sudah ada. Daftarnya juga ada di KPU. Tentu kami akan lihat dulu. Sebagai warga negara yang taat undang-undang kita harus bisa patuhi aturan yang ada. Tapi itu tadi, mungkin setelah Pilkada baru akan kita komunikasikan lagi,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun Kabarmalang.com, mengacu pada hasil perolehan suara pada Pileg 2019 lalu.

Ada tiga nama yang mungkin di PAW untuk mengisi kekosongan kursi DPRD Kabupaten Malang menggantikan kedua anggota DPRD yang meninggal dunia, ditambah pengganti Didik Gatot Subroto yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri calon Wakil Bupati Malang.

Didik Gatot Subroto dan Hariyanto, selaku mantan anggota DPRD Dapil 6, kemungkinan akan digantikan oleh Wahyu Indriyanti dan Yulis Farida, jika mengacu pada urutan hasil perolehan suara terbanyak.

Sebelumnya, ada nama Amari pengganti Didik dan Mujiono pengganti Hariyanto. Namun karena keduanya sama-sama meninggal dunia, tentu saja tidak jadi.

Sedangkan untuk dapil I, ada nama Reni Purwiningtyas yang memiliki jumlah perolehan suara terbanyak setelah Hari Sasongko. (imr/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kapolda Jatim Silaturahmi Ketua PWNU

Diterbitkan

||

Kapolda Jatim Silaturahmi Ketua PWNU
Silaturahmi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dengan Ketua PWNU jatim KH Marzuki Mustamar di Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengunjungi Malang. Nico bersilaturahmi dengan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Jumat (27/11) pagi, Nico datang ke PP Sabilurrosyad Gasek. Di situlah Kiai Marzuki berkantor dan mengasuh santrinya.

Nico datang ke Gasek ditemani Forpimda Kota Malang. Yaitu, Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarowo. Serta, Kapolresta Makota Kombespol Leonardus Simarmata.

“Saya sengaja datang untuk silaturahmi dengan Ketua PWNU Jatim. Penting bagi saya untuk berkolaborasi dengan Kiai Marzuki. Karena, kami harus bersama jogo Jawa Timur,” ujar Nico kepada wartawan usai silaturahmi di Gasek, Karangbesuki.

Menurut Nico, PWNU Jatim adalah organisasi umat terbesar Jatim. Sehingga, perannya pun besar bagi Jawa Timur.

Nico datang meminta doa dan dukungan untuk Jawa Timur. Supaya, PWNU Jatim ikut aktif mendukung kebijakan pemerintah.

“Khususnya penanganan Covid-19 dan Pilkada. Kami orang baru, memohon restu melaksanakan tugas Kapolda Jatim,” tandasnya.

Tak lupa, Nico menitipkan para Kapolres-nya di penjuru Jatim. Termasuk, Leo yang bertugas di Malang Kota.

Dia meminta NU bersinergi dengan seluruh Kapolres di Jatim. Serta, mendorong sinergi TNI-Polri ulama. “Sinergi ini untuk jogo keamanan Jawa Timur,” tutupnya.

 

Disambut Baik Kiai Marzuki

Kiai Marzuki sangat antusias menyambut Nico. Karena, keamanan Jawa Timur tidak hanya soal pendekatan kedinasan.

“Tapi juga pendekatan kultural, silaturahmi kepada tokoh. Dengan melaksanakan ini, separuh upaya mengamankan Jatim sudah selesai,” ujar Kiai Marzuki.

Menurut Kiai Marzuki, ulama adalah pemimpin umat. Lewat hubungan baik dengan ulama, pendekatan umat pun berjalan.

KH Marzuki Mustamar, Irjen Nico Afinta, Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Kapolresta Makota Kombespol Leonardus Simarmata

“Beres atas, insyaallah beres bawah. Intinya bagaimana Jatim aman kondusif dan lancar semua,” terang Kiai Marzuki.

Kiai Marzuki pun menerima kehadiran Kapolda baru. Menurutnya, keputusan Kapolri menunjuk Nico bisa diterima.

“Siapapun yang berkhidmat di Jatim, harus diterima. Prosesnya matang, prosedural dan legal. Tak ada alasan menolak siapapun. Karena, Polri pasti berbuat yang terbaik bagi bangsa ini,” tutup Kiai Marzuki.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com