Connect with us

COVID-19

Dokter Meninggal Tertular Covid-19, Dari Tempat Praktek

Diterbitkan

||

Dokter Siswanto anggota IDI Malang Raya meninggal karena Covid-19
Dokter Siswanto anggota IDI Malang Raya meninggal karena Covid-19

KABARMALANG.COM – Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya, Dr dr Siswanto meninggal setelah terpapar virus Covid-19. Dugaan muncul, dokter Siswanto terserang virus dari tempat praktek pribadinya. Yaitu di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kasubbag Humas RSSA Malang, Dony Iryan Vebri Prasetyo, mengatakan, ada dugaan bahwa virus menyerang Siswanto dari tempat prakteknya di wilayah Kepanjen.

Menurut informasi yang dimiliki Dony, dokter Siswanto membuka praktek sebagai dokter umum di wilayah Kepanjen. Selama membuka praktek jumlah pasien yang datang cukup banyak.

Baca juga : Dokter di Malang Meninggal Karena Covid-19

“Informasi kami dapatkan, buka praktek umum di Kepanjen itu. Kemungkinan virus berasal dari sana,” terang Dony saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

Dony menegaskan, bahwa dokter Siswanto bukan berdinas di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, melainkan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).

Staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran UB ini dilarikan ke RSSA setelah mengalami sakit dengan gejala yang mengarah kepada Covid-19.

“Masuk dan dirawat di RSSA 14 Oktober, besoknya di-swab hasilnya positif. Dan besoknya lagi menjalani swab kedua, hasilnya sama positif. Ada riwayat gangguan sel darah merah saat dilakukan penanganan selama di RSSA,” jelas Dony.

Baca juga : Total 6 Dokter IDI Malang Meninggal Karena Covid-19

Sementara Ketua IDI Malang Raya dr Djoko Heri menyebut, sudah ada 6 dokter merupakan anggota IDI Malang Raya yang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19.

“Dengan dokter Siswanto, sudah enam dokter meninggal dunia sejak Maret lalu,” tegas Djoko terpisah.

Seperti diberitakan, Dr Siswanto meninggal dunia pada Senin dini hari tadi. Dia adalah dosen organik Fakultas Kedokter UB. FKUB sendiri, aktif bekerjasama dengan RSSA untuk penanganan Covid. (rjs/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

6 ASN Pemkot Malang Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM Enam ASN Pemkot Malang terkonfirmasi positif Covid-19. Ini dipastikan setelah hasil swab test mereka keluar.

Mereka berasal dari 15 ASN yang sebelumnya reaktif. Sembilan lainnya dinyatakan negatif.

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto membenarkan ini.  Enam ASN positif covid-19 berasal dari lingkungan Balai Kota Malang.

“Enam ASN akan ditempatkan di RSUD Kota Malang. Mereka akan menjalani tahapan isolasi,” ujar Nur Widianto, kepada wartawan, Jumat (4/12).

Menurut Wiwid, sapaannya, enam ASN tersebut tanpa gejala. Saat dites reaktif, mereka segar dan sehat-sehat saja.

Karena itu, demi kecepatan penyembuhan, mereka diisolasi. Namun, treatment mereka berbeda dengan pasien bergejala parah.

“Pemulihannya hanya penguatan dari sisi stamina tubuh. Terutama minum suplemen dan diajak berolahraga,” jelasnya.

Sedangkan 9 ASN yang negatif, tetap isolasi mandiri.

“Kami tetap rekomendasi isolasi mandiri. Walaupun hasil swab negatif. Karena, rapid testnya reaktif. Perlu jaga kondisi,” tutupnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Malang Sutiaji positif covid-19. Istri dan satu anaknya juga positif. Termasuk, Sekda Kota Malang Wasto.

Sejumlah 15 ASN kontak erat Sutiaji, ikut reaktif. Dari swab test, enam di antaranya positif.

Akibatnya, Pemkot Malang menerapkan WFH 14 hari. Separuh ASN bekerja normal. Separuhnya lagi kerja dari rumah. Ini dilakukan bergantian.(fat/yds)

 

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Puluhan Wartawan Kota Malang Swab Test

Diterbitkan

||

Proses akan dilakukan swab test kepada wartawan dan pegawai Humas Pemkot Malang di Labkesda. (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COMPemkot Malang menggelar swab tes bagi puluhan wartawan biasa meliput di lingkungan Pemkot Malang.

Selain awak media, pegawai bagian humas Pemkot Malang juga ikut dalam swab digelar di Labkesda, Kota Malang, Kamis (3/12).

Swab sebagai upaya mitigasi pasca, Wali Kota Malang, Sutiaji terkonfirmasi Covid-19. Begitu juga dengan belasan ASN di lingkungan balai kota terindikasi Covid-19 pasca menjalani tes cepat.

“Intensitas pertemuan wartawan cukup tinggi dengan pejabat Pemkot Malang. Khususnya Bapak walikota ” ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto kepada wartawan, di Labkesda.

Swab diharapkan, bisa memperjelas kondisi kesehatan awak media. Sehingga, kerja harian sebagai jurnalis tidak terganggu.

“Kami di humas Pemkot Malang juga swab tes. Karena memang persinggungan kerjanya bersama teman-teman media,” lanjutnya.

Hasil swab tes akan bisa diketahui dua atau tiga hari kedepan. Jika ada yang positif Covid-19, Dinas Kesehatan akan memberikan treatmen.

“Ada arahan nanti dari tim Dinas Kesehatan. Secara SOP diarahkan isolasi mandiri. Itu jika tidak disertai komorbid,” jelasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Rapid Test KPPS, Temukan Petugas Reaktif

Diterbitkan

||

Rapid test petugas KPPS jelang Pilkada Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMKPU Kabupaten Malang menggelar pemeriksaan kesehatan para petugas TPS. Sebab, coblosan Pilbup 2020 semakin dekat.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun di-rapid test. Tujuannya, untuk memastikan petugas KPPS bebas dari covid-19.

Rapid test digelar sejak 30 November hingga 2 Desember. Total, 34.993 petugas KPPS di-rapid test.

Petugas keamanan TPS sejumlah 9.998 orang juga di-rapid. Dari sekian KPPS yang di-rapid, ada temuan reaktif.

“Jumlahnya tidak bisa kami sampaikan. Karena ini berkaitan dengan kesehatan seseorang. Lagipula kegiatannya belum selesai. Jadi hasil resminya juga belum keluar,” ujar Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, Kamis (3/12).

KPU Kabupaten Malang, tidak tinggal diam. KPPS yang reaktif diminta isolasi mandiri.

“Sambil menunggu di-rapid test kedua kalinya,” imbuhnya. Namun, hal itu dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan Pilkada.

Sebab, KPU sudah mempersiapkan beberapa opsi penggantian KPPS reaktif. Jika TPS ada 2 KPPS reaktif, tidak ada penggantian.

“Misalnya, satu TPS lebih dari 2 orang reaktif. KPPS akan diganti. Kami segera mencari penggantinya,” sambungnya.

Menurut Mahardika, rapid test harusnya finish Rabu (2/12). “Tapi sampai saat ini belum selesai. Mungkin sudah berjalan sekitar 75 persen,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com