Connect with us

Serba Serbi

Dinkes Kabupaten Malang Sesalkan Permasalahan Klinik Pratama Klagen Medis

Diterbitkan

||

Arbani Multi Wibowo Kepala Dinkes Pemkab Malang

 

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menyayangkan timbulnya perseteruan antara Direktur PT Halim Hasanah Medika (Klinik Pratama Klagen Medis, red), Hani Alfiyatulaili Mufida dengan mantan perawat Klinik, Try Hendra Adisetya Saputra (28).

Dalam persoalan tersebut, Direktur PT Halim Hasanah Medika (Klinik Pratama Klagen Medis, red), Hani Alfiyatulaili Mufida dituduh telah menggelapkan Surat Tanda Registrasi (STR) Keperawatan asli Nomor P2T/3154/03.02/01/V/2018 milik Try Hendra Adisetya Saputra (28), warga Desa Triwung Lor, Kademangan. Kabupaten Probolinggo.

“Seharusnya permasalahan itu tidak terjadi,” ujar Arbani Multi Wibowo Kepala Dinkes Pemkab Malang, Minggu (30/08/2020) ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Dalam permasalahan ini, lanjut Arbani, dirinya telah berusaha untuk melakukan mediasi untuk mencari jalan keluarnya, karena dinilai dapat mencoreng nama Dinkes Pemkab Malang, khususnya Pratama Klagen Medis.

“Saya pernah beberapa kali memanggil mereka, tapi tidak ada yang hadir, baik dari pihak PT Halim, maupun perawat tersebut,” terangnya.

Akan tetapi, tambah Arbani, jika dilihat dari peraturan ketenagakerjaan, dalam hal ini Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), sejatinya tidak ada aturan yang memperbolehkan perusahaan untuk menahan surat-surat berharga milik karyawan, termasuk ijazah.

“Sebenarnya menurut aturan, STR Keperawatan asli milik seorang perawat, harus berada di Kantor Dinkes. Namun, saya sendiri juga tidak tahu, kenapa STR asli itu dibawa pemilik klinik,” tukasnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, Direktur PT Klinik Halim Hasanah Medika mengadukan mantan pegawainya, Try Hendra Adisetya Saputra ke Polres Malang pada Kamis (27/08) atas pencemaran nama baik klinik.

Karena, Try Hendra Adisetya Saputra telah melayangkan surat somasi yang ditembuskan ke Dinkes Jatim, IDI Malang, Polres Malang, hingga Menkes RI, lantaran mengira jika telah dikeluarkan secara kepegawaian atau dipecat sepihak, karena dikeluarkan dari grup WhatsApp pegawai Klinik Pratama Klagen Medis.

Dalam surat somasi itu Try Hendra Adisetya Saputra, juga menginginkan izin praktik klinik dicabut. Bahkan, Try Hendra Adisetya Saputra meminta bantuan Kumdam V/Brawijaya untuk menangani masalah ini. (ski/fir)

Serba Serbi

Persipura FC Gagal Jadikan Stadion Kanjuruhan Sebagai Home Base, Kadispora: Hanya Untuk Arema

Diterbitkan

||

Oleh

Kadispora Kabupaten Malang Atsalis Supriyanto (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Keinginan Persipura FC menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai kandangnya dalam Liga 1 Shopee 2020 tampaknya kandas. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Malang tidak mengizinkan keinginan klub kesebelasan asal Jayapura tersebut.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto, Senin (28/09/2020). Pihaknya mengaku menolak permintaan manajemen Persipura FC saat meminta Stadion Kanjuruhan untuk dijadikan home base.

Atsalis mengatakan bahwa penolakan itu bukan karena alasan ras. Tapi pihaknya ingin Stadion Kanjuruhan hanya digunakan sebagai kandang Arema FC.

“Jadi tidak ada unsur rasis atau apa. Hanya saja kami ingin memprioritaskan untuk Arema saja,” imbuhnya.

Apalagi, masih kata Atsalis saat ini kondisi Kabupaten Malang sudah masuk masa Pikada, sehingga Pemerintah Kabupaten Malang ingin meminimalisir adanya keramaian.

“Ya, juga karena saat ini sudah masuk masa Pilkada 2020. Jadi kami (Pemkab Malang) juga terkonsentrasi di sana. Kalau ada banyak pertandingan nanti terpecah. Makanya kami sudah berkoordinasi dengan Polres dan TNI. Hasilnya stadion Kanjuruhan lebih baik hanya untuk Arema saja,” bebernya.

Saat disinggung stadion mana yang kemungkinan akan dipergunakan Persipura FC sebagai home base, Atsalis mengatakan, kemungkinan besar stadion kandang tim mutiara hitam itu akan berada di Semarang.

“Kalau tidak mungkin di Yogyakarta. Pokoknya katanya di Jawa Tengah dari hasil komunikasi kami dengan Persipura. Sebab di Stadion Gajayana tidak diperbolehkan juga oleh Pemerintah Kota Malang, sebab di sana sedang ada renovasi,” tutupnya.

Sebagai informasi, Persipura FC sendiri akan melakoni laga kandang pada 13 Oktober mendatang. Lawannya adalah Bhayangkara FC dalam lanjutan liga 1 Shopee 2020.

Sebelum laga kandang, Persipura FC menjadi tim tamu pada dua laga awal. Yakni melawan Persela Lamongan pada 3 Oktober dan melawan Persik Kediri pada 8 Oktober. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Review Museum Mpu Purwa, Mahasiswa UB Juara 1 Lomba Vlog

Diterbitkan

||

Oleh

Arif dan Sekar, juara 1 Lomba Vlog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

 

KABARMALANG.COM – Ni Luh Putu Sekar Ayu Rian Putri atau yang akrab disapa Sekar, mahasiswi Fakultas Hukum Brawijaya keluar sebagai juara 1 lomba vlog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sekar, mereview Museum Mpu Purwa dengan mengambil konsep dengan cara membawa penonton ke suasana jaman sejarah pada masa itu.

“Jadi kita mencoba ajak orang melihat museum dari sudut pandang lain. Merasakan hal yang berbeda,” ujar Sekar, di Halaman Balai Kota Malang, Senin (28/09/2020).

Sekar berujar bahwa Museum Mpu Purwa itu konsepnya asik, modern dan instagramable.

“Asik banget, gak kayak museum lain, benar-benar millenial,” imbuhnya.

Menurutnya kenapa bisa dapat juara satu, karena konsep yang ditampilkan berbeda. “Orang orang gak kepikiran kalau museum bisa membawa kita ke masa lalu, merasakan apa yang berbeda,” tambahnya.

Dalam mengikuti lomba ini, Sekar bersama partnernya, Muhammad Arif, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Brawijaya. Terkait hadiah yang didapat, rencananya uang itu akan dijadikan untuk modal usaha makanan mereka.

Arif juga ikut menambahkan, ia berpesan untuk pemerintah, mungkin lebih memberdayakan lagi tempat-tempat wisata seperti museum, tempat wisata yang jarang dikunjungi kaum millenial.

“Biar museum tidak dianggap sebagai tempat yang membosankan, juga sebagai tempat yang asik,” pungkas Arif. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pastikan Bebas Corona, Tim Arema FC Jalani Swab

Diterbitkan

||

Pelatih Arema FC Carlos Oliveira saat menjalani tes swab

 

KABARMALANG.COM – Tim Arema FC hari ini menjalani tes swab. Langkah untuk memastikan bebas virus Covid-19 itu diikuti oleh pelatih, pemain dan official Singo Edan. Manajemen berharap hasil swab dapat diketahui secepatnya.

“Alhamdulillah, tes swab bisa dilakukan secepatnya hari ini. Karena ada perubahan jadwal, seharusnya bertanding away, ada pertandingan home 3 Oktober nanti,” ungkap Media Officer Arema FC, Sudarmadji kepada wartawan di Kandang Singa, Senin (28/8/2020).

“Semoga dalam waktu satu sampai dua hari ini, hasil tes swab bisa diketahui. Karena nanti, akan ada banyak keputusan. Teruta dari tim medis untuk berkomunikasi,” sambungnya.

Sudarmadji membeberkan, tes wab dilakukan kepada dua grup. Sesuai dengan arahan PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang pertama adalah dari LOC (Locus of Control) yang bertugas di area zona 1.

“Jadi di zona 1, diwajibkan untuk menjalani swab. LOC ini sebanyak 32 orang. Nama-namanya, dua hari lalu sudah dikirim ke LIB sebelumnya,” tuturnya.

Untuk tim sendiri, lanjut Sudarmadji, difokuskan kepada seluruh pemain dan official. Sementara untuk jumlahnya, akan dikomunikasikan dengan tim medis.

“Karena jumlahnya tidak pakem, karena ada penyesuai-penyesuaian. Karena banyak yang bertugas di zona 1 dari unsur tim. Meskipun diatur oleh LIB hanyalah pemain dan official yang terdaftar secara resmi,” sambungnya.

Berdasarkan data yang dikirim Arema FC ke LIB, jumlah official ada sebanyak 11 orang. Jika ditotal, jumlah pemain Arema sebanyak 26, akan ditambah jumlah official yaitu 11 orang.

“Tapi diluar jumlah itu, ada beberapa official yang tidak didaftarkan, tetapi harus ikut swab. Misalkan ball boy, dan perlengkapan harus mengikuti tes swab,” terangnya.

Sudarmadji mengungkapkan, apabila memang nantinya hasil swab ditemukan positif terserang virus COVID-19, maka akan segera dikomunikasi dengan PT LIB. Bagaimana, bisa menggantinya dengan orang lain.

“Semoga saja tidak, jangan sampai. Kita selalu berdoa. Kalau terrnyara positif, ini kita harus berkomunikasi dengan LIB. Seperti apa untuk mengisi kekosongan,” pungkasnya. (rjs/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com