Serba Serbi
Digitalisasi Arsip, Cara Museum Musik Indonesia Siasati Pandemi

KABARMALANG.COM – Mendengarkan musik tentu sudah hampir menjadi aktivitas yang tak terpisahkan dengan keseharian kita. Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih, dengan cara menelusuri sejarah dan arsip musik, datang saja ke Museum Musik Indonesia, Jl Nusakambangan No 19 Kecamatan Klojen, Kota Malang.
“Kita ingin menjadi pusat dokumentasi karya musik di Indonesia, karya musik ya bentuknya rekaman, ada kaset, CD, piringan hitam, dan mungkin ada bentuk-bentuk lainnya juga,” ujar Hengki Herwanto pengelola Museum Musik Indonesia, Minggu (30/08/2020) kepada Kabarmalang.com.
Itulah yang kita kumpulkan, lanjut Hengki, kita rawat, kita pajang, kita daya gunakan, kita pamerkan, kita teliti, dan kita kaji. Kajian sementara ini lebih banyak oleh mahasiswa, misalnya membuat tugas kampus atau skripsi, mencari datanya di sini.
Digitalisasi arsip juga berfungsi untuk mengantisipasi koleksi-koleksi tersebut agar tidak rusak dan hilang, misalnya saja jika terjadi kebanjiran dan kebakaran.
Hengki juga mengatakan museum ini juga terdampak pandemi Covid-19. Misalnya, untuk jumlah pengunjung menurun sekali, sehari mungkin satu atau dua pengunjung saja. Akhirnya, mereka terfikir menyiasatinya dengan mendigitalisasi dari koleksi fisik ke dalam bentuk digital.
“Kita scan satu persatu, kemudian kita convert ke PDF, kita urutkan halamannya, yang nanti akan kita posting di website kita, supaya bisa diakses masyarakat. Sementara masih free, belum terpikirkan. Kita juga memikirkan apakah kita kembangkan,” lanjutnya.
Hengki menuturkan bahwa museum ini dikelola secara swadaya, dananya itu mandiri, yang dikumpulkan dari pengunjung, dari jual kopi, minuman, dan merchandise pun masih terbatas. Sehingga opsinya mereka adalah dengan mengajukan proposal ke lembaga pendanaan. Seperti Majalah Aktuil itu didanai dari UNESCO.
Selain itu, digitalisasi yang lainnya, sambung Hengki, mungkin akan mereka kembangkan ke lagu daerah. Lagu dari Aceh sampai Papua akan dipilih. Tetapi tidak hanya memindahkan audio saja, juga akan dilengkapi dengan notasi baloknya, menambahkan syair bahasa daerah seperti apa, lalu terjemahkan ke bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pun lengkapi cover albumnya.
“Lebih penting lagi kita lengkapi dengan pemaknaan filosofi, pasti lagu itu diciptakan ada latar belakang, ada pesan-pesan yang ingin disampaikan, perlu kita ulas, mungkin oleh ahli sejarah, ahli budaya, ahli dan antropologi,” ucapnya.
Proposal itu tentunya akan kita ajukan ke lembaga-lembaga yang memberikan support tentang kebudayaan, kesenian, permuseuman, atau pendokumentasian. (fat/fir)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara




































