Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Deklarasi Perang Terhadap Radikalisme dan Narkoba

Diterbitkan

,

Pemkot Malang Deklarasi Perang Terhadap Radikalisme dan Narkoba
Agenda deklarasi jaga NKRI lawan covid-19, radikalisme, terorisme dan narkoba. (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pemkot Malang deklarasi perang terhadap covid-19, radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Agenda deklarasi terhelat di halaman depan Balaikota Malang, Rabu (10/3). Perguruan tinggi, FKUB, NU, Muhammadiyah dan ormas hadir dalam deklarasi.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan. Kota Malang sedang memerangi covid-19. Tetapi, tantangannya adalah informasi-informasi hoaks yang masih berseliweran.

“Saat ini info-info hoaks sedang masuk kepada kita semua. Tujuannya merongrong program pemerintah. Padahal konsenstrasi kita sudah masuk ke PPKM mikro kedua,” ujar Sutiaji, Rabu (10/3).

Contohnya, beberapa hari lalu sekelompok mahasiswa dan komunitas demo. Demonstrasi tergelar di tengah pandemi covid-19.

Kabar Lainnya : Isu Separatis Susupi Demo Hari Perempuan Internasional Di Malang.

“Bagaimana pencegahan itu bisa terlaksana dengan baik. Inilah kenapa saya hadirkan juga perguruan tinggi,” terang orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

“Demo tersebut teknisnya di lapangan ternyata susah terkendali. Alasannya akan pakai protokol covid-19. Tetapi masih terlihat berkerumun,” tambahnya.

Soal terorisme radikalisme, Sutiaji menyinggung beberapa hari lalu. Densus 88 berhasil meringkus teroris di wilayah Malang Raya.

Kabar Lainnya : Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AYR Di Singosari Malang.

Sehingga, dia menggandeng seluruh komunitas, FKUB, ormas, dan karang taruna. Kota Malang harus bahu membahu menangkal radikalisme terorisme.

Karena itu, Pemkot Malang deklarasi perang terhadap radikalisme.

“Sehingga ada kewaspadaan yang kita lakukan bersama-sama. Keutuhan NKRI yang menjadi cita-cita kita, tentu sebuah keniscayaan,” jelasnya.

“Ayo jaga kondusivitas Kota Malang. Lawan siapapun yang membuat kisruh di Malang. Narkoba, radikalisme dan terorisme akan berhadapan dengan kita semua,” tegasnya.

Sutiaji menuturkan, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. “Andai Indonesia tercoreng, namun kita tidak marah. Maka berarti iman kita mungkin sudah hilang,” tutupnya.(fat/yds)

Iklan

Terpopuler