Connect with us

Kabar Batu

Manfaatkan Potensi Hutan, Pemkot Batu Geliatkan Tanaman Porang

Diterbitkan

,

IMG 20200901 135316
Penanaman porang secara simbolik oleh Pemkot Batu

 

KABARMALANG.COM – Bagi sebagian publik tanaman porang mungkin masih cukup terasa asing, padahal tanaman asli Indonesia ini kaya akan karbohidrat, protein dan sudah cukup lama dimanfaatkan sejak jaman Jepang.

Berdasarkan dari hal tersebut, Pemkot Batu berupaya akan menggeliatkan pertanian tanaman porang sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Area Model Konservasi Edukasi (AMKE).

“Ini bisa menjadi alternatif penyediaan bahan pangan di masa mendatang,” ujar Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Selasa (01/09/2020).

Dewanti juga mengungkapkan sebelumnya Pemkot juga telah menjalin kerjasama dengan ITS untuk memanfaatkan tanaman herbal untuk menunjang pariwisata di Kota Batu, terlebih dengan kehadiran tanaman porang ini.

Lebih lanjut, Dewanti menerangkan tidak hanya tempat wisata, wisatawan yang datang nanti juga diharapkan mendapatkan edukasi tentang tanaman pangan tersebut.

Wanita yang akrab disapa Bude tersebut juga berharap masyarakat dapat memiliki pengetahuan tentang tanaman porang dan lainnya. Di sisi lain, pendampingan yang dilakukan oleh ITS juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga, terutama petani porang.

“Ini adalah program pengabdian masyarakat dari ITS. Selama lima tahun didampingi oleh ITS diharapkan terus berkembang dan bermanfaat. Program ini bisa menjadikan satu proyek awal saingan dengan obat tradisi Tiongkok atau Traditional Chinese Medicine (TCM),” tuturnya.

Terpisah, Sapto Yuwono Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim di Malang menjelaskan walaupun sudah ada dimasa Jepang, budidaya dan industrinya baru disadar belakangan ini.

Terlebih sejak akhir perang dunia kedua, porang telah diekspor ke Jepang, Taiwan dan Korsel, demikian juga pengelolaannya. Sejak 1975 semakin menggeliat karena nilai ekonomisnya mulai terasa.

“Peluang bisnis yang besar mendorong masyarakat dan pengusaha mengembangkan Porang secara masal. Kelompok dan industri mulai mengolah Porang agar diterima pasar lokal maupun nasional,” tukasnya. (arl/fir)

 

Iklan

Terpopuler