Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Distribusikan BST dari Kemensos Senilai 6.000 Ribu

Diterbitkan

,

IMG 20200603 021527

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang bersama PT Pos Indonesia kembali melanjutkan distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bantuan tersebut senilai Rp 600 ribu yang akan disalurkan lewat kelurahan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 20.098 warga Kota Malang yang sudah terdata.

Sabtu (09/05/2020), sebanyak 120 warga yang tinggal di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, yang terdampak virus Corona mulai mengambil bantuan tersebut di Kantor Kelurahan Arjowinangun.

“Hari ini disalurkan serentak ke 37 kelurahan di Kota Malang. Terakhir hari Senin, dan selasa harus selesai semuanya,” kata Kepala Kantor Pos Kota Malang, Agung Janarjono.

Agung, sapaan akrabnya itu menyampaikan, bahwa Kota Malang menjadi daerah pertama di Malang Raya yang telah menyalurkan BST dari pusat.

Selain itu, pendataan warga yang mendapatkan bansos tersebut dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial pusat.

“Warga yang tidak bisa mengambil pada hari itu akan kami serahkan ke rumahnya. Dan bagi warga yang meninggal nanti akan kami kembalikan ke pusat. Karena nanti akan ada pertanggungjawaban tersendiri dari pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, yang hadir meninjau langsung proses penyaluran bansos di Kelurahan Arjowinangun memberikan apresiasi yang baik kepada panitia dan warga penerima. Ia mengatakan, warga yang datang untuk mengambil bantuan ini sangat disiplin. Seperti memakai masker dan juga menerapkan pembatasan jarak atau physical distancing.

“Masyarakat sudah disiplin, begitu pula penerapan jaga jarak juga rapi. Selain itu, prosesnya juga cepat karena menggunakan barcode,” ucapnya.

Pria nomor satu di Pemkot Malang itu menambahkan, bagi masyarakat yang sudah didata, namun belum mendapatkan bantuan agar tidak perlu khawatir. Dikarenakan, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pusat akan mendapatkan bantuan dari pemda atau pemprov.

“Jadi mohon bersabar dulu. Nanti kalau dananya sudah turun, baru langsung kami salurkan. Dalam waktu dekat ini nanti warga yang didata oleh Dinas Sosial dan PKL dari Diskoperindag yang akan mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

Iklan

Terpopuler