Connect with us

Serba Serbi

Dampak Peyegelan Tandon Sumber Pitu, Warga Laporkan PDAM Kota Malang ke Ombudsman

Diterbitkan

,

Forum Penyelamat Sumber Pitu menyegel tandon air Simpar. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pasca peyegelan tandon air Sumber Pitu di Dusun Simpar Wringinanom Poncokusumo, dampaknya berimbas di wilayah Wonokoyo, Kota Malang.

Pantauan dari lapangan, tampak warga Perumahan Grand Hill, Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang, harus merogoh kocek sendiri untuk membeli air galon buat keperluan sehari-seharinya.

“Sudah tiga hari terakhir airnya mati, padahal semua warga di perumahan ini sudah berlangganan air PDAM Kota Malan,” ujar Bayu Diktiarsa (35) warga perumahan setempat.

Bayu Diktiarsa mengeluh, dia sudah tiga hari ini kekurangan air.

“Sejak Sabtu air mati, sampai hari ini juga dan terpaksa memakai air cadangan,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).

Air cadangan pun kini mau habis. Namun air PDAM Kota Malang belum juga hidup. Untuk itu dia telah melapor kejadian air mati tersebut ke Ombudsman Jawa Timur.

Sebab, matinya air PDAM Kota Malang ini bukan pertama kali. Sudah berkali-kali terjadi dan tidak ada solusi pasti dari PDAM Kota Malang untuk memperbaiki pelayanannya.

“Baru saja, saya lapor karena selalu saja masalah air mati ini atau pipa pecah tak kunjung ada solusi jelas,” ujarnya.

Sementara, untuk tidak teralirinya air PDAM Kota Malang beberapa hari ini, Bayu mengetahui penyebabnya. Dia mendengar, tandon air Sumber Pitu di Dusun Simpar, Wringanom Poncokusumom di segel oleh warga dan petani.

“Iya dengarnya seperti itu,” tuturnya.

Seperti di beritakan sebelumnya, Forum Penyelamat Sumber Pitu menyegel tandon air Simpar. Ada spanduk bertuliskan “Kembalikan Sumber Pitu, Petani Juga Butuh Air” berukuran 3 x 1 meter. (cdm/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih