Connect with us

Hukrim

Mengaku Ahli IT dan Kenal Pejabat di Kemendagri, Pemuda ini Tipu Ratusan Juta

Diterbitkan

||

Mengaku Ahli IT dan Kenal Pejabat di Kemendagri, Pemuda ini Tipu Ratusan Juta

KABARMALANG.COM – Mengaku ahli IT dan kenal pejabat di Kemendagri, pemuda ini tipu ratusan juta. Satuan Resintel Kriminal (Satreskrim) Polres Batu menangkap Damako Siada alias Diko alias Rudi Wiroharjo (35), warga Jalan Martorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Dan tersangka lain Moh. Kharis Slamet Waluyo alias Aris alias Zen (33) warga Jalan Terusan Tanjung Putra Yudha, Kota Malang, itu karena telah melakukan penipuan.

Tersangka menipu dengan modus menjanjikan korbannya untuk bisa masuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Batu. Syaratnya dengan menyerahkan sejumlah uang.

Wakapolres Batu Kompol Zein Mawardi, A.Md menjelaskan kronologisnya, sekira awal tahun 2014, korban mengenal dengan tersangka Damako Siada alias Diko alias Levin dalam hubungan bisnis ternak burung kenari di rumah kontrakan tersangka yang beralamatkan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

“Selanjutnya tersangka berpura-pura sebagai Ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda dalam melacak nomor telepon, sehingga mengaku mempunyai kenalan pejabat Eselon ll di Kemendagri Jakarta bernama Pak Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS dengan syarat menyerahkan nama peserta, formasi (posisi) yang di ikuti, nomor pendaftaran dan biaya operasional sebesar Rp 2.500 ribu hingga Rp 10 juta,” terang Zein Mawardi saat Konferensi Pers di Mapolres Batu, Kamis (5/9/19).

Kasus ini terungkap ketika salah satu korban Muhadib (60) warga Jalan Patimura, Gg Vll, RT.04, RW.07, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu bersama kurang lebih 20 orang, melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Batu, pada 16 Agustus 2019.

Orang nomor dua di jajaran Polres Batu ini menambahkan, korban merasa tertipu karena dijanjikan tersangka bisa masuk ASN. Namun, pada kenyataannya hal itu tidak kunjung terwujud. Padahal para korban-korbannya telah menyetor uang hingga Rp.6.08.000 (enam ratus delapan juta rupiah) kepada tersangka.

“Korban dan tersangka bertemu awal tahun 2014, tepatnya bulan Januari. Korban menyerahkan berkas penerimaan persyaratan CPNS dan bukti transferan Rp 85 juta kepada tersangka, pada 22 Juni 2014. Kemudian tanggal 10 Januari 2019 korban transfer lagi Rp 80 juta. Tapi sampai tahun 2019 janjinya tidak terealisasi sehingga korban melaporkannya,” imbuhnya.

Polisi melakukan penyidikan hingga akhirnya meringkus kedua tersangka di rumahnya masing-masing. Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, tersangka telah melakukan aksi serupa kepada enam korban di wilayah yang berbeda.

Perwira tinggi Polres Batu ini membeberkan, bahwasanya seluruh korban dijanjikan tersangka bisa masuk ASN dengan syarat menyetorkan uang dengan nominal bervariasi setiap korban, yakni berkisar Rp 65 juta – Rp 85 juta per orang.

“Tersangka mengaku kepada korban kalau pernah memasukkan seseorang jadi ASN. Jadi korban mudah percaya dan menuruti semua kemauan tersangka,” paparnya.

Di hadapan polisi dan awak media, tersangka mengaku nekat melakukan penipuan karena terhimpit masalah ekonomi dan membutuhkan uang.

“Himpitan masalah ekonomi membuat saya melakukan ini. Saya tidak punya uang, dengan begitu (menipu) bisa cepat dapat uang banyak,” katanya.

Tersangka menjelaskan uang yang ditarik dari para korban tidak pernah digunakan untuk membiayai proses rekrutmen ASN seperti yang telah ia dijanjikan.

Namun uang tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadinya, termasuk untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Akibat perbuatannya, kini kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP Junto 55 ayat 1 KUHP Junto 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 4 (empat) tahun.

 

 

 

Penulis : Doi Nuri

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Kapolresta Malang Kota Siap Antisipasi Balap Lari Liar

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata

 

KABARMALANG.COM – Saat ini balap lari liar sedang marak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Balap lari liar tersebut layaknya balap motor liar, yakni satu lawan satu, biasanya dilakukan dini hari/tengah malam.

Mereka beradu kecepatan dengan berlari ditengah jalan dengan banyak penonton.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di wilayah Kota Malang, Polresta Malang Kota akan mengintensifkan patroli keamanan di semua titik.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan bila melihat kegiatan tersebut.

“Terkait antisipasi balap lari liar, infokan saja ke kami, bila ada yang melihat. Petugas akan segera datang ke lokasi dan membubarkan kegiatan tersebut,” tegas Leo sapaan akrabnya, Jumat (25/09/2020).

Polisi siap memberikan tindakan tegas kepada para pelaku balap lari liar, apalagi sampai merugikan masyarakat.

“Pastinya akan kami proses, karena apa yang dilakukan mereka, sama sekali tidak mematuhi protokol kesehatan. Apalagi ada unsur perjudian didalamnya dan menganggu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution menambahkan jika pihaknya akan menggiatkan patroli dibeberapa titik di wilayah Kota Malang untuk antisipasi kegiatan balap liar.

Rama mengatakan walau saja di Kota Malang masih belum ditemui kegiatan serupa seperti yang terjadi di kabupaten, tetap akan dilaksanakan patroli.

Rama memberikan pesan kepada masyarakat untuk tidak ikut-ikutan kegiatan tersebut.

“Saat ini masih pandemi Covid-19. Lebih baik kita ikuti protokol kesehatan, sesuai apa yang dianjurkan pemerintah. Bila kami temukan kegiatan itu saat patroli, pasti akan kami tindak dan kami bubarkan langsung,” tegasnya. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Suket Teki Permudah Urus SKCK di Polres Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat meluncurkan Suket Teki di Polres Malang, Kamis (24/9/2020). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Malang yang ingin mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan Surat Keterangan Kehilangan kini lebib mudah.

Pasalnya Polres Malang meluncurkan aplikasi berbasis online untuk mengurus kedua surat tersebut bernama Suket Teki.

Suket Teki merupakan akronim dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan Surat Keterangan Kehilangan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan kehadiran layanan terbaru itu merupakan inisiatif dari satuan intelijen dan Keamanan Polres Malang. Tujuannya untuk memudahkan layanan masyarakat Kabupaten Malang yang berada di wilayah hukum Polres Malang.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Sat Intelkam, yang berinisiatif membuat inovasi terbaru dalam pembuatan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan online. Nantinya, mulai hari ini dilaksanakan di jajaran Polres Malang,” kata AKBP Hendri Umar dalam apel peluncuran Suket Teki di lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Kamis (24/9/2020).

Untuk mendukung aplikasi tersebut, Polres Malang menyediakan mobil operasional untuk memberi pelayanan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan di suatu wilayah Kabupaten Malang.

“Misalnya hari ini di Desa Tambakrejo, Kecamatan Ampelgading mengajukan untuk membuat SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan, maka mobil ini meluncur ke sana. Selebihnya nanti akan stand by di tempat-tempat keramaian seperti Kepanjen dan Singosari,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang, Iptu Muhammad Riza Rahman menjelaskan, Suket Teki bakal beroperasi setiap hari. Bahkan, Hari minggu juga akan memberikan layanan kepada masyarakat.

“Kalau Polres yang lain hanya menghadirkan layanan perpanjangan SKCK saja, Suket Teki ini kami rangkai dalam pelayanan pembuatan SKCK baru. Hari minggu kita tetap beroperasi,” singkatnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Janjikan Samurai, Warga Pujon Kuras Korban hingga 18 Miliar 

Diterbitkan

||

Oleh

Dua tersangka penipuan yang tertangkap

 

KABARMALANG.COM – Atim Hariyono dan Sugeng Sutrisno warga Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang akhirnya tertangkap oleh jajaran Polres Batu setelah berhasil memperdayai korbannya selama 4 tahun dan berhasil menguras uang hingga mencapai Rp. 18 Miliar.

Dua laki-laki tersebut memperdayai korban dengan cara menjanjikan bahwa mereka bisa mencarikan sebilah samurai asli jeoang dan memiliki nominal harga yang bisa mencapai triliunan rupiah.

“Namun sebelumnya harus ada ritual khusus dan pembiayaan sehingga dari situlah tersangka mulai menguras harta korban,” tutur Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama pada Rabu siang (23/09/2020).

Harvi juga menerangkan bahwa dari stigma yang ditanamkan itulah akhirnya korban bersedia terus membiayai proses ritual tersebut karena khawatir tidak mendapatkan keuntungan.

Lebih lanjut, Harvi mengungkapkan bahwa dari ungkap kasus tindak kejahatan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan ATM dan buku rekening berbagai bank, bukti resi transfer sejak tahun 2016, perangkat ritual seperti dupa, barang antik, keris, buku ritual dan doa, 1 unit mobil avanza, dan 1 unit mobil taft serta lainnya.

Harvi juga menambahkan dari kasus ini kedua tersangka dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 4 tahun.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus menerangkan bahwa pelapor sebenarnya bukan dari korban sendiri namun dari anak korban. “Bahkan hingga saat terakhir dia masih percaya, anaknya yang curiga itulah yang melaporkan,” ujarnya.

Jeifson bahkan menerangkan ketika Atim Hariyono tertangkap, tersangka mengaku tidak pernah mandi. “Bahkan ketika hendak dimandikan ia juga tidak mau karena takut ilmunya luntur,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com