Pemerintahan
Polres Malang Selidiki Dugaan Pelanggaran PPKM Wali Kota Malang

KABARMALANG.COM – Polres Malang menyelidiki dugaan pelanggaran PPKM Wali Kota Sutiaji dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Diberitakan sebelumnya, Walikota Malang, Sutiaji bersama jajaran Pemkot Malang diduga menggelar agenda bersepeda ke Pantai Kondang Merak, Minggu (20/9/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.
Mereka sempat dihadang oleh jajaran kepolisian saat hendak memasuki kawasan Kondang Merak akibat seluruh destinasi wisata belum buka karena masih pelaksaan PPKM Jawa-Bali.
Peristiwa penghadangan itu kemudian terekam video dan viral di media sosial.
Dalam video itu, Sekretaris Daerah Kota Malang tampak sedang bernegosiasi dengan jajaran kepolisian saat terjadi penghadangan.
Akibat peristiwa itu, Polres Malang tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran Wali Kota Malang, Sutiaji beserta jajaran Pemkot Malang.
“Ya, berdasarkan data di lapangan rombongan pesepeda itu adalah Walikota Malang beserta jajarannya. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono, Senin (20/9/2021).
“Setelah pemeriksaan saksi nanti kita akan memanggil pihak yang bersangkutan,” sambungnya.
Ditanya terkait izin masuk wisata, Bagoes mengaku belum tahu pasti, karena masih proses penyelidikan.
Hanya saja, ia memastikan pihaknya belum menerima penyampaian atau berita dari Pemkot Malang terkait adanya agenda bersepeda ke pantai Kondang Merak.
“Tapi pastinya kami belum tahu. Kita akan terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang terkait penanganan hal ini,” kata Bagoes.
Sedangkan adanya penghadangan itu, masih kata Bagoes kebetulan saat itu jajarannya sedang menggelar operasi rutin di sejumlah destinasi wisata untuk mengantisipasi adanya wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi wisata. Sebab selama PPKM Jawa Bali ini seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang masih tutup.
Dia belum bisa mengatakan dapat ijin atau tidak. Karena masih tahap penyelidikan. dan kalau mereka bilang ijin dll, saya tidak tahu. Karena dari pihak kepolisian tidak ada penyampaian atau berita bahwa mereka akan gowes ke kawasan tersebut.
“Iya itu kebetulan petugas sedang patroli rutin setiap hari untuk memeriksa tempat wisata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Malang Erik Setyo Santoso membenarkan bahwa dalam video yang viral itu adalah dirinya bersama jajaran Pemkot Malang dan Walikota Malang, Sutiaji.
Menurutnya agenda bersepeda tersebut memang menjadi kegiatan rutin dari para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Malang. Hanya saja, dalam agenda bersepeda di Kondang Merak, Minggu (19/9/2021) kemarin itu ada miskomunikasi antara Pemkot Malang dengan jajaran Pemkab Malang sekaligus dengan pengelola wisata Pantai Kondang Merak.
“Ada beberapa OPD perangkat daerah yang memang sudah lama punya komunitas gowes. Agenda – agenda ini yang kemudian dilaksanakan secara rutin, tentunya tetap berpegang pada protokol kesehatan yang ada,” tutur Erik, Senin (20/9/2021).
“Namun pada saat melakukan transit akhir di Kondang Merak kemarin, kebetulan ada beberapa miskomunikasi dan miskoordinasi,” sambungnya.
Sebab, menurut Erik pihaknya sudah berkomunikasi dengan jajaran Pemkab dan Satgas Penindakan Covid-19 Malang dan memberikan pemberitahuan. Namun ia menduga komunikasi itu tidak teralirkan karena di Kondang Merak minim sinyal seluler.
“Komunikasi-komunikasi sudah kami lakukan antar jajaran sejak 2 hari sebelum pelaksanaan melalui Bagian Umum kami (Pemkot Malang), termasuk berkomunikasi dengan sejumlah pengelola tempat-tempat yang akan dilewati tersebut,” katanya.
Kondang Merak menjadi tujuan finish rombongan pesepeda itu karena jarak antara Malang dan Kondang Merak memang cukup jauh, ditambah medan-medan di sana cukup menantang.
“Ini yang pada akhirnya (Pantai Kondang Merak) menjadi tempat loading sepeda untuk kembali ke Kota Malang. Tidak direncanakan untuk transit dalam waktu lama, memang transit sementara yang selanjutnya dilakukan persiapan balik ke Kota Malang. Tidak harus di pantainya, lebih ke tempat finish akhir di sana,” bebernya.
Atas peristiwa ini, Erik mewakili Pemkot Malang meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sekaligus aparat terkait.
“Kami memohon maaf sedalam-dalamnya kepada pengelola Kondang Merak, Forkopimcam, dan masyarakat terkait adanya miskom (miskomunikasi) dan miskoordinasi,” tandasnya. (carep-04/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang































