Peristiwa
Sutiaji Inspeksi Mendadak PT CKS, Temuannya Beda Dengan BP2MI

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji melakukan inspeksi mendadak ke Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Citra Karya Sejati (CKS).
Sidak ini menyusul kasus lima calon PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang semuanya perempuan kabur dari penampungan pada hari Rabu, (9/6) lalu.
Sutiaji inspeksi mendadak bersama jajarannya. Yaitu Sekda Erik Setyo Santoso, Camat Kedungkandang Prayitno dan Kabag Humas Donny Sandito.
Sutiaji berkeliling melihat dari dekat aktivitas yang ada di dalam gedung di Jalan Rajasa, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Dalam sidak ini, Sutiaji mengecek legalitas, SOP dan kontrak PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang ada. Secara legalitas, PT CKS, menurut Sutiaji ada 2.
Yaitu sebagai Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Dari kedua-duanya itu legal, bahwa anak yang ada di sini tidak tiba-tiba, mulai awal basic-nya kebutuhan,” ujar Sutiaji, Sabtu (12/6) dalam rilis Humas Pemkot Malang.
Kabar Lainnya : Petugas Lapangan Se-Malang Raya Tuntut Kepala BP2MI Minta Maaf.
“Tidak hanya tanya ke GM dan managemen, tetapi saya klarifikasi ke anak-anak. Tidak percaya begitu saja, saya lihat fasilitas. Benar enggak di sana ada pengajaran, saya lihat memang iya ada,” sambung Sutiaji.
Dari versi sidak Sutiaji, kasus yang terjadi tersebut karena provokasi dari luar.
“Informasi yang bisa tracking dan sudah masuk ranah kepolisian adalah karena provokasi dari jejak digital PMI,” tambahnya.
“Jangan memberikan konotasi yang jelek terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini karena sesungguhnya di sini membantu masyarakat yang kepingin kerja di luar. Dan ini adalah pejuang-pejuang devisa negara juga,” tambahnya.
Kabar Lainnya : Polisi Endus Dugaan Perdagangan Orang Dari Kasus BLK Di Bumiayu.
Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso menambahkan informasi terkait ketenagakerjaan. “Seperti yang teman-teman liat. Sekarang ini sedang berlangsung ada dari pengawas ketenagakerjaan dan penyidik ketenagakerjaan yang sedang melalukan proses periksanya, dari provinsi dan pusat,” ujarnya.
Sementara, kepada Humas Pemkot Malang, General Manager PT CKS, Imelda menjelaskan bahwa kelima calon PMI yang kabur tersebut terindikasi terprovokasi.
“Saya ada bukti otentik. itu dalam bentuk chating-an dan voicemail dari yang mengajak. Bahkan nomor telepon orang tersebut. Nah temuan-temuan ini sudah saya berikan pihak berwajib untuk tindaklanjut,” ujarnya.
Sebelum ini, keterangan Kepala BP2MI Benny Rhamdani berbeda. Menurut hasil sidaknya, para PMI tidak boleh memegang handphone.
Kabar Lainnya : TKW Terjun Dari Lantai 4, Badan Perlindungan Pekerja Migran Ngamuk.
Seperti berita akhir-akhir ini, lima calon PMI kabur dari lantai 4 gedung BLK LN PT CKS Bumiayu-Gadang Kota Malang.
Mereka kabur dengan cara terjun dari ketinggian 15 meter. Alat kabur berupa sambungan sejumlah selimut hanya berhasil menurunkan 2 calon PMI dengan selamat.
Tiga lainnya mengalami sejumlah luka patah tulang. Saat ini, ketiganya menjalani perawatan di RS Wava Husada Kepanjen.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi4 minggu yang laluJadwal Pencairan PKH, BPNT Kuartal III, dan BLT Dana Desa Terbaru
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































