Peristiwa
TKW Di Malang Yang Terluka Karena Kabur Dari BLK Harus Jalani Operasi

KABARMALANG.COM – Tiga dari lima calon tenaga kerja wanita (TKW) di Malang yang terluka karena kabur dari gedung setinggi 15 meter, akan menjalani operasi.
Ketiganya masih menjalani perawatan di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang. Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani membenarkan.
Kabar Lainnya : TKW Terjun Dari Lantai 4, Badan Perlindungan Pekerja Migran Ngamuk.
Dia bahkan secara khusus mendatangi ketiga korban di RS Wava Husada, Sabtu (12/6), siang.
Benny pun merinci luka ketiga korban. Pertama BA, 24, asal Lombok Timur, mengalami luka patah tulang. Dia harus mendapat tindakan operasi.
Kedua, MI, 32, asal Sumbawa, mengalami patah tulang belakang punggung dan tulang kaki kiri. Tindakan medis selanjutnya juga operasi.
Ketiga, adalah FA,24, asal Lombok Tengah. Secara khusus, Benny menyebut satu TKW di Malang ini memiliki luka cukup berat daripada lainnya.
FA mengalami luka patah tulang pinggang, pantat, serta kaki. Seperti dua rekannya, FA juga akan menjalani operasi.
“FA ini patah tulang pinggang, patah tulang bokong dan patah tulang di kaki, ini agak berat. Dan mereka juga harus menjalani operasi,” tutur Benny kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (12/6).
Selama bertemu ketiganya, Benny juga seraya berpesan agar mereka tidak takut untuk menceritakan segalanya kepada kepolisian.
“Mereka tidak boleh takut, karena proses hukum sudah berjalan. Mereka harus memberikan keterangan apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan ada perlindungan negara,” sambungnya.
Benny menegaskan, biaya pengobatan ketiga calon pekerja migran ini akan menjadi tanggung jawab BP2MI sebagai representasi negara.
Dia juga menolak sepeser pun pembiayaan dari perusahaan. Meskipun dengan alasan niat baik. Karena biaya pengobatan sudah menjadi tanggung jawab BP2MI.
“Pembiayaan hingga sembuh itu menjadi tanggung jawab negara dalam hal ini BP2MI. Tegas kita. Kita menolak sepeser pun. Apapun alasan dari pihak perusahaan. Apakah atas nama niat baik,” tegasnya.
Selanjutnya, Benny turut membeberkan dua calon pekerja migran yang selamat tanpa luka. Identitas mereka telah terdeteksi. Begitu juga, BP2MI telah mengamankan keberadaan mereka.
“Dua awalnya tidak ketahuan identitasnya saat peristiwa terjadi. Sekarang sudah. Kami serahkan kepada pihak kepolisian,” akhirnya.
Sebelum ini, Polresta Malang Kota telah menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga, besar kemungkinan kasus akan mengarah kepada tersangka.
Kabar Lainnya : Polisi Endus Dugaan Perdagangan Orang Dari Kasus BLK Di Bumiayu.
Karena, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata juga telah menerima hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh Satreskrim.
Dari hasil pemeriksaan, dia mengendus adanya dugaan praktik perdagangan orang.(carep-04/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























