Connect with us

Edukasi

Polinema Gelar Wisuda Luring Pertama Kali

Diterbitkan

||

Wisuda luring pertama kali digelar Polinema ditengah pandemi (istimewa)

KABARMALANG.COM – Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) menggelar wisuda tahap pertama secara offline.

Wisuda dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang hari.Prosesi wisuda juga disiarkan streaming melalui Youtube Politeknik Negeri Malang.

Tahun ini, Polinema meluluskan 3.584 wisudawan dari jenjang D-II, untuk pendidikan diluar domisili sebanyak 532 wisudawan.

Jenjang D-III sebanyak 1.590 wisudawan, D-IV sebanyak 1.445 wisudawan dan S2 sebanyak 17 wisudawan.

Protokol kesehatan secara ketat diterapkan selama prosesi wisuda.

Termasuk, pembatasan jumlah wisudawan, waktu serta jadwal wisuda. Setiap sesi, hanya dihadiri oleh 200 wisudawan.

Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, mengatakan, persiapan wisuda luring sudah  dilakukan jauh hari.

Polinema menyelenggarakan wisuda offline saat pandemi demi memenuhi keinginan wisudawan.

“Segala persiapan untuk seremoni wisuda 2020 telah dilakukan jauh hari. Meskipun dalam suasana pandemi, Polinema memenuhi keinginan lulusan untuk menyelenggarakan wisuda secara offline,” ucap Awan.

Awan menambahkan, bagi wisudawan yang tidak bisa hadir dalam wisuda offline. Maka bisa mengikuti wisuda online pada 3 Desember mendatang.

“Bagi wisudawan yang tidak bisa menghadiri wisuda offline, bisa ikut wisuda online 3 Desember 2020 nanti,” pungkasnya. (Carep-05/rjs)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Wayang Sinematik Tersaji di Taman Krida

Diterbitkan

||

Pertunjukan wayang sinematik Shri Rajasa Sang Amurwabhumi. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Pertunjukan wayang sinematik tersaji di Taman Krida Budaya Malang. Pagelaran itu bertajuk Shri Rajasa Sang Amurwabhumi.

Pementasan digarap oleh Bagus Baghaskoro Wisnu Murti. Dia dalang asal Malang yang menetap di Solo.

Bagus menggelar pertunjukan bersama Komunitas Saba Nusa. Sesuai formatnya, pertunjukan digarap secara sinematik.

Ada gabungan unsur wayang, teater, komposisi kontemporer dan multimedia. Lakon yang dibawakan, bercerita soal laku hidup Ken Arok.

Dalam pementasan, wayang tidak disuarakan dalang saja. Ada beberapa penyulih suara dalam lakon itu.

Musik yang dibawakan juga lebih modern. Lalu, layar besar menampilkan pertunjukan wayang dengan kombinasi multimedia.

Wayang tradisi, hanya memakai layar putih untuk background. Sedangkan, pertunjukan ini memakai multimedia untuk membangun latar.

Tiap berganti adegan, latar belakangnya berganti pula. Selain itu, bahasa pengantarnya adalah Indonesia.

Ini jelas berbeda dari pakem wayang tradisi. Karena, biasanya wayang tradisional selalu memakai bahasa Jawa.

“Kami memakai bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami. Serta, bisa diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terutama bagi kalangan milenial,” tandas Dudung Raharto, penulis naskah.

Pementasan akan digelar lagi, Jumat malam ini (4/12). Penonton yang diundang terbatas 50 orang. Namun, pertunjukan juga disiarkan secara daring.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Dr. Hj Rita Kartina Rilis Buku Kepemimpinan

Diterbitkan

||

Dr.Hj Rita Kartina, SH,MH,M.AP, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT PPD Malang Utara dan Batu Kota Bapenda Provinsi Jawa Timur

 

KABARMALANG.COM – Dr.Hj Rita Kartina, SH,MH,M.AP, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT PPD Malang Utara dan Batu Kota Bapenda Provinsi Jawa Timur baru saja merilis bukunya, Kamis (3/12).

Buku tersebut berjudul Efektivitas Pergantian Kepemimpinan Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik. Isinya tentang kualitas penyelenggara pelayanan publik.

Buku itu berawal dari tesisnya saat meraih gelar S2 Magister Administrasi Publik di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) tahun 2018.

“Hadirnya buku ini, bukan hal yang kebetulan, tapi melalui riset di beberapa KUPT UPT PPD Bapenda Provinsi Jatim,” ungkap Rita, Kamis (3/12).

Riset tersebut, lanjut Rita, untuk melakukan pengkajian seberapa efektifnya pergantian kepemimpinan dalam meningkatkan pelayanan publik.

Terbitnya buku ini tidak terlepas dari arahan serta bimbingan yang diberikan Prof.Dr. Rudi Handoko,MS.

“Beliau merupakan Guru Besar FISIP UNTAG Surabaya, yang juga dosen saya saat mengambil gelar S2 Magister Administrasi Publik tahun 2018,” tambahnya.

Menurut Rita, substansi isi buku ini pada dasarnya berlandaskan pada teori kepemimpinan, efektivitas organisasi dan pelayanan publik.

“Inti yang terkandung dalam buku yang saya tulis ini, bagaimana menjadikan seseorang sebagai leader yang memiliki kekuatan dalam memimpin,” jelas anggota Bhayangkari Mabes Polri ini.

Tujuannya, kata Rita, agar menambah wawasan di bidang kepemimpinan dan penyelenggara pelayanan publik di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Rita menuturkan, buku tersebut terinspirasi dari apa yang ia lihat dan cermati di lingkup kerjanya sehari-hari. Dari situ ia tuangkan ke dalam buku.

“Harapannya, semoga buku ini bisa menjadi inspirasi banyak orang khususnya yang berkecimpung di instansi pelayanan publik,” ujarnya.

Rita bisa dikatakan haus ilmu, ia senang membaca dan terus belajar tentang banyak hal. Gelar Doktor Ilmu Hukum yang diraihnya di UNTAG tahun 2019, tak membuat dirinya berpuas diri.

Rita hingga kini tidak berhenti untuk memberikan sesuatu yang berguna bagi banyak orang, salah satunya dengan buku tentang kepemimpinan tersebut. (carep-03/fir)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Direstui Perkuliahan Luring, UB Pikir Panjang

Diterbitkan

||

Monevfas UB saat menggelar konferensi pers daring, Kamis (3/12).

 

KABARMALANG.COM – Kemendikbud Dirjen Dikti telah memberi restu pembelajaran luring. Mulai semester genap 2021, pembelajaran luring diperbolehkan.

Kemendikbud Dikti Vokasi juga mengusung model pembelajaran hybrid. Yaitu campuran luring dan daring.

Namun, Universitas Brawijaya Malang belum menentukan sikap. Kampus di Jalan Veteran itu masih pikir-pikir panjang.

“Itu memperhatikan kondisi daerah masing-masing. Perlu koordinasi dengan Satgas Kota dan Kabupaten Malang. Karena, dua kampus kita di dua daerah ini,” ujar Prof Dr Unti Ludigdo Msi Ak, Ketua Monevfas UB, dalam jumpa pers daring, Kamis (3/12).

Menurutnya, perkuliahan luring tidak hanya soal aktivitas dalam kampus. Mahasiswa tidak hanya berkuliah di dalam gedung.

Mereka juga berkegiatan di luar kampus. UB tidak akan bisa membatasi interaksi mahasiswa di luar.

“Diharapkan memang, kerumunan dikurangi dalam kampus. Kantin mungkin bisa ditutup. Tapi, siapa bisa menjamin aktivitas mahasiswa di luar kampus,” sambungnya.

Menurut Unti, UB adalah bagian dari komunitas masyarakat. Selain aktivitas internal kampus, ada aktivitas luar.

Begitu ada aktivitas luar, potensi terpapar covid-19 pun tinggi. Apalagi, ada 75 civitas akademika UB dinyatakan positif covid-19.

“Kasus positif UB terjadi saat berkegiatan di luar kampus,” tambahnya. Sehingga, UB mengaku berpikir panjang andai mempersiapkan perkuliahan luring.

Seperti diberitakan, 75 warga UB terpapar covid-19. Ini akumulasi bulan Juli sampai Desember 2020.

Sebagian dari mereka menjalani isolasi mandiri. Sebagian lagi, dirawat di rumah sakit. Ini sebelum rumah sakit rujukan Malang overload.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com