Connect with us

Edukasi

Dinkes Kota Malang Rembug Lintas Sektor

Diterbitkan

||

Hanun, Kabid Dinkes
Agenda Rapat Koordinasi Lintar Sektor yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang (Foto : Fathi).

KABARMALANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Malang rencananya akan mengadakan agenda pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum, 1 Desember 2020 nanti.

Kegiatan tersebut akan bersinergi dengan berbagai sektor. Agar persiapan acara berjalan matang, Dinkes menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor, di kantor Dinkes Kota Malang, Kamis (19/11).

“Adapun Dinkes berkoordinasi dengan rumah sakit, puskesmas, BNN, terminal, Dishub, Satpol PP, dan  Polresta,” ujar Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, kepada Kabarmalang.com, Jumat (20/11).

Hanun mengatakan rapat tersebut membahas rancangan kegiatan tersebut, dengan sasaran berjumlah seratus hingga seratus dua puluh lima pengemudi angkutan umum.

“Pemeriksaannya terkait narkoba, dan pemeriksaan kesehatan secara fisik, seperti penyakit gula darah dan kolesterol. Tempatnya terkonsentrasi di Terminal Arjosari,” jelasnya.

Hanun menjelaskan pada agenda tersebut rencananya akan dipersiapkan juga mengenai alur pemeriksaan dan bagian apa saja yang dipersiapkan.

“Pertama, bagian yang mengarahkan. Kedua, yang melaksanakan penunjang pemeriksaan laboratorium. Ketiga, pemeriksaan secara fisik,” paparnya.

Hanun menambahkan untuk pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh Dinkes Kota Malang bersama dengan tim dari Rumah Sakit Persada dan RSUD Kota Malang.

Dia juga merinci untuk personil yang disiapkan. Dari Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang ada lima orang, lalu Satpol PP juga lima orang.

“Dari kepolisian lima orang, kemudian Dishub 5 orang, dan dari Rumah Sakit terdiri dari satu tim, antara lain dokter, paramedis, analis kesehatan dan driver,” lanjutnya.

Sementara tujuan dari kegiatan tersebut, supaya bisa mencegah terjadinya human error pada pengemudi angkutan umum di Kota Malang. (fat/rjs)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Direstui Perkuliahan Luring, UB Pikir Panjang

Diterbitkan

||

Monevfas UB saat menggelar konferensi pers daring, Kamis (3/12).

 

KABARMALANG.COM – Kemendikbud Dirjen Dikti telah memberi restu pembelajaran luring. Mulai semester genap 2021, pembelajaran luring diperbolehkan.

Kemendikbud Dikti Vokasi juga mengusung model pembelajaran hybrid. Yaitu campuran luring dan daring.

Namun, Universitas Brawijaya Malang belum menentukan sikap. Kampus di Jalan Veteran itu masih pikir-pikir panjang.

“Itu memperhatikan kondisi daerah masing-masing. Perlu koordinasi dengan Satgas Kota dan Kabupaten Malang. Karena, dua kampus kita di dua daerah ini,” ujar Prof Dr Unti Ludigdo Msi Ak, Ketua Monevfas UB, dalam jumpa pers daring, Kamis (3/12).

Menurutnya, perkuliahan luring tidak hanya soal aktivitas dalam kampus. Mahasiswa tidak hanya berkuliah di dalam gedung.

Mereka juga berkegiatan di luar kampus. UB tidak akan bisa membatasi interaksi mahasiswa di luar.

“Diharapkan memang, kerumunan dikurangi dalam kampus. Kantin mungkin bisa ditutup. Tapi, siapa bisa menjamin aktivitas mahasiswa di luar kampus,” sambungnya.

Menurut Unti, UB adalah bagian dari komunitas masyarakat. Selain aktivitas internal kampus, ada aktivitas luar.

Begitu ada aktivitas luar, potensi terpapar covid-19 pun tinggi. Apalagi, ada 75 civitas akademika UB dinyatakan positif covid-19.

“Kasus positif UB terjadi saat berkegiatan di luar kampus,” tambahnya. Sehingga, UB mengaku berpikir panjang andai mempersiapkan perkuliahan luring.

Seperti diberitakan, 75 warga UB terpapar covid-19. Ini akumulasi bulan Juli sampai Desember 2020.

Sebagian dari mereka menjalani isolasi mandiri. Sebagian lagi, dirawat di rumah sakit. Ini sebelum rumah sakit rujukan Malang overload.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Pasien Positif UB Isoman, Sebagian Dirawat RS

Diterbitkan

||

dr Aurick Yudha, Wakil Ketua Monevfas UB. (Foto : Tangkapan layar)

 

KABARMALANG.COM – 75 warga positif covid-19 dari UB ditangani berbeda. Mereka yang masih kuat, menjalani isolasi mandiri (isoman).

“Sebagian isolasi mandiri di rumah. Atau tempat yang memungkinkan isolasi. Seperti shelter Pemkot Malang dan Pemkab Malang,” kata Ketua Monevfas UB, Prof Unti Ludigdo, Msi, Ak dalam keterangan pers secara daring, Kamis (3/12).

Meski demikian, ada pula pasien yang bergejala parah. Mereka dirawat di rumah sakit rujukan.

“Beberapa orang dirawat di rumah sakit. Karena, kondisinya perlu perawatan. Ini dulu saat rumah sakit rujukan belum penuh,” tandasnya.

Situasi ini mengkhawatirkan UB. Karena, rumah sakit rujukan covid-19 Malang Raya overload.

Dampaknya, Satgas Covid-19 UB mendapati beberapa kasus ironis. Misalnya, pasien positif yang meninggal di puskesmas.

“Padahal, puskesmas kan bukan rujukan covid-19. Tapi, karena rumah sakitnya over capacity. Sehingga, puskesmas tidak bisa merujuk,” kata dr Aurick Yudha Nagara, Wakil Ketua Monevfas UB.

RS rujukan tidak lagi bisa menerima tambahan pasien covid-19. RS pun tak bisa meminta tolong ke daerah lain.

“Terbaru, kami mendapati kasus pasien positif meninggal dalam rumah. Jangan-jangan, untuk pemakaman juga menghadapi kendala,” tambahnya.

Pernyataan Aurick tidak salah. Seperti diberitakan Kabarmalang.com, kluster Tlekung muncul gara-gara pemakaman.

27 warganya dinyatakan positif. Sebab, ada pasien positif meninggal dimakamkan tanpa protokol. Pemerintah desa setempat sampai menerapkan PSBL.

Baca juga : Desa Tlekung Klaster Baru, PSBL 10 Hari

“Kami harap situasinya tidak menjadi chaos. Jangan sampai pasien positif tidak bisa meminta tolong,” tutupnya.

Sebelumnya, UB menyatakan 75 warganya positif covid-19. Jumlah ini akumulasi dari bulan Juli sampai Desember.

Mereka adalah dosen, tenaga pendidik dan keluarganya. Ini tidak termasuk mahasiswa. Para mahasiswa masih menjalani kuliah daring.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

75 Pasien Positif UB Terpapar Tiga Klaster

Diterbitkan

||

Universitas Brawijaya di Jalan Veteran Kota Malang. (Foto : Instagram Universitas Brawijaya)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 75 warga UB terkonfirmasi positif covid-19. Setelah tracing, para pasien positif ini terpapar tiga klaster.

“Yaitu klaster pelatihan, klaster partnership dan klaster kegiatan audit,” ujar Prof Dr Unti Ludigdo Msi Ak, Ketua Monevfas UB, dalam konferensi pers daring, Kamis (3/12).

Klaster pelatihan disebabkan oleh pelatihan. Seorang dosen, memberikan pelatihan kepada kepala SMK se-Jatim.

“Ini tugas mandatory dari Dirjen Dikti Vokasi. Sehingga harus dijalankan. Di situ, ada yang terpapar,” jelas Unti.

Klaster partnership, disebabkan oleh kerjasama dengan pemda. Warga UB, mengerjakan proyek bersama salah satu pemda. Pengerjaannya dilakukan akhir-akhir ini.

Di situlah, ada warga UB terkena covid-19. Terakhir, klaster kegiatan audit internal mutu. Klaster ini muncul di Fakultas Teknologi Pertanian UB.

Seperti diberitakan, 75 warga UB terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terdiri dari dosen, tenaga pendidik (tendik) dan keluarganya.

Baca juga : 75 Warga UB Positif Covid-19

75 warga UB positif covid-19 sampai hari ini. Mereka adalah dosen, tendik dan keluarganya. Tapi, pasien positif ini non mahasiswa.

Karena, mahasiswa masih menjalani perkuliahan daring. Jumlah 75 positif merupakan akumulasi sejak awal pandemi. Yaitu, sejak bulan Juli sampai Desember 2020.

Monevfas UB mendeteksi peningkatan signifikan konfirmasi positif. Seminggu terakhir, pasien positif bertambah 10 orang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com