Connect with us

Kabar Batu

Masa Pandemi, Aplikasi Smart City Pemkot Batu Kurang Berperan Penting

Diterbitkan

,

IMG 20200914 074020
Khamim Tohari Ketua Komisi C Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Keberadaan aplikasi Smart City milik Pemkot Batu dimasa pandemi dinilai kurang berperan aktif oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari.

Menurutnya, program tersebut seharusnya bisa memberikan bantuan secara signifikan terhadap kinerja Pemkot dalam pelayanan terlebih smart city digadang-gadang basis IT sehingga cukup berguna dimasa WFH (work form home).

“Kami tidak faham secara detail, namun harapan kami smart city sebagai program berbiaya mahal harusnya bisa mengakomodir semua kendala atau keluhan masyarakat supaya segera mendapat respon dari pemerintah. Misal membuat banyak kanal,” keluh politisi PDI Perjuangan ini.

Terlebih saat itu pemkot Batu harus rela menggelontorkan dana kurang lebih Rp 10 miliar dari APBD pada tahun 2017.

Lebih lanjut, selaku pengelola smartcity yaitu Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Batu harusnya memiliki banyak terobosan, entah membuat kanal-kanal pengaduan, sosialisasi pencegahan penangganan Covid-19, dan pendataan untuk mendorong pemulihan ekonomi sesegera mungkin.

Khamim juga mengingatkan jangan sampai pengelolaan buruk nanti menciderai sudut pandang masyarakat pada pemerintah.

“Contohnya petani di Kota Batu menjerit lantaran tidak bisa menjual hasil panen. Harusnya Smartcity bisa mengakomodir untuk membantu pemasaran secara online dengan jangkauan lebih luas,” imbuhnya.

Oleh sebab itu kedepannya, pihak DPRD Kota Batu akan segera memanggil Diskominfo untuk melakukan hiring terkait kinerja smartcity mengingat setiap tahun tentunya pihak diskominfo juga mendapat kucuran anggaran untuk melakukan perawatan peralatan yang ada di smartcity. (arl/fir)

Iklan

Terpopuler