Connect with us

Pilbup 2020

Hari Ini, Bapaslon SanDi Daftar ke KPU

Diterbitkan

||

Suasana Rakercabsus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang

 

KABARMALANG.COM – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Malang HM Sanusi-Didik Gatot Subroto, berencana mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang pada Jumat (04/09/2020).

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Malang, Darmadi mengatakan Bapaslon SanDi berencana melakukan pendaftaran setelah sholat Jumat, dan rencananya akan didampingi seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan (Dapil) Malang Raya.

“Mereka (Anggota DPR RI, red) itu kami undang untuk rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus), dan rencananya mereka akan mendampingi Bapaslon SanDi untuk daftar ke KPU,” ucapnya, Kamis (03/09).

Ketika pendaftaran nanti, lanjut Darmadi, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, mengintruksikan agar tetap mengutamakan prinsip protokol kesehatan. Untuk itu, dirinya tidak akan melibatkan massa dengan jumlah besar.

“Kami memilih hari Jumat karena hari yang sangat baik menurut ajaran Rasulullah, dan berdasarkan intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) setiap calon harus mendaftar serentak pada hari Jumat. Sebelum pendaftaran nanti deklarasi dulu. Nanti diawali dari posko pemenangan utama di Kepanjen. Semua persyaratan sudah kita siapkan,” ucap Darmadi.

Sebagai informasi, Anggota Legislatif dari PDI Perjuangan yang berasal dari Dapil Malang Raya yaitu Ahmad Basarah, Andreas Adi Susetyo, dan Krisdayanti. Mereka, dikabarkan akan ikut mendampingi Bapaslon SanDi untuk mendaftar di KPU Kabupaten Malang di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Kita buat beda dari yang lain. Tidak rame-rame, tidak banyak orang, mungkin diantar perwakilan partai koalisi saja. Yang jelas kita patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (ski/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilbup 2020

Kampanye Medsos Efektif Bagi Kalangan Terdidik

Diterbitkan

||

Zen Amiruddin, Akademisi Komunikasi FISIP UMM.

 

KABARMALANG.COM – Kampanye media sosial efektif bagi kalangan terdidik. Segmen terdidik tak gampang percaya janji politik di baliho.

Sehingga, media sosial menjadi alternatif menggaet kepercayaan segmen terdidik.

“Untuk kalangan relatif terdidik, kampanye media sosial lebih efektif. Itu ketimbang baliho dan spanduk,” terang akademisi komunikasi FISIP UMM, Zen Amirudin, S. Sos, M.MedKom, kepada Kabarmalang.com, Kamis (29/10).

Menurutnya, segmen terdidik ini selektif dan well informed. Mereka lebih percaya perkataan koleganya di media sosial.

“Meskipun masih pada level efek afeksinya saja. Sementara persoalan pilihan pasti ada faktor lain,” tutur Zen.

Dengan media sosial, ‘one man one vote’ tidak berlaku. Satu orang bisa memiliki kekuatan setara ribuan lebih orang.

“Misalnya Twitter. Hanya dengan berkicau, informasi tersebar luas ke seluruh followers. Dalam Pilkada Kabupaten Malang, ini menjadi strategi kampanye penting,” tambahnya.

Menurutnya, efektivitas media sosial tidak hanya karena followers masif. Karakteristik media sosial sendiri juga merupakan kekuatan.

Pengguna media sosial mudah terpengaruh dan simpati. Terutama, pada hal-hal yang membuat mereka tersentuh.

“Ketenaran dan kekuatan politik Jokowi disumbang media sosial. Konten yang muncul mengagumi, keotentikan dan keseriusan Jokowi,” ucap Zen.

Media sosial tepat dipakai kampanye era pandemi. Namun, strateginya tidak bisa disamakan dengan kampanye konvensional.

Menurutnya media sosial harus dipandang sebagai sarana pertukaran ide. Di situ, netizen berhak bertanya tanpa tekanan.

“Dalam media sosial, hanya informasi faktual yang berharga,” tambahnya.

Sehingga, model kampanye media sosial, harus presisi. Terutama konteks dan konten kampanyenya.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Debat Perdana Pilbup Malang Dijaga 280 Personel

Diterbitkan

||

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COMPolres Malang mendorong Debat Pilbup perdana aman dan terkendali.

Sehingga, Polres Malang menurunkan 280 personel. Polisi akan disebar di 3 titik lokasi pengamanan.

Yaitu, pintu gerbang DPRD Kabupaten Malang. Lalu, Lobi bawah DPRD dan Lantai 2 Paripurna.

“Ada 280 personil. Ini untuk pelaksanaan debat tiga kali. Personelnya tinggal di-rolling saja untuk bergantian saat berjaga,” ujar AKBP Hendri Umar Kapolres Malang, Kamis (29/10).

Baca juga : Debat Perdana, Paslon Pilbup Malang Siapkan Jurus

Besok, polisi sudah stand by di lokasi pukul 16.00. Karena, debat perdana Pilbup 2020 dimulai pukul 19:00.

Polres Malang, sangat menekankan protokol kesehatan. Hendri meminta daftar orang yang diizinkan masuk ruang debat.

“Misalnya, tim sukses perwakilan pendukung paslon. Lalu, perwakilan media, perwakilan KPU dan Bawaslu,” lanjutnya

KPU disarankan Polres Malang mengadakan sosialisasi kepada masyarakat luas. Agar menggunakan media daring untuk menonton debat perdana Pilbup.

Penyediaan tayangan daring dan streaming sangat membantu warga. Untuk memaksimalkan penyebaran informasi tentang debat perdana.

Sehingga, massa tidak datang ke DPRD Kabupaten Malang. Hendri juga memerintahkan Polsek jajaran untuk berkoordinasi dengan kecamatan.

Setiap kecamatan, dikondisikan sebagai tempat untuk nonton bersama. Syaratnya, protokol kesehatan lebih dijaga.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Debat Publik, KPU Larang Paslon Pilbup Malang Bawa Contekan

Diterbitkan

||

Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika. (Foto: Imron Haqiqi).
Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika. (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Pilihan Tema Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang tahap pertama yang mengangkat ‘Kesejahteran Masyarakat’. Tema menganut Peraturan KPU. Pasangan calon (paslon) dilarang membawa contekan.

“Ada aturan khusus di PKPU 11 dan 13, kemudian kami (KPU Kabupaten Malang) merancang sistematikanya, lalu saya sampaikan kepada LO (Liaison officer),” ungkap Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika, Kamis (29/10/2020).

Dika -sapaan akrab Marhendra Pramudya Mahardika- mengklaim tema yang diangkat tersebut nantinya bisa dikaitkan dengan visi-misi masing-masing paslon.

“Koordinasi dengan LO sudah kami lakukan untuk disampaikan kepada setiap paslon agar bersiap,” tuturnya.

Baca juga : Bupati Lumajang Siap Kampanyekan Ladub

Ia berharap pada pelaksanaan debat publik nanti, masing-masing paslon tidak ada ada yang membawa catatan atau contekan untuk bahan debat.

“Saya kira tidak perlu, karena ini bukan ujian. Lagipula pertanyaannya kan belum disampaikan,” ujarnya.

Ia meyakini, tema debat tersebut pasti akan berkaitan dengan visi misi. “Jadi pastinya kan setiao paslon sudah mumpuni di luar kepala,” katanya.

Baca juga : Malang Jejeg Persoalkan Panelis, KPU Menjawab

Sebagai informasi, pelaksanan debat publik akan dilaksanakan 3 tahap. Yakni pada 30 Oktober dengan tema ‘Kesejahteraan Masyarakat. Debat kedua pada 20 November dengan tema ‘Pembangunan’.

Sedangkan debat pamungkas (ketiga) pada 1 Desember bertema ‘Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik’. (im/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com