Connect with us

Kabar Batu

Sambat DPRD, Warga Keluhkan Proses Pembangunan Museum HAM

Diterbitkan

||

Audensi Komisi C dengam Tim 7 Kelurahan Sisir

 

KABARMALANG.COM – Proses pembangunan Museum HAM di kawasan Kelurahan Sisir Kecamatan Batu mendapatkan keluhan dari masyarakat sekitar karena dianggap pengerjaannya tidak mengenal waktu.

Terkait hal tersebut, mereka datang ke DPRD Kota Batu untuk mengadu pada Kamis siang (03/09/2020) agar aspirasi bisa tersalurkan.

“Kami bukan menolak pembangunan, namun menolak proses pembangunan yang tidak mengenal waktu. Apalagi sebelumnya juga tidak ada ‘permisi’ ke masyarakat sekitar,” ujar Yusuf Irawan Koordinator Tim 7 kepada Kabarmalang.com.

Oleh sebab itu dalam audensi tersebut, Yusuf ingin DPRD Kota Batu bisa menyampaikan hal itu kepada pihak terkait.

Yusuf menambahkan, bahwa setidaknya proses pembangunan tersebut bisa dilaksanakan pada jam kerja normal yakni dari pukul 08.00 – 16.00 WIB atau setidaknya hingga pukul 17.00 WIB.

Tak hanya itu saja, tujuan warga RW 06 tersebut juga ingin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bisa direalisasikan. Sehingga, permintaan lahan pemakaman dan akses jalan yang menuju makam juga bisa disampaikan, dan tidak hanya program-program pemerintah saja.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari menyampaikan dengan adanya audensi ini ia akan menjembatani dan memanggil Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahan (DPKPP) Kota Batu untuk menyampaikan keluhan warga.

“Orang jelas butuh istirahat, akan tetap kami jembatani hal ini,” terangnya. Khamim menambahkan untuk program musrenbang akan didorong untuk dilaksanakan pada tahun 2020 dan 2021. (arl/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Pandemi, Kekerasan Anak Belajar Online Kota Batu Aman

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi Pembelajaran Daring

 

KABARMALANG.COM – Maraknya kasus kekerasan anak dalam melakukan pembelajaran secara daring dimasa pandemi dari data Kemenkes bidang Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza tercatat mencapai 73 persen dengan rincian 11 persen kekerasan fisik dan 62 persen kekerasan verbal dari 30,1 persen penduduk Indonesia.

Walaupun begitu, hingga saat ini di Kota Batu masih belum memiliki memiliki kasus kekerasan terhadap anak terkait pembelajaran secara daring.

“Sampai saat ini masih belum ada laporan kepada Dindik. Semoga tidak ada yang seperti itu,” terang Eny Rachyuningsih Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu pada Senin pagi (21/09/2020).

Eny juga menerangkan bahwa selama melakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara daring sebenarnya tidak perlu menuntaskan kurikulum sehingga orang tua tidak perlu emosi ketika memberikan pelajaran kepada anaknya.

Lebih jauh, Eny juga memaklumi jika bahwa terjadinya metode pembelajaran dari wali murid karena orang tua memang bukan guru.

Oleh sebab itu Eny menghimbau kepada wali murid untuk selalu berkomunikasi lebih intens dengan tenaga pendidik dengan mengkonsultasikan proses pembelajaran anaknya dan memanfaatkan adanya home visit dari beberapa sekolah yang menerapkan kebijakan kunjungan ke rumah peserta didik.

Hal ini dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Batu, Iptu Agus Mulyono mengatakan bahwa sejak Januari 2020 hingga saat ini terdapat 15 pengaduan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Ia menyebutkan dari data yang dihimpun dari Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), pelaporan KDRT menjadi yang tertinggi dari total 50 pengaduan.

“Kalau untuk kekerasan terhadap anak dimasa pandemi karena kesulitan melakukan pembelajaran daring memang masih belum ada. Semoga tidak ada,” beber Agus.

Sedangkan untuk 15 pengaduan KDRT tersebut diantaranya berkutat pada kasus kekerasan suami pada istri karena kekurangan ekonomi. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kunjungan Wisatawan Terjun Bebas, Target Pajak Pariwisata Dikoreksi

Diterbitkan

||

Oleh

Wisata Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Merosotnya jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu karena adanya pembatasan sosial dan kegiatan dimasa pandemi membuat BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) harus menurunkan target pajak dari sektor pariwisata.

Menurut Kepala Bidang Penagihan BKAD Kota Batu Ismail Hasan, dengan menurunkan target pajak tersebut merupakan langkah yang paling relevan walaupun sektor pariwisata menyumbang setengah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Batu.

“Yang akan dikoreksi yakni target pajak dari hotel, restoran, dan hiburan. Ini sudah cukup realistis karena kunjungan wisatawan ke Kota Batu menurun secara drastis,” beber Ismail pada Minggu siang (20/09/2020).

Terlebih sejak Januari hingga saat ini, tercatat kunjungan wisatawan ke Kota Batu dari data Disparta (Dinas Pariwisata) hanya memiliki 1,1 Juta pengunjung.

Dijelaskan secara rinci, untuk pajak Hotel yang sebelumnya ditargetkan mencapai Rp. 39,5 milyar dikoreksi menjadi Rp. 15,2 milyar karena hingga saat ini hanya mencapai Rp. 12 milyar dari 122 objek.

Sedangkan untuk oajak restoran yang sebelumnya ditargetkan Rp. 20,3 miliar diturunkan menjadi Rp. 11,9 miliar karena hingga saat ini hanya terealisasi sekitar Rp. 7,4 miliar dari 252 objek.

“Untuk pajak hiburan seperti bioskop, karaoke, dan lainnya sebelumnya kami target Rp. 39,9 milyar. Namun tahun ini kami turunkan menjadi Rp. 15,4 milyar karena dari 60 objek saat ini masih terealisasi Rp. 11,2 milyar,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika disinggung terkait permintaan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu kepada pemkot untuk membebaskan pajak hingga akhir tahun 2020 nanti, Ismail mengaku saat ini pihaknya tengah mengkaji usulan tersebut lebih dalam. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Terguncang Pandemi, 17 Agenda FASI Batu Dibatalkan

Diterbitkan

||

Oleh

Paralayang Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – 17 Agenda Fasi (Federasi Aero Sport Indonesia) Kota Batu pada bulan Oktober depan dipastikan dibatalkan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua FASI Kota Batu, Benny Marcel ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com pada Minggu siang (20/09/2020).

“Event regional harus kami batalkan. Untuk pertandingan terakhir yakni pada 2019 lalu event kejuaraan paralayang,” ungkapnya. Namun untuk kali ini, dipastikan bahwa event Kejurda Jatim yang digelar dalam minggu-minggu ini juga dibatalkan karena harus menuruti aturan dari pemerintah.

Lebih lanjut, Marcel mengungkapkan bahwa dalam event kejurda itu selalu dihelat pada bulan Oktober dan bertepatan dengan agenda ulang tahun Kota Batu. Event tersebut setidaknya menjadi ajang 80 atlet se Jatim untuk memperebutkan nomor akurasi paralayang.

“Tahun 2019 kemarin adalah tahun keempat. Untuk tahun kelima ini sepertinya memang tidak akan dihelat,” tegasnya.

Marcel berharap kedepannya ingin pandemi Covid-19 bisa segera usai sehingga atlet FASI Kota Batu bisa kembali unjuk gigi dan melakukan kegiatan seperti biasanya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com