Connect with us

Peristiwa

Dear Warga Kosmea : Jangan Beli Mobil, Kalau Belum Punya Garasi

Diterbitkan

,

IMG 20200831 203314 scaled

KABARMALANG.COM – Himbauan menggelitik dipasang pengurus wilayah Jalan Kosmea, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Warga yang tinggal di wilayah tersebut, dihimbau agar menyiapkan garasi terlebih dahulu. Sebelum mereka memiliki atau membeli sebuah mobil.

Himbauan itu, tentu punya tujuan. Yaitu, agar tidak ada mobil diparkir diatas jalan, lantaran bisa menutup akses keluar masuk gang.

Sebagaimana yang tertulis pada banner yang terpasang di pintu masuk Jalan Kosmea.

“Siapkan garasinya dulu sebelum membeli mobil. Jalan kampung adalah milik warga, bukan garasi mobil pribadimu. Jangan rampas hak jalan untuk orang lain,” begitu kalimat yang tertulis dalam banner.

Ketua RT03/RW08 Kelurahan Jatimulyo, Raharjo mengatakan, awal mula pemasangan banner di karenakan sejak dulu banyak mobil di parkir diatas bahu jalan.

Sehingga, masyarakat lain yang mengendarai mobil kesulitan untuk melintas. Apalagi, posisinya berada di persimpangan jalan.

“Awal muncul banner itu, dari dulu-dulu kan banyak parkiran mobil di situ, ternyata di jalan tersebut, untuk lalu lalang mobil-mobil yang lewat, jadi untuk persimpangan kan gak bisa, keluar masuk gak bisa. Masuk satu, yang lain menunggu, itu bergantian. Itu terjadi selama beberapa tahun,” ujar Raharjo ditemui kabarmalang.com, Senin (31/8 2020).

Raharjo menuturkan, bahwa jalanan dahulunya masih sepi. Namun, dalam perkembangannya, telah banyak warga yang memiliki kendaraan.

Akhirnya muncul inisiatif dari warga untuk membuat himbauan itu. Tujuan dari himbauan tersebut hanya untuk penertiban saja, dan juga supaya jalan kampung dapat bersih dan rapi.

“Pernah ada pengalaman yang memarkir mobil di depan rumah, lalu ditinggal berhari-hari,” tuturnya.

Raharjo mengungkapkan, dulu pernah menegur bagi warga yang memarkir kendaraan di bahu jalan. Akan tetapi, saat ini lebih memilih untuk memberikan himbauan melalui banner yang dipasang.

“Diomongin baik-baik secara persuasif, pendekatan dengan mendatangi rumahnya. Tidak ada suatu perdebatan, karena kita sama-sama warga disitu. Dan saling toleransi, jadi mengerti satu sama lain,” ungkapnya.

Menyinggung beberapa tempat lain yang membuat himbauan yang lebih keras demi menertibkan jalan kampung.

Raharjo mengatakan, lebih memilih mengingatkan dengan bahasa yang dapat mengetuk hati.

“Agar tidak terjadi perdebatan, dan siapapun yang membaca himbauan tersebut, hatinya lebih terketuk. (fat/rjs)

Iklan

Terpopuler