Serba Serbi
Kampung Jahe Tahan Banjir, Andalkan Puluhan Biopori Super Jumbo

KABARMALANG.COM – Bencana hidrometrologi yang melanda Kota Malang, tampaknya tidak berpengaruh kepada Kampung Jahe RW 07 Blimbing yang ternyata tahan banjir.
Bagaimana tidak, saat kawasan lainnya terendam, RW 07 Kampung Jahe Kelurahan Blimbing, hanya terlewati air saja.
Kampung Jahe RW 07 Blimbing di Jalan LA Sucipto gang 1, tahan banjir karena ada banyak puluhan biopori super jumbo.
Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Blimbing, Sri Hernaning Aprilyanti mengabarkan, setidaknya, ada 30 biopori super jumbo yang tersebar di wilayah itu. RW 07 sendiri terdiri dari 5 RT.
“Kami ada 30 biopori super jumbo, termasuk di wilayah RT 03. Dulu, tiap hujan pasti ada genangan air. Sekarang, karena ada banyak sumur resapan, jadi tidak ada genangan,” kata Naning, sapaannya kepada wartawan, di sela-sela penilaian Kampung Bersinar, Senin (25/10).
Menurut Naning, RW 07 mematuhi instruksi dari Kelurahan Blimbing yang memproklamirkan kawasan tersebut sebagai kelurahan konservasi air.
Kabar Lainnya : Coban Jahe, Punya 3 Air Terjun Menawan.
Sehingga, wilayah RW 07 Kampung Jahe juga mematuhi instruksi pemasangan puluhan biopori super jumbk.
“Selain itu, sejak ada pemasangan puluhan biopori super jumbo, kalau musim kemarau, kami tidak pernah kekurangan air,” ujar Naning.
Wasto, Pembina Kader Lingkungan Kota Malang menyebut, manfaat dari biopori super jumbo bukan sekadar memasukkan air ke dalam tanah.
Pertama, air dari biopori super jumbo itu menjadi cadangan air tanah. Kemudian, air itu juga yang mencegah penurunan kontur tanah dan mencegah ambles.
“Ketiga, air itu menyuburkan tanah, dan keempat, air dari biopori super jumbo, pada akhirnya ikut menurunkan suhu bumi dan menyejukkan kawasan,” tuturnya.
Ketua RW 07 Blimbing, Pranoto Baroto menegaskan, kepedulian masyarakat Kampung Jahe terhadap konservasi air, sudah berjalan bertahun-tahun.
“Warga di sini sangat bersemangat membangun kampung. Karena kami banyak pendukung. Sampai hari ini kami pun tetap semangat,” kata Baroto.
Dia menyebut, ada sosok Bambang Irianto, Pembina Lingkungan Nasional yang membimbing Kampung Jahe.
Ada pula Roni Kuncoro, Lurah Blimbing yang tiap Musrenbang, mendengarkan suara dari warga RW 07 Blimbing.
“Karena ada dukungan-dukungan ini, ada support pemerintah juga, RW 07 Kampung Jahe jadi seperti sekarang ini,” tegasnya.
“Kami bukan kampung lomba. Tiap hari walau gak ada lomba, ya begini ini aktivitas kami. Jimpitan RW jalan terus. Kerja bakti, penghijauan, dan sebagainya jalan terus, tanpa perlu menunggu ada penilaian,” tutupnya.(carep-04/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























