Peristiwa
Korban Bacok Tajinan Malang Meninggal, Ini Keterangan Keluarganya

KABARMALANG.COM – Purnomo, 45, warga Tajinan Kabupaten Malang korban dugaan penganiayaan dan pembunuhan alami luka bacok di sekujur tubuhnya.
Hartanto, 50, kerabat korban menceritakan, malam kemarin sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara ketukan di balik pintu rumahnya.
Saat itu, Hartanto melihat korban sudah bersimbah darah dan merintih kesakitan.
Hartanto yang warga Tajinan Kabupaten Malang panik melihat kondisi korban penuh luka bacok. Dia langsung meminta tolong kepada anggota keluarganya yang lain.
Akhirnya para sanak famili membawa korban dengan pikep untuk mencari rumah sakit.
Kabar Lainnya : Pembunuhan Di Tajinan Malang, Satu Orang Meninggal Dibacok.
Tetapi, korban hampir dua jam berkeliling Malang tanpa ada RS yang bisa menerima. Karena kondisi rumah sakit penuh.
“Kami keliling mencari rumah sakit. Hampir enam rumah sakit, semuanya penuh. Baru akhirnya di RSSA jam 1 malam,” kata Hartanto kepada wartawan di RSSA, Senin (26/7).
Setelah itu, korban dugaan penganiayaan pembunuhan itu masuk IGD RSSA. Tetapi, belum sampai 15 menit, dia menerima kabar korban telah mengembuskan napas terakhir.
Hartanto pun membenarkan ada sejumlah luka di bagian tubuh korban. Yakni di bagian perut, punggung serta tangan.
“Baru 10 menit masuk IGD, meninggal. Luka parah di punggung dan perut,” jelasnya.
Hartanto bersama keluarga besar korban belum mengetahui siapa pelaku dugaan penganiayaan dan pembunuhan ini.
Lokasi dugaan penganiayaan pembunuhan sendiri hanya berjarak tak sampai 20 meter dari rumah Hartanto.
“TKP-nya dekat rumah, itu jalan kampung. Tetapi kejadiannya tidak ada yang tahu,” beber Hartanto.
Dalam perjalanan mencari rumah sakit, korban masih dalam kondisi sadar. Dia juga sempat bercerita, bahwa dia sulit mengenali wajah pelaku.
Karena, wajah pelaku tertutup saat membacok korban yang diduga dengan niat melakukan pembunuhan itu.
Pasalnya, pelaku tidak mengambil sepeda motor korban.
“Kami sempat tanya siapa pelakunya, dia jawab tidak tahu. Sepeda motornya juga masih ada di lokasi. Korban berjalan ke rumah saya karena dekat,” ringkasnya.
Kabar Lainnya : Kecelakaan Di Tumpang Malang, Satu Balita Perempuan Terlindas Truk.
Sementara, keseharian korban adalah makelar jual beli tanah. Korban sendiri meninggalkan istri dan satu anak.
“Kerjanya makelaran tanah, anaknya satu,” akhirnya.
Polisi sendiri masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan pembunuhan yang menyebabkan korban meninggal dunia ini.
Tim Inafis Satreskrim Polres Malang berada di IKF RSSA untuk penyelidikan.(rjs/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































