Connect with us

Peristiwa

Pembunuhan Di Tajinan Malang, Satu Orang Meninggal Dibacok

Published

on

Pembunuhan Di Tajinan Malang, Satu Orang Meninggal Dibacok
Inafis Satreskrim Polres Malang dan Polsek Tajinan olah TKP kejadian pembunuhan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Peristiwa dugaan pembunuhan terjadi di Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Minggu malam (25/7).

Seorang laki-laki bernama Purnomo, 45, warga Desa Gunungronggo Tajinan, kedapatan warga sekitar mengalami luka bacok di tubuhnya.

Saat saksi menemukannya, korban yang kesehariannya adalah makelar, masih hidup. Tetapi korban akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kabar Lainnya : Korban Bacok Tajinan Malang Meninggal, Ini Keterangan Keluarganya.

Menurut saksi mata, peristiwa dugaan pembunuhan di Tajinan Malang ini, sudah ketahuan sejak malam. Karena, warga mendengar adanya suara laki-laki berteriak minta tolong.

Warga sekitar, Supeno, 76, mengungkapkan bahwa cucunya yang belum tidur mendengar ada suara teriakan minta tolong.

Cucunya pun kaget. Tetapi, dia masih harus memastikan kebenaran suara tersebut memang berasal dari luar rumahnya.

Karena, wilayah Purwosekar Tajinan tersebut minim penerangan.

“Nah, ketika itu juga dengar suara sepeda motor masih menyala. Tetapi saya dan cucu saya belum berani keluar,” kata Supeno kepada wartawan di rumahnya.

Begitu sudah tak ada suara, Supeno dan cucunya baru berani keluar rumah. Namun, setelah keluar, mereka tidak melihat ada orang di jalan.

Salah satu keluarga korban, Rudi, menceritakan bahwa korban memiliki rumah di daerah Gunungronggo Tajinan.

Dia juga membenarkan bahwa korban sehari-hari nya adalah seorang makelar.

“Dia mau pulang ke Jatisari Tajinan, ke rumah istrinya dan pakai sepeda motor,” ujar Rudi.

Kabar Lainnya : Kecelakaan Di Tumpang Malang, Satu Balita Perempuan Terlindas Truk.

Namun Rudi mengaku tidak mengetahui kronologi kejadian pastinya. Karena, dia saat itu juga tidak berada di lokasi.

Tetapi, dari cerita keluarga korban asal Tajinan yang mengetahui, Purnomo menderita luka bacok.

“Pembacoknya dua orang (kata keluarga), karena ada luka bacok di punggung,” ringkasnya.

Saat warga sekitar menemukan korban, Purnomo masih hidup. Tetapi, dalam perjalanan ke rumah sakit, dia menghembuskan napas terakhir.

“Sebenarnya ada CCTV di dekat kandang. Tetapi kebetulan eror. Sehingga, orang tidak tahu bagaimana awalnya,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler