Pemerintahan
Dispertan Kabupaten Malang Dorong Produktivitas Sapi Lokal

KABARMALANG.COMĀ – Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Dispertan) Kabupaten Malang gundah. Produktivitas sapi lokal masih minim.
Nilai produksi sapi potong maupun perah belum maksimal. Produktivitas sapi perah dan potong di bawah produksi pabrik.
“Sapi perah misalnya. Produksi lokal rata-rata di 15 liter sehari per sapi. Hal itu tentu nilai lebih kecil. Itu jika dibandingkan nilai produksi sapi perah Greenfield,” ungkap Kepala Dispertan Kabupaten Malang, Nurcahyo, Rabu (17/3).
Jumlah sapi perah Kabupaten Malang, tidak pernah melebihi 100 ribu. Data BPS, sapi perah Kabupaten Malang 80 ribuan ekor.
Produksi susu lokal tahunannya hanya 140 ribuan liter. Sementara, Greenfield, mengklaim bisa memproduksi 45 juta liter setahun.
Karena itu, Kabupaten Malang berencana meningkatkan nilai produksi itu. Nurcahyo menilai perlunya tambahan nutrisi terhadap sapi tersebut.
“Nah, kami ingin merealisasikan peningkatan nilai produksi itu. Caranya, bekerjasama dengan lembaga perbankan. Yakni program KUR (Kredit Usaha Mandiri) untuk peternak sapi,ā ujar Nurcahyo.
Dia menargetkan peningkatan produksi sapi lokal dengan kuantitas. Supaya, populasi sapi lokal non pabrikan bertambah.
āOtomatis jika populasinya bertambah, maka hasil produksi akan bertambah,” ringkasnya.
Kabar Lainnya : 30 UMKM Tempe Batu Mandeg Produksi Karena Kedelai Mahal.
Nurcahyo menyebut, penghasil ternak sapi tersebar di Kabupaten Malang. Tetapi, tiap kecamatan memiliki spesialisasi produksi sapi sendiri.
“Untuk sapi perah, ada Kecamatan Kasembon, Pujon, dan Ngantang. Sedangkan produksi sapi potong ada di Donomulyo, Pagak, Kalipare, dan Gedangan,” tuturnya.
Memang, produksi sapi Kabupaten Malang kalah dari pabrikan. Tetapi, Kabupaten Malang masih 3 besar penyuplai sapi di Jatim.
“Secara umum, produksi sapi Kabupaten Malang sudah cukup bagus. Hanya perlu adanya peningkatan nilai produksi tadi,” ujarnya.
Selain KUR bagi peternak, Dispertan mendapat limpahan APBN 2021. Kabupaten Malang mendapat jatah 120 ribu bibit sapi.
Penyuplainya adalah Kementerian Pertanian RI. Yakni lewat program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).
Dengan demikian, Nurcahyo yakin kapasitas produksi sapi bisa meningkat. Karena, ada potensi peningkatan populasi lewat pembibitan.
“Pembibitan sapi untuk produksi di Kabupaten Malang,” akhirnya.(im/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































