Connect with us

Kabar Batu

30 UMKM Tempe Batu Mandeg Produksi Karena Kedelai Mahal

Published

on

20210104 154935 0000
Suasana pabrik tahu Kelurahan Temas (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Harga kedelai di Kota Batu semakin meninggi. Senin (4/1), sekilo kedelai mencapai Rp 10 ribu.

Sebab itu, 30 UMKM Kampung Tempe Beji berhenti berproduksi.

“Dari 260 UMKM di Kampung Tempe, 30 di antaranya tercatat berhenti. Karena, biaya operasional dan bahan baku yang cukup tinggi,” jelas Kades Beji Deny Cahyono Senin sore (4/1).

Dia juga menjelaskan, produksi Kampung Tempe sebelumnya 1-2 kwintal. Tetapi, harga kedelai mencekik produktivitas perajin tempe.

Kapasitas produksi menurun sampai 70 kilogram saja. Hal serupa juga dialami oleh perajin tahu.

Perajin tahu asal Kelurahan Temas , Suwono membenarkan. Dia memilih mengurangi ketebalan tahu. Ini penyiasatan agar penjualan terus berjalan.

“Ketebalan kami kurangi setengah centimeter. Harga penjualan tahu juga naik. Dari Rp 250 satu kotak tahu goreng. Kini menjadi Rp 300 sampai Rp 400 per kotak,” ujar Suwono.

Ketua Kadin Kota Batu Endro Wahyu meminta Pemkot intervensi. Dia ingin perajin kedelai perhatian khusus Pemkot Batu. Karena, belum ada bimbingan dari Pemkot terhadap UMKM tempe.

Baca juga : Harga Kedelai Naik, Sentra Tempe Sanan Jalan Terus.

“Kami membantu pemasaran dengan jaringan Malang Raya dan Surabaya. Sudah saatnya tempe jadi konsumsi golongan menengah ke atas,” tandasnya.(arl/yds)

Advertisement

Terpopuler