Kabar Batu
Gagal Panen, Harga Cabai Kota Batu Melambung Tinggi

KABARMALANG.COM – Harga cabai melejit di Kota Batu. Cabai rawit kini mencapai Rp 80 ribu per kilonya. Padahal, dua pekan lalu harganya masih Rp 60 ribu.
“Yang jelas barang langka yang membuat harga ini naik. Biasanya membeli satu kilo kini hanya membeli satu ons,” ungkap salah satu pedagang Pasar Besar Batu, Nur pada Senin siang (4/1).
Dia juga mengaku mendapatkan pengurangan supply dari petani. Jumlah cabai dari petani jauh menurun dibandingkan dulu.
Senada, Ketua Gapoktan Margomulyo Pujon Sutris membenarkan. Alasannya, cabai di sawah cukup banyak mengalami gagal panen.
“Cuaca ekstrim yang jadi keluhan petani. Bahkan ada yang gagal panen sampai setengah hektar,” imbuhnya.
Dia menambahkan, biaya operasional penyemprotan cairan pestisida cenderung mahal. Karena, petani harus menyemprotkannya berkali-kali.
Baca juga : Musim Hajatan Harga Cabai Semakin Pedas
“Kalau sekarang, penyiraman belum selesai sudah hujan. Otomatis jadi kurang maksimal. Pestisida dan obat agar tidak membusuk. Tetapi, biasanya memakan waktu 3 jam,” tandasnya.(arl/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































