Connect with us

Pemerintahan

Harga Kedelai Naik, Sentra Tempe Sanan Jalan Terus

Published

on

20210102 154427 scaled
Gapura sentra industri tempe dan kripik tempe Sanan (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Harga bahan baku tempe sedang naik. Dari Rp 7.200, harga kedelai menjadi Rp 9.200 per kilogram.

Tetapi, produksi di sentra industri tempe Sanan tetap jalan. Irfan Kuncoro, Ketua RW 15 Sanan, Kelurahan Purwantoro membenarkan.

Kampung Sanan tidak ada mogok produksi. 

“Pembuatan tempenya tetap jalan. Walaupun ada kendala harga kedelai naik. Hanya saja mungkin produksinya ada pengurangan,” kata Irfan kepada Kabarmalang.com, Sabtu (2/2).

Menurut Irfan, sentra Sanan masih tetap berjalan. Karena, produknya bukan hanya tempe.

“Sanan mengolah kedelai menjadi tempe. Tapi, kami juga memproduksi keripik tempe. Lalu, sambal goreng, nugget dan banyak varian lainnya,” terangnya.

Selain itu, produksi tempe di Sanan tidak bakal berhenti. Karena, permintaan tiga bulan terakhir meningkat di masa pandemi.

“Karena kan konsumen tetap masih banyak yang membutuhkan. Selama ada konsumen yang membutuhkan, kami tetap produksi,” jelasnya.

Wahyu Setianto, Kepala Diskopindag Kota Malang sepaham. Sampai saat ini, belum ada keluhan harga kedelai naik.

“Kami punya link langsung ke pengrajin tempe yang di Sanan. Sampai sekarang belum ada keluhan,” tuturnya.

Kalaupun ada keluhan, Diskopindag siap tanggap. Dia juga akan mendapat informasi soal keluhan perajin tempe. Terutama dari Sentra tempe Sanan.

“Karena di Sanan ada koperasi. Perajin di sana membeli bahan baku tempe lewat koperasi,” terangnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler