Pemerintahan
SPBI Menolak Kenaikan UMP Jawa Timur

KABARMALANG.COM – SPBI Kota Malang menolak UMP Jawa Timur. Penetapan UMP ditolak karena diklaim tidak transparan.
“SPBI menolak kenaikan UMP karena itu dilakukan secara tertutup,” ujar Wahyu Ramadhan, Humas Komite SPBI Pusat, dihubungi Kabarmalang.com, Senin malam (2/11).
Menurutnya, UMP diatur berdasarkan Upah Minimum Kota (UMK). Sedangkan kenaikan UMK di Jatim belum ada.
“Jadi itu tidak masuk akal UMP sudah ada hasilnya,” jelas Wahyu.
SPBI termasuk Dewan Pengupahan Kota Malang. Tapi, UMK Malang malah baru disurvei.
“Tidak logis. UMK belum ditentukan tapi UMP sudah ada angkanya. Harusnya UMK dulu baru UMP,” tegasnya.
Wahyu juga menyoroti ketegasan dan perhatian terhadap pelanggaran ketenagakerjaan.
“Karena masih banyak di lapangan. Pelanggaran yang dilakukan pengusaha ke pada buruh. Salah satunya upah yang tidak sesuai UMK,” bebernya.
Wahyu adalah koordinator lapangan Aliansi Malang Melawan. Dia khawatir pengesahan UU Cipta Kerja akan menghilangkan kesejahteraan buruh.(fat/yds)
Olahraga4 minggu yang laluJalan Sehat Desa Tirtomoyo Kabupaten Malang Berlangsung Meriah Dihadiri Ratusan Warga
Serba Serbi4 minggu yang laluBakti Sosial Peduli Veteran Malang Raya 2026 Sukses Dikelola Berkat Sinergi Donatur
Pemerintahan4 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Catat Tren Kasus KDRT Tembus 121 Kasus Hingga Agustus 2026
Serba Serbi3 minggu yang laluSusu Formula AceKid Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat Ajang WILBEX 2026
Pemerintahan3 minggu yang laluGandeng Masyarakat Gencarkan Gempur Rokok Ilegal
Peristiwa3 minggu yang laluBapanas dan Satgas Pangan Polres Malang Pantau Stok Beras SPHP Pasar Kepanjen
Peristiwa3 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa2 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara






























