Connect with us

Pemerintahan

KPU Maksimalkan Sosialisasi Pilbup Lewat Media

Diterbitkan

,

Imron KPU e1602315911134
Dialog KPU dan media massa harian di BeSS Resort, Lawang, Sabtu (10/10). (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Pandemi Covid-19 memaksa KPU Kabupaten Malang untuk kreatif sosialisasi. KPU bakal memaksimalkan sosialisasi Pilkada melalui media massa.

Pasalnya, KPU khawatir dengan partisipasi pemilih Pilkada 2020.

“Tingkat partisipasi Pilkada tanpa pandemi hanya 64 persen. Apalagi di tengah pendemi seperti saat ini,” terang Komisioner Bagian Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, di BeSS Resort, Lawang, Sabtu (10/10).

Padahal, pilkada tahun ini ditarget 77 persen partisipasi. KPU membutuhkan media massa harian untuk melakukan sosialisasi.

“Tentu terkait pelaksanaan pilkada nanti. Agar informasi KPUD Kabupaten Malang bisa tersampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

Solusi pun digodog lewat dialog dengan media massa. Terutama, media yang komitmen meliput Pilkada Kabupaten Malang.

Diputuskan, media digandeng agar tahapan pilkada tetap tersiarkan. Sosialisasi lewat media juga aman. Karena, tak perlu bertatap muka dengan masyarakat.

Media massa harian diharap menyiarkan berita tentang teknis Pemilu. Utamanya, mengajak pemilih mendatangi TPS 9 Desember mendatang.

Dika menyebut media massa penting untuk informasi teknis pencoblosan.

“Misalnya, pemilih dibekali sarung tangan plastik sebelum masuk TPS. Wilayah pencoblosan dijaga jarak. Juga, tidak ada interaksi. Sosialisasi semacam inilah yang kami butuhkan,” sebutnya.

Berbagai PKPU juga perlu disiarkan kepada masyarakat. Misalnya, PKPU Nomor 13 Tahun 2020. Ini tentang perubahan kedua PKPU Nomor 6 Tahun 2020.

Selain Dika, jajaran komisioner KPU ikut hadir. Termasuk, KPU Jatim dan KPI.

Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah membenarkan peran penting media. Media dapat meningkatkan partisipasi pemilih yang datang ke TPS.

Media dipandang sebagai sarana paling aman dan sehat. Media bisa menyampaikan berita-berita politik.

Termasuk kampanye pasangan calon tanpa interaksi secara langsung. “Media merupakan hal yang aman untuk melaksanakan kampanye ditengah wabah Covid-19,” tutupnya.(im/yds)

Iklan

Terpopuler