Connect with us

Kabar Batu

3 Tahun Tak Terawat, Gor Gajahmada Disidak DPRD

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Banyaknya keluhan terhadap GOR (Gedung Olahraga) Gajahmada yang terletak dikawasan Jalan Stadion Barat Kelurahan Sisir Kecamatan Batu, tentang rusaknya beberapa fasilitas akhirnya mendapatkan respon dari DPRD Kota Batu.

Hal ini dibuktikan dengan disidaknya GOR tersebut pada Selasa (14/07/2020) oleh Komisi C untuk mencari titik terang, mengingat aset Pemkot tersebut sering dijadikan tempat untuk melakukan kompetensi keolahragaan.

“Ternyata kerusakannya memang cukup parah. Tandon air tidak ada, kran macet, beberapa lampu tidak bisa menyala, dan masih banyak yang lainnya,” ujar Khamim Tohari Ketua Komisi C DPRD Kota Batu.

Khamim menambahkan terkait hal ini akan segera dicarikan solusinya, agar aset Pemkot ini bisa segera dibenahi.

Dijelaskan lebih jauh, Khamim mengakui bahwa GOR Gajahmada yang sebenarnya hak pengelolaan di handle oleh Dinas Pendidikan Kota Batu, namun pihaknya tidak bisa banyak berbuat karena masih terkendala dengan belum adanya serah terima dari DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahan) Kota Batu.

Khamim membeberkan pembangunan GOR Gajahmada tersebut, berawal dari pekerjaan DPKPP yang memakan anggaran Rp 25 milyar dan diresmikan pada tahun 2017 lalu.

“Nanti akan kami jembatani dengan memanggil DPKPP Kota Batu. Apa alasannya gedung ini tidak diserah terimakan kepada Dinas Pendidikan Batu,” tegasnya.

Namun, Khamim juga mengatakan bahwa pihak DPRD akan memprioritaskan pengadaan tandon air sehingga kamar mandi di GOR Gajahmada bisa digunakan dengan layak.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Eny Rachyuningsih membenarkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu DPKPP untuk menyerahkan GOR Gajahmada. Hal ini mengingat SK Pengelolaan GOR telah terbit pada bulan Juni 2019 lalu.

“Kalau kami paksakan memberikan anggaran, nanti malah terjadi dobel pembiayaan. Masa satu gedung dibiayai oleh Dindik dan DPKPP,” ujar Eny.

Eny berharap, dengan adanya sidak dari Komisi C ini maka bisa mengatasi permasalah yang cukup berlarut ini. (arl/fir)

 

Kabar Batu

Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3, Kejari Batu Geledah 6 OPD

Diterbitkan

||

Suasana penggeledahan dokumen oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu di Balai Kota Among Tani (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Penyidikan dugaan markup pengadaan lahan Kota Batu terus bergulir.

Kejaksaan Negeri Batu pun menggeledah Balai Kota Among Tani.

Enam ruangan OPD didatangi. Kejari mencari dokumen penguat dugaan nilai kerugian negara.

“Ini langkah memperkuat dokumen dalam penyidikan. Ada beberapa dokumen yang belum kami temukan juga,” ungkap Kejari Kota Batu Supriyanto, Rabu sore (25/11).

Dokumen yang dicari berkaitan dengan pengadaan tanah. Mulai dari tahapan perencanaan, pengadaan dan berbagai penyusunan rencana.

Mantan Kajari Gorontalo tersebut juga menggandeng BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Pekan depan, BPKP akan datang ke Kota Batu. Sehingga, dia mengharapkan kerja sama seluruh pihak untuk penyidikan.

Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso membantah penggeledahan. Dia hanya membenarkan bahwa jaksa datang ke Balai Kota.

“Jadi bukan penggeledahan. Kejaksaan mencari DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Cari bentuk aslin dan bukan fotocopy-an. SPJ dan RAPBD sudah lama. Sekitar 7 tahun yang lalu. Sehingga ditaruh di gudang dan harus dicari dulu,” tutupnya.

Pantauan kabarmalang.com, terdapat delapan personil jaksa. Mereka mencari di ruang Badan Keuangan Daerah.

Lalu, Bagian Hukum dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian. Serta, ruang Sekretaris Daerah Pemkot Batu.

Kasus ini mencuat setelah terbitnya Sprindik pertengahan 2020. Pengadaan lahan sendiri terjadi di 2014. Anggarannya sekitar Rp 8,8 miliar.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

UMK Batu Naik, Tim Pengupahan Menerima

Diterbitkan

||

Sekretaris Apindo Kota Batu Nur Asmaidarani, Kabid Hubungan Industrial DPMPTSPTK Kota Batu Adiek Imam Santoso, dan Ketua SPSI Kota Batu Purtomo (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Upah Minimum Kota Batu naik sebanyak Rp 25 ribu. Kenaikan ini akhirnya diterima dewan pengupahan Kota Batu.

Meski begitu, tim pengupahan tak terlalu antusias menyambut kenaikan.

“Kami tetap bersyukur dengan adanya hal ini. Daripada tidak naik sama sekali,” terang Ketua SPSI Kota Batu Purtomo, Selasa pagi (24/11).

Kenaikan tersebut setidaknya hasil perjuangan SPSI Jatim. Mereka terus mendesak Gubernur Jatim. Sehingga, naiklah upah minimum Batu.

Apindo Kota Batu mau tidak mau harus menerima. Namun Apindo tetap berupaya melalukan penangguhan. Ini teruntuk perusahaan yang tidak mampu membayar.

“UU No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja melarang penangguhan. Namun Juknis UU tersebut belum ada. Sehingga UU masih belum bisa dijalankan,” tutur Sekretaris Apindo Kota Batu Nur Asmaidarani.

Pemkot Batu belum menerima SK Gubernur soal kenaikan UMK. “Kalau naik berarti ada perubahan. Rp 2.794.801 di 2020, menjadi Rp 2.819.801 di 2021,” kata Kabid Hubungan Industrial, DPMPTSPTK Adiek Imam Santoso.

Pemkot Batu siap menerima keputusan Gubernur Jatim. Mengingat tupoksi Wali Kota Batu hanya bisa memberikan rekomendasi.

“Rabu besok (25/11) ada sosialisasi. Di sana kami mengundang Disnaker Jatim. Besok baru ketahuan keputusan finalnya,” tandasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kembali Dievakuasi, Pasien Positif Covid-19 Desa Tlekung 27 Orang

Diterbitkan

||

Ilustrasi Penjemputan Pasien Positif Covid-19

 

KABARMALANG.COM – Angka terkonfirmasi pasien yang terpapar Covid-19 meninggi di Desa Tlekung. Hal ini kembali diperkuat adanya penjemputan 11 warga pada Senin malam (23/11).

Total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo tercatat berjumlah 27 orang.

“Penjemputannya malam jam 10, itu dievakuasi di Hotel Mutiara,” jelas Kepala Desa Tlekung Mardi ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com, Selasa pagi (24/11).

Mardi, menerangkan saat pihaknya akan terus berupaya melakukan tracing secara berkala.

Tak hanya itu saja, Mardi juga memastikan bahwa tidak akan ada PSBL (Pembatasan Sosial Berskala Lokal) di Desa Tlekung.

“Jadi berfokus pada tracing dan akan di isolasi dari hasil test SWAB yang hasilnya positif,” katanya.

Perlu diketahui, data terakhir kasus Covid-19 pada Senin kemarin tercatat memiliki 707 kasus dengan rincian pasien positif berjumlah 88 orang, pasien sembuh 551 orang dan pasien meninggal 68 orang.

Sementara itu, Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu M Chori dan Kadinkes Kota Batu Kartika Trisulandari belum merespon ketika dikonfirmasi oleh Kabarmalang.com (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com