Connect with us

Hukrim

Serangan Balik, The Nine Kawal Dugaan Penggelapan Ex Karyawatinya

Diterbitkan

,

Serangan Balik, The Nine Kawal Dugaan Penggelapan Ex Karyawatinya
Konferensi pers dari pihak The Nine terkait kasus penggelapan uang dari MT (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – The Nine melakukan serangan balik setelah beberapa waktu terakhir menjadi sasaran.

Karena, kasus penganiayaan karyawati berinisal MT, 38, oleh bos kelab malam The Nine di Kota Malang, yakni JF, kini memasuki babak baru.

JF sudah menjadi tersangka kasus penganiayaan oleh Polresta Malang Kota. Sekarang, giliran serangan balik The Nine mengawal laporan penggelapan uang yang mereka tuduhkan kepada MT.

Pihak The Nine sebelumnya telah melaporkan MT kepada Polresta Malang Kota pada (17/6) lalu, atas tuduhan penggelapan uang perusahaan.

Kini laporan tersebut telah meningkat ke tahap penyidikan. Terbukti dengan terbitnya SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan).

Brand Conceptor sekaligus stakeholder The Nine Club, Chandra Yudasswara alias Chef Chandra membenarkan hal tersebut.

Awalnya, Manajer Humas The Nine, Andre Setiawan yang membuat laporan kepada kepolisian. Karena pihak The Nine mendapatkan kejanggalan dalam hasil tim audit perusahaan.

The Nine kemudian lakukan penelusuran mendalam. Dari situ mereka temukan sejumlah problem, khususnya pada nota pembelian bahan-bahan makanan di The Nine.

“Jadi kami mencari siapa yang membuat ketidakwajaran ini selama tiga bulanan. Akhirnya saya berani angkat bicara soalnya proses di kepolisian juga berjalan,” ujar Chef Candra, Rabu (30/6).

Sejalan dengan itu, kuasa hukum Chef Chandra yakni Shinta Halim menambahkan.

Dia menuturkan penyidik Polresta Malang Kota telah menetapkan Pasal 374 KUHP kepada MT atas dugaan penggelapan uang.

“MT adalah karyawan dari restoran The Nine House di bagian purchasing atau bagian pembelian. Dalam hal ini karena restoran untuk pembeliannya dalam hal makanan,” ucapnya.

Shinta mengatakan isi pasal 374 KUHP itu tentang penggelapan oleh orang dan penguasaannya terhadap barang.

Penyebabnya karena ada hubungan kerja atau karena pencarian. Atau karena mendapat upah untuk itu dalam hal penguasannya tersebut.

“Ancaman dari Pasal 374 KUHP adalah dengan pidana penjara maksimal lima tahun. Jika merujuk pada Pasal 182 KUHAP, penyidikan merupakan sampaian tindakan penyidik. Dalam hal dan menurut cara yang tertera dalam UU KUHAP,” bebernya.

Dia menambahkan, The Nine sudah menyerahkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti kepada para penyidik.

Bahwa MT terduga melakukan penggelapan uang dengan cara membuat invoice atau nota palsu.

“Ini berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang pihak The Nine dapatkan. Nota tersebut, MT sendiri yang rancang dengan harga yang tidak sesuai dari ketentuan pihak supplier,” tambahnya.(fat/yds)

Hukrim

Kalah Judi Online, Karyawan Isi ATM Di Malang Curi Rp 498 Juta

Diterbitkan

,

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto (tengah) dan jajarannya saat merilis dua tersangka yang mencuri dari ATM. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Karyawan isi anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Malang nekat mencuri karena kalah judi online.

Polresta Malang Kota pun membekuk dua komplotan pencuri di ATM. Yaitu inisial AF alias Toyib, 33, warga Kecamatan Pagak Kabupaten Malang dan AP, 29, warga Wagir.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menyebut tersangka AF adalah karyawan vendor pengisian ATM.

“Tetapi, pada Februari 2021, dia terlilit utang, mulai dari utang angsuran finance, pinjaman online dan kalah judi online,” kata Buher kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Jumat (17/9).

Tumpukan utang membuat Toyib gelap mata. Akhirnya, dia menyusun rencana pencurian sebagian uang di dalam mesin ATM tempatnya bekerja.

Sekira bulan Februari 2021 untuk pertama kalinya Toyib mengajak AP, yang juga tetangganya, untuk menjalankan aksi ini.

Mereka bersama-sama melakukan pencurian uang yang berada di dalam mesin ATM.

Dua tersangka Toyib dan AP, pelaku pencurian dalam ATM hingga Rp 498 juta. (foto : ist)

Modusnya, Toyib mengambil kunci mesin ATM. Kemudian, dia janjian bertemu dengan AP di sekitaran lokasi mesin ATM sasaran.

Sebelum ini, Toyib juga menyerahkan seragam tempatnya bekerja kepada AP. Sehingga, AP akan terlihat seperti karyawan perusahaan pengisian ATM tersebut.

Sesampainya di lokasi mesin ATM sasaran, Toyib berperan sebagai eksekutor. Dia mengambil uang tunai yang berada di dalam mesin ATM tersebut.

Toyib menyalahgunakan kunci dari ruang monitoring perusahaan vendor ATM. Sedangkan AP berada di luar mesin ATM sambil mengawasi situasi sekitar.

Kedua tersangka melakukan aksi seperti ini secara berulang – ulang. Sampai akhirnya, perusahaan tempat Toyib bekerja pun curiga.

Perusahaan ini melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota dengan kerugian total Rp 498.400.000.

Berdasarkan laporan ini, Polresta Malang Kota mendeteksi pencurian terakhir terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021, sekitar pukul 18.47 WIB.

Polisi berhasil mendeteksi, kedua tersangka mencuri dari mesin ATM Jalan Sudanco Supriyadi 135 Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang.

“Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mendapatkan identitas kedua pelaku, dan langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku,” ujar Buher.

Kabar Lainnya : Dilawan Sekuriti, Perampok Gagal Satroni ATM Mandiri Kawi.

Pada Selasa, 31 Agustus 2012, pukul 17.45 WIB, polisi membekuk AP di Wagir Kabupaten Malang.

Kemudian, Rabu, 1 September 2021, pukul 21.00 WIB, Satreskrim Polresta Malang Kota mengamankan Toyib di Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Dari hasil penangkapan ini, Polresta Malang Kota mengamankan sejumlah barang bukti.

Antara lain dua kemeja seragam perusahaan vendor ATM, dua sepeda motor, tiga buah kaset penyimpanan uang ATM, serta uang tunai total Rp 36.6 juta.

Buher menegaskan, kedua tersangka bakal terjerat pasal pencurian pemberatan secara berulang-ulang.

“Kami jerat kedua tersangka dengan pasal 363 KUHP Jo pasal 65 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

YouTuber Idris Urusan Polisi (Lagi), Terjerat Video Pasangan Gancet

Diterbitkan

,

YouTuber Idris Urusan Polisi (Lagi), Terjerat Video Pasangan Gancet
Idris Al Marbawy, Youtuber asal Ngajum Kabupaten Malang yang terjerat kasus hoaks video pasangan gancet. (foto :rjs)

 

KABARMALANG.COM – Nama Youtuber Idris Al-Marbawy, asal Ngajum Kabupaten Malang kembali menuai kontroversi. Dia nampak terlihat di Polres Malang hari ini, Kamis, 16 September 2021.

YouTuber Idris mengakui mendapat panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan setelah kasus videonya masuk laporan polisi.

“Hari ini tadi pemanggilan untuk pemeriksaan,” ucap Idris menjawab pertanyaan wartawan di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Idris mengaku pemeriksaan hari ini masih tentang kasus dugaan penyebaran berita bohong.

“Pemeriksaan, masih perkara yang dulu,” paparnya.

Soal video gancet berbau pornografi, Idris menegaskan, bahwa konten itu murni untuk edukasi masyarakat.

“Kan sudah jelas, dalam disclaimer. Untuk edukasi adanya konten itu,” jawabnya.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi mengabarkan adanya agenda pemeriksaan Idris hari ini.

“Kami jadwalkan ada pemeriksaan tambahan. Ini juga untuk melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk dari JPU (jaksa penuntut umum),” terang Donny,  terpisah.

Menurut Donny, penyidik dalam proses melengkapi berkas perkara pemeriksaan. Setelah itu, begitu berkas genap, penyidik akan segera melimpahkannya ke kejaksaan.

“Kalau berkas sudah lengkap, segera akan kita limpahkan ke kejaksaan,” tandasnya.

Sebelum ini, Polres Malang telah menetapkan Idris Al-Marbawy sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong sejak 29 Juni 2021.

Idris terbukti menyebarkan berita bohong atau hoaks. Saat itu, dia mengunggah video berjudul ‘Detik-detik Gus Idris Ditembak Orang Tak Dikenal saat Live Streaming’ 28 Febuari 2021 lalu.

Gus Idris seolah-olah kena tembak orang misterius, melalui sebuah mobil yang sedang berjalan. Video yang masuk ke akun Youtube GIO itu kemudian viral.

Penyidik menjerat Idris dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 01 tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Junto Pasal 55 KUHP.

Selain Gus Idris, ada satu tersangka lain yakni Yan Firdaus juga kena pasal yang sama.(rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Ancaman Teroris Di Indonesia Disorot Kemenlu Jepang, BNPT Menjawab

Diterbitkan

,

Ancaman Teroris Di Indonesia Disorot Kemenlu Jepang, BNPT Menjawab
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. (foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jepang memberi pernyataan soal ancaman teroris di Indonesia sejak Senin (13/9).

Menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jepang terkait ancaman teroris di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberi jawaban.

“Kami memaklumi kekawatiran Jepang. Namun pemerintah Indonesia selama ini telah melakukan pencegahan terorisme, penegakan hukum, dan kerja sama internasional sesuai mandat Undang-Undang No 5 Tahun 2018,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Rabu (15/9) dalam siaran pers.

Sebelum ini, Jepang, Senin (13/9/2021) memperingatkan kemungkinan serangan yang berdampak pada warga negara Jepang.

Peringatan itu berlaku untuk warga negara Jepang di Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Lansiran ABCNews, peringatan itu menimbulkan kebingungan di beberapa negara tersebut.

Negara-negara ini, termasuk Indonesia, tidak mengetahui ancaman semacam itu, atau rincian dari Jepang mengenai sumber informasinya.

Boy pun mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap seluruh ancaman aksi teror, kapanpun dan di manapun.

“Perlunya kewaspadaan bersama. Karena jaringan terorisme terus berupaya untuk melaksanakan aksinya di ruang publik,” katanya.

BNPT sejak awal telah melakukan pencegahan. Yaitu kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi.

Pertama, kesiapsiagaan nasional artinya menguatkan pemahaman ideologi Pancasila kepada masyarakat rentan dan juga masyarakat secara umum.

Kabar Lainnya : Dugaan Danai Teroris JI, Kotak Amal Disisir.

Kedua, meningkatkan kemampuan aparatur agar tidak terpapar paham radikal terorisme.

Ketiga, melakukan perlindungan terhadap objek vital, fasilitas umum, termasuk di dalamnya rumah ibadah.

Selanjutnya, mengembangkan kajian terorisme secara komprehensif.

Setelah itu, pemetaan daerah rawan radikal terorisme.

Ada pula pencegahan melalui kontra radikalisasi merupakan upaya untuk menghentikan penyebaran paham radikal terorisme.

BNPT melaksanakan kontra ideologi, kontra narasi, serta kontra propaganda kepada orang atau kelompok orang yang rentan terpapar paham radikal terorisme secara langsung atau tidak langsung.

Melalui deradikalisasi, BNPT bersama komponen terkait berupaya untuk menghilangkan atau mengurangi, serta membalikkan pemahaman radikal terorisme yang telah terjadi.

Sehingga tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana, mantan narapidana, dan orang atau kelompok orang yang sudah terpapar dapat kembali ke masyarakat.

Pencegahan ini melibatkan seluruh komponen bangsa. Ini bukan cuma tugas BNPT dan aparat terkait.

Tetapi masyarakat, baik akademisi, praktisi, tokoh agama, tokoh masyarakat yang bermitra dengan BNPT juga punya peran.

Preventive justice (pencegahan melalui penegakan hukum) telah bergulir.

Sejak bulan Januari 2021 sampai September 2021 sebanyak 320 orang lebih telah mendapat penindakan Densus 88. Secara kuantitas, aksi teror di Indonesia berkurang.

Kemudian, BNPT juga telah menjalin kerja sama dengan entitas internasional. Baik bersama negara sahabat, maupun organisasi kawasan dan internasional.

BNPT melakukan ini dalam rangka melindungi Indonesia dari ancaman terorisme global. Melalui upaya ini, BNPT melakukan penanggulangan dari hulu ke hilir.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Ucapan Hari Pelanggan Nasional Dari PDAM Tugu Tirta
Iklan Cukai Pemkot Malang

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com