Connect with us

Ekbis

Kota Batu Zona Merah Kunjungan Wisata Turun Drastis

Diterbitkan

,

Dirut PT Selecta Sujud Hariadi (Foto: arl)

 

KABARMALANG.COM – Lima hari diumumkannya Kota Batu menjadi zona merah, kunjungan wisata di high season 2020 menurun drastis.

Hal ini dilihat tingkat kunjungan wisata di Kota Batu masih belum maksimal meskipun destinasi wisata telah dibuka.

“Di Selecta pada bulan November tahun lalu telah mencapai 1.197.593 pengunjung,” ungkap Dirut PT Selecta Sujud Hariadi kepada Kabarmalang.com, Sabtu (5/12).

Sejak pandemi hanya mencapai 424 ribu pengunjung. Sujud bahkan masih pesimis kunjungan wisata di high season akan menyentuh angka 500 ribu pengunjung.

Lebih jauh, Sujud menjelaskan tipikal wisatawan pada saat masa pandemi Covid-19 berbeda jauh dengan masa normal.

Menurut Sujud, wisatawan malah cenderung memilih berlibur di hari sibuk daripada berlibur di high season yang ada.

“Seperti yang kita tahu bahwa kunjungan wisata dan hotel dibatasi hanya 50 persen. Namun ini tidak pernah tersentuh sampai 50 persen penuh,” katanya.

Tercatat kunjungan wisata pada Agustus lalu hanya mencapai 30 persen karena awal pelonggaran PSBB di Kota Batu, lalu pada September menurun drastis menjadi 10 persen dan meningkat di Oktober menjadi 30 persen serta terus naik menjadi 40 persen di November.

Oleh sebab itu Sujud menekankan bahwa adanya boombing vacation diprediksi tidak akan semeriah dan seramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Apalagi hingga saat ini kami juga belum mendapat adanya laporan dari 86 anggota PHRI Kota Batu untuk mengundang artis menjelang event akhir tahun,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu ini.

Sementara itu Ketua Pramuwisata Kawasan Songgoriti, Haryoto mengungkapkan semenjak pandemi Covid-19 hadir ditengah-tengah masyarakat membuat kunjungan wisatawan di kawasan Songgoriti sangat menurun jauh.

“Sejak pandemi, 60 pengunjung wisatawan itu sudah sangat bagus sekali. Apalagi weekend di masa pandemi juga hanya mencapai 200 pengunjung,” tuturnya.

Haryoto berharap kedepan Kota Batu bisa segera melepaskan diri dari zona merah sehingga perekonomian Kota Batu yang notabene bersumber dari pariwisata bisa sepenuhnya menjadi normal. (arl/fir)

 

Advertisement Gempur Rokok Ilegal Bea Cukai Malang
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kunjungan Wisata Kota Malang 2020 Jeblok Sampai 66,8 Persen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih