Connect with us

Pemerintahan

Tak Ber-IMB, Vila Disegel Satpol PP Kota Batu

Diterbitkan

||

Satpol PP Kota Batu saat menertibkan bangunan tak berizin (Foto : Choirul Anwar)

KABARMALANG.COM – Merebaknya bangunan tak berizin di Kota Batu, membuat Satpol PP akhirnya bertindak tegas dengan melakukan penyegelan.

Tindakan tegas menegakan Perda ini terjadi di sebuah vila Dusun Tlogorejo Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

“Dari informasi yang kami peroleh, Bangunan ini tidak memiliki izin. Sudah dipanggil dua kali namun kurang cooperatif untuk melakukan tindakan perizinan sehingga sekarang kami segel,” ungkap penyidik PNS Bidang Gakda Satpol PP Kota Batu, Dekky Fauzi, Rabu siang (18/11).

Bangunan yang disegel seluas sekitar 1.400 meter persegi dan memiliki 17 ruangan ditutup sampai legalitas gedung bisa dipenuhi.

Kepala Desa Bumiaji Edy Suyanto membeberkan, bahwa pihaknya telah melakukan pengiriman surat kepada pemilik tanah.

Namun karena tidak pernah direspon, maka Pemdes memilih jalur untuk menyerahkan sepenuhnya permasalahan itu ke Pemkot Batu.

“Apalagi ini sudah berjalan 4 tahun pembangunan dan hampir jadi. Semuanya terserah Pemkot,” ujar Edi terpisah.

Satpol PP Kota Batu saat menertibkan bangunan tak berizin (Foto : Choirul Anwar)

Satpol PP Kota Batu saat menertibkan bangunan tak berizin (Foto : Choirul Anwar)

Kasatpol PP Muhammad Nur Adhim menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penekanan bagi pelanggar IMB.

Sehingga terjadi penurunan angka pelanggaran dalam satu tahun terakhir. Dari 225 pelanggar tahun 2019, tahun ini menjadi 128 pelanggar saja.

“PR kami masih banyak, tahun depan akan kami bentuk dari Satpol PP berupa Tim Pengawasan dan Edukasi,” jelasnya.

Adhim menegaskan, nantinya tim akan ikut serta dalam pendekatan dan edukasi kepada investor yang tertarik mendirikan bangunan di Kota Batu.

Beda pandangan dengan Wakil Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud menilai kolaborasi antar OPD di Pemkot Batu masih menjadi tanda tanya besar.

Hal ini dikarenakan angka pelanggaran bangunan tak ber IMB mencapai angka ratusan pertahunnya.

“Kita pertanyakan kolaborasi mereka. Setidaknya mereja harus ada kolaborasi antara Satpol PP dan DPMPTSPTK membentuk tim penegakan Perda untuk langsung melakukan eksekusi,” tegasnya.

Selain itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Ludi Tanarto menegaskan di tahun 2021 akan ada tambahan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk DPMPTSPTK.

“Untuk membeli sarpras perizinan keliling. Satu mobil dan dua motor serta kelengkapannya,” tuturnya.

Maka dari itu, Ludi juga mewanti-wanti agar DPMPTSPTK Kota Batu bisa semakin serius melayani masyarakat mengingat PAD Kota Batu pada 2020 mengalami penurunan karena pandemi.

“Potensinya besar karena selain mengurangi pelanggar IMB juga bisa menambah PAD. Soalnya itu satu rangkaian,” tandasnya. (arl/rjs)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pemkot Galakkan Aksi Tanam Pohon Pule

Diterbitkan

||

Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menanam pohon pule di Jalan Walet Sukun. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Aksi tanam pohon terus digalakkan Pemkot Malang. Jumat (4/12), aksi tanam pohon kembali dihelat di Sukun.

Tepatnya, di Jalan Walet, Kelurahan Sukun. Pelaksanaan dipimpin Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

“Gerakan menghijaukan dan meneduhkan harus terus kita gencarkan. Karena ini juga akan menjadi pendidikan karakter,” ujar Edi, sesaat setelah penanaman pohon.

Aksi tanam pohon diikuti jajaran Pemkot Malang. Mulai dari Asisten Administrasi Pembangunan Diah Ayu Kusumadewi.

Lalu, Camat Sukun I Ketut Widi. Serta, Kabag Humas Nur Widianto dan Lurah Sukun.

Masyarakat RW 07 Jalan Walet juga ikut menanam pohon. Termasuk, anak-anak di lingkungan sekitar.

“Saya sangat senang. Acara pagi ini juga diikuti oleh anak anak. Ini proses pendidikan serta pembelajaran yang sangat baik, “ujar Edi.

Edi pun memimpin penanaman bibit pule di jalan Walet. Menurut Edi, bulan ini sangat baik untuk aktivitas menanam pohon.

Sehingga, Edi meminta dinas terkait untuk mengakselerasi penanaman pohon. Yakni DLH dan DKPP Kota Malang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Puluhan Wartawan Kota Malang Swab Test

Diterbitkan

||

Proses akan dilakukan swab test kepada wartawan dan pegawai Humas Pemkot Malang di Labkesda. (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COMPemkot Malang menggelar swab tes bagi puluhan wartawan biasa meliput di lingkungan Pemkot Malang.

Selain awak media, pegawai bagian humas Pemkot Malang juga ikut dalam swab digelar di Labkesda, Kota Malang, Kamis (3/12).

Swab sebagai upaya mitigasi pasca, Wali Kota Malang, Sutiaji terkonfirmasi Covid-19. Begitu juga dengan belasan ASN di lingkungan balai kota terindikasi Covid-19 pasca menjalani tes cepat.

“Intensitas pertemuan wartawan cukup tinggi dengan pejabat Pemkot Malang. Khususnya Bapak walikota ” ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto kepada wartawan, di Labkesda.

Swab diharapkan, bisa memperjelas kondisi kesehatan awak media. Sehingga, kerja harian sebagai jurnalis tidak terganggu.

“Kami di humas Pemkot Malang juga swab tes. Karena memang persinggungan kerjanya bersama teman-teman media,” lanjutnya.

Hasil swab tes akan bisa diketahui dua atau tiga hari kedepan. Jika ada yang positif Covid-19, Dinas Kesehatan akan memberikan treatmen.

“Ada arahan nanti dari tim Dinas Kesehatan. Secara SOP diarahkan isolasi mandiri. Itu jika tidak disertai komorbid,” jelasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

FKD Wadahi Penyandang Disabilitas Kota Malang

Diterbitkan

||

Workshop ulat sutera, salah satu kegiatan dari FKD Kota Malang (Foto: Fathi).

 

KABARMALANG.COMKota Malang sangat concern terhadap isu disabilitas. Forum Komunikasi Disabilitas (FKD) pun dibentuk di Kota Malang.

FKD tersebar di lima kecamatan. Anggotanya diisi oleh semua ragam disabilitas. FKD menjadi wadah pemberdayaan dan pembinaan penyandang disabilitas.

“Kegiatan FKD Kota Malang misalnya terapi dan kewirausahaan. Ini berlaku untuk penyandang disabilitas di masing-masing kecamatan,” ujar Titing Rara Wulansari, Pendamping Penyandang Disabilitas Kementrian Sosial untuk Malang Raya dihubungi Kabarmalang.com, Kamis (3/12).

Terapi disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Khususnya, bagi anak-anak lambat belajar dan autis.

“Biasanya yang lambat belajar hanya tentang kemandirian. Serta, aktivitas harian seperti mengancing dan melipat baju,” terangnya.

Sementara, terapi tuna grahita adalah mewarnai dan menyusun balok.

Bagi penyandang disabilitas dewasa, ada pelatihan kewirausahaan. “Ada workshop ulat sutera, dan kewirausahaan produk makanan,” jelasnya.

Melalui FKD, pembinaan penyandang disabilitas juga melalui keluarga.

“Pembinaannya lebih fokus pada penguatan keluarga. Karena keluarga adalah faktor utama mandiri tidaknya penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Menurutnya, pembinaan dalam keluarga perlu dikuatkan. Karena penyandang disabilitas acapkali mendapatkan diskriminasi di tengah masyarakat.

Dia berharap diskriminasi terhadap penyandang disabilitas berhenti. Apalagi, hari ini (3/12) momen Hari Disabilitas Internasional 2020.

Titing ingin semua masyarakat saling bersinergi. Kehidupan masyarakat harus didorong inklusif dan ramah disabilitas.

“Sehingga, penyandang yang mandiri bisa terjun langsung ke masyarakat,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com