Connect with us

Kabar Batu

Dianggap Tak Adil, Masyarakat Sumberejo Desak Aliansi Front Sumberejo Cabut Laporan

Diterbitkan

||

Warga Sumberejo luruk Balaikota Among Tani (Foto : Choirul Anwar)

KABARMALANG.COM – Masyarakat Desa Sumberejo, Kota Batu meminta laporan Aliansi Front Sumberejo dicabut.

Laporan itu keluar hasil pertemuan antara DPMPTSPTK (Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja) dengan Aliansi Front Sumberejo, dan Yayasan Arjom. Karena keputusan itu dianggap sepihak.

“Kami minta laporan dicabut. Apalagi ini masalah intern desa jadi harusnya diselesaikan di ranah desa saja jangan sampai ramai seperti ini karena bikin malu,” ujar Muhammad Nurdin Ketua RT 04 RW 07 Dusun Jombok di Balaikota Among Tani, Selasa (17/11/2020).

Nurdin menerangkan warga akan membubarkan diri jika tuntutannya dikabulkan.

Mengetahui hal tersebut, Gagas Ariyo Setyo yang merupakan punggawa dari Aliansi Front Sumberejo akhirnya melakukan pencabutan pelaporan dan berjanji untuk tidak membawa permasalahan internal desa ke Pemkot Batu.

Hal ini dilakukan dimaksudkan untuk menghindari konflik horizontal antar warga dan menjaga Balaikota Among Tani tetap kondusif.

“Mau bagaimana lagi, ini memang untuk menghindari konflik horizontal,” terang Gagas.

Gagas berharap, dengan adanya pencabutan laporan ini tifak menghentikan kepengurusan legalitas wisata Sumber Jombok.

Warga Sumberejo luruk Balaikota Among Tani (Foto : Choirul Anwar)

Warga Sumberejo luruk Balaikota Among Tani (Foto : Choirul Anwar)

Sementara itu Kasatpol PP Muhammad Nur Adhim menerangkan walaupun laporan telah dicabut, Pemkot Batu akan tetap meninjau bangunan yang tidak memiliki izin tersebut.

Hal ini dikarenakan pembangunan tempat tersebut telah berjalan hingga 90 persen sejak tahun 2019 lalu.

“Akan tetap ditinjau oleh Pemkot Batu karena memang sudah ranah kami,” jelasnya.

Menurut Nur Adhim, dengan adanya hal ini bisa menambah edukasi warga Sumberejo untuk melakukan proses perizinan sebelum melakukab aktivitas pembangunan di Kota Batu. (arl/fir)

Kabar Batu

Dugaan Markup Lahan, Kejari Geledah 6 OPD

Diterbitkan

||

Suasana penggeledahan dokumen oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu di Balai Kota Among Tani (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Penyidikan dugaan markup pengadaan lahan Kota Batu terus bergulir.

Kejaksaan Negeri Batu pun menggeledah Balai Kota Among Tani.

Enam ruangan OPD didatangi. Kejari mencari dokumen penguat dugaan nilai kerugian negara.

“Ini langkah memperkuat dokumen dalam penyidikan. Ada beberapa dokumen yang belum kami temukan juga,” ungkap Kejari Kota Batu Supriyanto, Rabu sore (25/11).

Dokumen yang dicari berkaitan dengan pengadaan tanah. Mulai dari tahapan perencanaan, pengadaan dan berbagai penyusunan rencana.

Mantan Kejari Gorontalo tersebut juga menggandeng BPKP. Yaitu Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan.

Pekan depan, BPKP akan datang ke Kota Batu. Sehingga, dia mengharapkan kerja sama seluruh pihak untuk penyidikan.

Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso membantah penggeledahan. Dia hanya membenarkan bahwa jaksa datang ke Balai Kota.

“Jadi bukan penggeledahan. Kejaksaan mencari DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Cari bentuk aslin dan bukan fotocopy-an. SPJ dan RAPBD sudah lama. Sekitar 7 tahun yang lalu. Sehingga ditaruh di gudang dan harus dicari dulu,” tutupnya.

Pantauan kabarmalang.com, terdapat delapan personil jaksa. Mereka mencari di ruang Badan Keuangan Daerah.

Lalu, Bagian Hukum dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian. Serta, ruang Sekretaris Daerah Pemkot Batu.

Kasus ini mencuat setelah terbitnya Sprindik pertengahan 2020. Pengadaan lahan sendiri terjadi di 2014. Anggarannya sekitar Rp 8,8 miliar.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

UMK Batu Naik, Tim Pengupahan Menerima

Diterbitkan

||

Sekretaris Apindo Kota Batu Nur Asmaidarani, Kabid Hubungan Industrial DPMPTSPTK Kota Batu Adiek Imam Santoso, dan Ketua SPSI Kota Batu Purtomo (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Upah Minimum Kota Batu naik sebanyak Rp 25 ribu. Kenaikan ini akhirnya diterima dewan pengupahan Kota Batu.

Meski begitu, tim pengupahan tak terlalu antusias menyambut kenaikan.

“Kami tetap bersyukur dengan adanya hal ini. Daripada tidak naik sama sekali,” terang Ketua SPSI Kota Batu Purtomo, Selasa pagi (24/11).

Kenaikan tersebut setidaknya hasil perjuangan SPSI Jatim. Mereka terus mendesak Gubernur Jatim. Sehingga, naiklah upah minimum Batu.

Apindo Kota Batu mau tidak mau harus menerima. Namun Apindo tetap berupaya melalukan penangguhan. Ini teruntuk perusahaan yang tidak mampu membayar.

“UU No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja melarang penangguhan. Namun Juknis UU tersebut belum ada. Sehingga UU masih belum bisa dijalankan,” tutur Sekretaris Apindo Kota Batu Nur Asmaidarani.

Pemkot Batu belum menerima SK Gubernur soal kenaikan UMK. “Kalau naik berarti ada perubahan. Rp 2.794.801 di 2020, menjadi Rp 2.819.801 di 2021,” kata Kabid Hubungan Industrial, DPMPTSPTK Adiek Imam Santoso.

Pemkot Batu siap menerima keputusan Gubernur Jatim. Mengingat tupoksi Wali Kota Batu hanya bisa memberikan rekomendasi.

“Rabu besok (25/11) ada sosialisasi. Di sana kami mengundang Disnaker Jatim. Besok baru ketahuan keputusan finalnya,” tandasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kembali Dievakuasi, Pasien Positif Covid-19 Desa Tlekung 27 Orang

Diterbitkan

||

Ilustrasi Penjemputan Pasien Positif Covid-19

 

KABARMALANG.COM – Angka terkonfirmasi pasien yang terpapar Covid-19 meninggi di Desa Tlekung. Hal ini kembali diperkuat adanya penjemputan 11 warga pada Senin malam (23/11).

Total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo tercatat berjumlah 27 orang.

“Penjemputannya malam jam 10, itu dievakuasi di Hotel Mutiara,” jelas Kepala Desa Tlekung Mardi ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com, Selasa pagi (24/11).

Mardi, menerangkan saat pihaknya akan terus berupaya melakukan tracing secara berkala.

Tak hanya itu saja, Mardi juga memastikan bahwa tidak akan ada PSBL (Pembatasan Sosial Berskala Lokal) di Desa Tlekung.

“Jadi berfokus pada tracing dan akan di isolasi dari hasil test SWAB yang hasilnya positif,” katanya.

Perlu diketahui, data terakhir kasus Covid-19 pada Senin kemarin tercatat memiliki 707 kasus dengan rincian pasien positif berjumlah 88 orang, pasien sembuh 551 orang dan pasien meninggal 68 orang.

Sementara itu, Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu M Chori dan Kadinkes Kota Batu Kartika Trisulandari belum merespon ketika dikonfirmasi oleh Kabarmalang.com (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com