Connect with us

Hukrim

Modus Pemerkosaan Pencari Kerja Dinilai Licik

Diterbitkan

||

Modus Pemerkosaan Pencari Kerja Dinilai Licik
Psikolog Forensik, Dr Fathul Lubabin Nukul. (Foto : Istimewa).

 

KABARMALANG.COM – Modus pemerkosaan pencari kerja yang viral dinilai berbahaya. Sebab, psikolog menilai pelaku pemerkosaan pintar dan licik.

“Saya lihat perkara ini kompleks. Karena, pelakunya saya kira sangat pintar,” kata Psikolog Forensik, Dr Fathul Lubabin Nukul kepada Kabarmalang.com, Kamis (5/11).

Baca juga : Memperkosa dan Merampok, Pria Donomulyo Didor

Licik, karena dia memakai Facebook untuk menipu korbannya. Pintar, karena dia menyamar menjadi perempuan.

Sehingga, menurut Lubab modus pemerkosaan ini terbilang unik. Ulahnya tidak fokus pada satu tindakan kriminalitas tertentu.

“Ulahnya itu kan tidak hanya melakukan pembegalan. Tapi juga kekerasan seksual. Dan korbannya pun khusus pada perempuan,” ungkapnya.

Lubab merinci faktor yang mungkin memotivasi tersangka berbuat jahat. Bisa karena faktor ekonomi. Atau hasrat seksual yang berlebihan.

Bahkan, bisa juga akibat tekanan hidupnya sehari-hari. Semua, dilampiaskan dalam modus pemerkosaan.
“Secara psikologis, perlu kita periksa apa niat utama tersangka,” sambungnya.

Tersangka ini licik. Sehingga, pelaku kriminalitas punya potensi berbahaya. Baik kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain.

“Bisa saja, pelaku mencari korban lain untuk melampiaskan aksinya. Atau sebaliknya pelaku akan mengalami depresi. Hingga nekat melakukan bunuh diri,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dian Bambang Setyo, 28, merampok dan memperkosa. Modus pemerkosaannya memakai Facebook.

Warga Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo itu sudah memangsa tiga korban.

 

Korban Berpotensi Trauma dan Bunuh Diri

Sementara, korban tak hanya perlu pemeriksaan psikologis. Menurut pengajar UIN Maulana Malik Ibrahim, korban butuh pendampingan.

Karena, korban baru saja mengalami modus pemerkosaan yang menakutkan. Jika tak segera didampingi, maka akibatnya lebih berbahaya.

“Jika korban tidak mendapat pendampingan psikologis, akan ada trauma,” katanya.

Korban bisa merasa terasing dari lingkungannya. Serta, tidak akan mampu membangun rumah tangga secara normal.

Traumanya juga bisa dilampiaskan dengan melakukan kekerasan. Atau, dalam kasus ekstrem, korban bisa bunuh diri.

“Jika korban tidak mampu mengendalikan emosinya, bisa bunuh diri,” terang Lubab.

Secara medis, Lubab sangat merekomendasikan pemeriksaan rahim korban. Karena, kelahiran anak hanya akan menambah derita korban.

“Jika ada pembuahan. Lalu, janinnya belum bernyawa, sebaiknya digugurkan,” tutup Lubab.(im/yds)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor

Diterbitkan

||

Sales Palsukan Faktur, Gelapkan Uang Kantor
Fahrezal Anwar, tersangka penggelapan uang perusahaan modus faktur fiktif. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM Seorang sales memalsukan faktur pembelian secara kredit. Akibatnya, perusahaannya merugi karena uang tidak masuk rekening kantor.

Sales itu bernama Fahrezal Anwar, 25. Dia warga Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang.

Sampai Jumat (4/12), dia masih mendekam di Polsek Turen. Dia dilaporkan oleh perusahaannya, PT Indomarco Adi Prima Malang.

“Tersangka telah menggelapkan beberapa barang milik perusahaan. Bukti penggelapan dalam jabatan yang dilakukannya cukup kuat,” ujar Kapolsek Turen Kompol Zainul Arifin, Jumat (4/12)

Tersangka adalah salesman canvas perusahaan. Dia kesehariannya beroperasi di Desa Pagedangan, Kecamatan Turen.

Selama menjalani pekerjaan, Sang sales kerap melakukan penggelapan. Dia memanipulasi data hasil penjualan canvas sejak November.

Sehingga perusahaan mengalami kerugian cukup besar. Dia memanipulasi data pembelian kredit, supaya terbit faktur fiktif.

“Padahal, barang-barang dijual secara tunai tanpa sepengetahuan perusahaan. Uang hasil penjualan barang dipakai untuk kepentingan pribadi,” jelas Zainul.

Ulah tersangka terendus perusahaan yang melakukan audit. Setelah audit, ditemukan selisih pemasukan dan barang yang keluar.

Setelah dicek, banyak uang tidak masuk dari faktur kredit. Kecurigaan akhirnya mengarah pada tersangka Fahresal.

Perusahaan itu melaporkan sales ini ke Polsek Turen. Fahresal ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

Misalnya, dua lembar surat perjanjian kerja. Tiga lembar hasil audit kerugian perusahaan. Serta, 88 lembar faktur penjualan kredit.

Si sales dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Polisi masih menghitung kerugian yang dialami pelapor. Meski demikian, ditaksir kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Kasus penggelapan ini masih terus kami dalami. Jumlah kerugiannya saat ini masih dihitung,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar

Diterbitkan

||

Polres Batu Rampas Bibit Ganja Satu Hektar
Ungkap Kasus Narkoba Hasil Penangkapan Polres Batu Dalam Kurun 2 Bulan (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Polres Batu mampu membongkar jaringan narkotika dua bulan terakhir. 13 tersangka pun diamankan.

Beberapa barang bukti juga disita. Misalnya, daun ganja, sabu dan pil koplo. Polres Batu, juga mengamankan barang bukti penting.

Yaitu, 20 gram bibit ganja. Jika ditanam, maka bibit bisa dipakai 1 hektar lahan.

“Misalnya per bijinya ditanam beberapa centimeter. Setidaknya tanah seluas satu hektar bisa penuh,” ungkap Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo di Polres Batu, Kamis siang (3/12).

Pengungkapan bibit ganja ini membuat polisi waspada. Untungnya, bibit ganja tidak lolos dari pengungkapan.

Karena, bibit-bibit ganja ini berpotensi mengancam generasi. Catur masih akan mendalami penggunaan bibit ganja tersebut.

Selain itu, total rampasan ganja barang bukti berjumlah 2 ons. Bibit dan ganja kering dirampas dari dua tersangka.

Yaitu inisial YS, 22, dan W, 23. Keduanya merupakan warga Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu.

Keduanya adalah residivis narkotika. Mereka tertangkap saat akan transaksi. Tepatnya, 24 November, tersangka hendak mengirim pocket ganja.

Namun, mereka dibekuk oleh Satresnarkoba Polres Batu. Mereka digiring ke Mapolres Batu untuk penyidikan.

“Barang bukti lainnya berupa sabu 15,74 gram. Pil koplo sebanyak 11.000 butir,” jelasnya.

YS dan W termasuk 13 tersangka tangkapan Polres Batu. Tersangka terdiri dari 5 pengedar dan 8 pengguna.

Barang bukti sitaan setidaknya bernilai Rp 40 juta rupiah. Sejumlah 3700 orang diselamatkan dari bahaya narkoba.

“13 tersangka terbukti telah menyalahi UU Narkotika,” ujar Catur. Mereka terancam hukuman kurungan 5-15 tahun.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan

Diterbitkan

||

Kepala Dealer Gelapkan 13 Motor Perusahaan
Polresta Malang Kota, saat merilis tersangka penggelapan dan pencurian 13 unit sepeda motor (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota menciduk seorang kepala dealer. Dia menggelapkan 13 motor perusahaannya sendiri.

Tersangka adalah pria berinisial AP, 33. Dia warga Dusun Tunjungsari, Kabupaten Malang.

“November (2/11) tersangka AP melakukan perbuatan tersebut. Dengan cara menjual dua sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, kepada wartawan, di Polresta Malang Kota, Rabu (2/12).

AP adalah kepala dealer Honda PT Nusantara Surya Sakti. Lokasi dealernya di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru.

Karena inilah, dia gampang melancarkan aksinya. Leo menyebut, dua motor pertama dijual ke perusahaan lain.

“Sabtu (7/11), tersangka mengambil lagi dua unit motor dealer. Kemudian, dua unit motor digadaikan kepada Mukhlis (DPO),” jelasnya.

Aksinya berlanjut pada Minggu (8/11). Sekira pukul 10 malam, Si kepala dealer mendatangi kantornya.

Dia merusak penyimpanan kunci kontak sepeda motor. Setelah itu, dia mengambil sembilan kunci kontak.

“Tersangka membawa keluar sembilan sepeda motor tanpa sepengetahuan perusahaan,” lanjut Leo.

Sembilan sepeda motor itu diserahkan ke perusahaan lain. Sehingga, total ada 13 unit motor yang digelapkan tersangka.

“Akibatnya, dealer ini menanggung kerugian Rp 213 juta,” terangnya. Perwakilan perusahaan langsung bergerak.

AP pun dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut juga disertai rekaman CCTV perusahaan.

“Usai penyelidikan, tersangka ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Dia diamankan Jumat (19/11) pagi di Hotel Sahid Montana,” bebernya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan dua pasal. Yaitu Pasal 363 KUHP dan Pasal 374 KUHP.

“Pasal 363 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 7 tahun. Sedangkan, Pasal 374 KUHP, ancaman hukumannya maksimal penjara 5 tahun,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com