Connect with us

Gaya Hidup

Direstui Wali Kota, Bioskop Malang Masih Tutup

Diterbitkan

||

Suasana bioskop Malang saat disidak Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COMBioskop Malang dijadwalkan buka, Selasa (27/10) hari ini. Wali Kota Malang, Sutiaji juga sudah merestui.

Ini terbukti dari sidak Sutiaji sebelumnya. Izin operasional bioskop di masa pandemi Covid-19 telah dikantongi. Asalkan, memenuhi protokol kesehatan.

Baca juga : Besok, Bioskop Kota Malang Buka

Meskipun begitu, bioskop Malang terpantau tutup. Sehingga, bioskop masih sepi pengunjung.

Pantauan Kabarmalang.com, Movimax Sarinah Malang, masih tutup.

Bioskop di Sarinah Plaza, Alun-Alun belum ada pengunjung. Ini terlihat sampai siang hari.

Hal serupa terjadi di Movimax Dinoyo. Bioskop di Jalan MT Haryono Dinoyo terpantau sepi pengunjung.

Termasuk, Cinépolis Malang Town Square. Kemarin (26/10), bioskop inilah yang dikunjungi Sutiaji.

Tapi, bioskop ini masih belum beroperasi.

Di depan pintu Cinepolis, masih terpasang pengumuman. “Untuk menjaga kesehatan staff kami, kami beristirahat sejenak. Kami akan segera kembali melayani anda,” terang pengumuman itu.

Movimax Malang, mengumumkan bahwa bioskop siap beroperasi. Rabu besok, (28/10), Moviemax Malang bakal sosialisasi pembukaan bioskop.

“Moviemax Malang telah diverifikasi. Dan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Serta, kantor perfilman Indonesia telah memberikan izin penayangan film,” kata Pengelola Bioskop Moviemax Malang, Rulya Febrina DS, dalam keterangan rilisnya, Selasa (27/10).

Pemkot Malang memastikan menurunkan surat izin operasional itu. Ini sesuai instruksi dan perintah dari Wali Kota Malang. “Sudah ada perintah (Wali Kota) terkait surat yang dimaksud,” kata Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto kepada Kabarmalang.com, Selasa sore.(carep-05/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gaya Hidup

Band Pop Punk Malang Rilis Album Baru

Diterbitkan

||

Band Pop Punk asal Kota Malang, Kingkong Milkshake (Foto: istimewa)

KABARMALANG.COM – Band pop punk Kota Malang masih produktif saat pandemi. Kingkong Milkshake merilis album keduanya bertajuk Teleportasi.

Album rilisan tersebut berformat fisik dan digital. Label indie-nya adalah Zero Heroes. Album tersebut dirilis tanggal 27 November 2020.

“Album ini memiliki tema yang beragam. Mulai dari keresahan kami soal sosial media. Lalu, politik, fenomena hijrah hingga kesedihan,” ujar Sadat, vokalis Kingkong Milkshake, Sabtu (28/11).

Album tersebut dikerjakan pada tahun 2019. Awalnya, album direncanakan rilis awal 2020. Namun, tertunda pandemi sehingga rilis di penghujung tahun.

Sadat sedikit membagi tentang makna kata teleportasi. Kata itu tidak spesifik mengacu pada suatu hal. Tapi pada suatu proses perpindahan yang sangat cepat.

“Perpindahan itu tergambar dalam proses pembuatan. Serta, warna musik yang Kingkong Milshake usung,” tandasnya.

Teleportasi sendiri menjadi salah satu judul lagu. Ada sepuluh track dalam album tersebut.

“Akhirnya album ini bisa dirilis tahun ini. Semoga segala perubahan yang ada di album ini disukai” tutupnya.

Kingkong Milshake sudah bermusik sejak 2012, Band pop punk ini telah menghasilkan beberapa karya.

Antara lain, EP berjudul Melampaui Garis (2016) Lalu, single berjudul Gelap Terlupakan (2017).(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Gaya Hidup

Pameran Lukisan Warnai Tongkrongan Kafe Malang

Diterbitkan

||

Pameran Lukisan Warnai Tongkrongan Kafe Malang
Pameran karya seni bertajuk Sa'adah di Cafe Suaco (Foto: istimewa).

KABARMALANG.COM – Sejumlah 17 seniman muda Kota Malang mengadakan pameran lukisan. Eksibisi seni ini bertajuk Sa’adah. Para seniman muda independen itu berkolaborasi dengan Cafe Suaco.

Pameran lukisan mereka dipanjang di dinding-dinding kafe. Mulai dari lukisan abstrak hingga kontemporer.

“Sa’adah itu bahasa Jawa. Artinya satu tempat atau satu wadah. Acara ini mewadahi karya seni belasan seniman,” kata Tria Pamungkas, seniman pameran Sa’adah, kepada Kabarmalang.com, di Cafe Suaco, Jumat malam (27/11).

Ide pameran diawali obrolan tongkrongan kedai kopi. Dari situ muncul ide buat menggelar pameran di kafe.

“Kenapa di kafe? Agar langsung bersentuhan dengan khalayak luas terutama anak muda,” terangnya.

Tema yang diusung pameran ini bebas. Menurut Tria, hal terpenting saat ini adalah produktif di masa pandemi. Termasuk, produktif dalam berkesenian.

“Pameran ini diharap bisa membangkitkan semangat seniman. Supaya, mereka merefleksikan karyanya dan bercerita lewat karya,” jelasnya

Tria menyumbang satu karya berjudul Alvin. Karya itu bercerita soal teman sekamarnya waktu di rumah sakit.

“Waktu itu Alvin menderita leukimia. Aku gak ingat mukanya. Gak tau juga dia di mana sekarang. Itu bagian dariku mengenangnya lewat karya,” kata Tria.

Tria ingin acara seperti ini ke depannya terus ada. Acaranya bisa saja bernama lain. Asalkan, seniman bisa terus berkreasi.

Dia tidak menutup pintu berkolaborasi lintas genre seni. “Karena semua adalah seniman. Pengennya sedekat mungkin dengan masyakarat,” jelasnya.

Fahri Rasidi, CEO Cafe Suaco mengaku senang berkolaborasi. Apalagi, kolaborasinya sekarang dengan seniman muda Kota Malang.

“Belakangan Cafe Suaco membuka diri berkolaborasi dengan seniman. Kami sediakan space berkarya di sini,” ujarnya.

Fahri berharap kolaborasi seperti ini tetap terjaga. Dia mengharap bisa menampung kesenian bidang lainnya juga.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Gaya Hidup

Komunitas Minion Minitrek Malang Bergeliat

Diterbitkan

||

Komunitas Minion Minitrek Malang di depan Balai Kota Malang (Foto: istimewa).

KABARMALANG.COM – Tren bersepeda semakin hype di Kota Malang. Salah satu sepeda yang nge-tren adalah minion minitrek.

Sepeda ini berukuran kecil dengan bentuk yang unik. Komunitas pecinta minion minitrek pun ada.

Yakni Komunitas Minion Minitrek Malang. Komunitas ini dibentuk pada 12 Juli 2020.

“Awalnya warga Malang sudah tahu sepeda minion seperti apa. Hanya belum ada wadahnya. Makanya kita dirikan komunitas ini,” ujar Ferdy Ade, Ketua Komunitas Minion Minitrek Malang, kepada Kabarmalang.com, Sabtu (21/11).

Kegiatan rutin mereka adalah bersepeda. Jadwalnya, setiap hari Minggu pukul 07.30.

Tempat kumpulnya, depan Gereja Ijen. Setelah itu, mereka keliling kota mencari rute.

“Sebulan sekali, kita keliling wilayah Malang Raya lainnya. Rabu malam, kita kumpul di depan Balai Kota Malang,” tambah Ferdy.

Komunitas ini berkembang dengan jumlah 150 anggota. Info-info komunitas dibagikan lewat instagram @minion_bike_malang.

“Yang mau gabung, datang saja ke agenda rutin kita. Tidak pakai pendaftaran. Alhamdulilah kita sangat terbuka dan guyub,” terangnya.

Ferdy juga mengungkapkan uneg-uneg sebagai seorang pesepeda. Menurutnya para pesepeda belum terlalu banyak diberi jalan.

“Kita ingin disamakan dengan pengendara lain. Berhak punya jalan. Kita selalu tertib. Satu komando dan kondisikan satu baris. Kita pun menjunjung tinggi keselamatan,” bebernya.

Dia membandingkan Kota Malang dengan Yogyakarta. Kawasan Malioboro memiliki kawasan sepeda.

“Malang belum ada seperti itu. Ketika ke Mal, kita takut sepedanya hilang. Apalagi harga sepeda sekarang  mahal,” tuturnya.(fat/yds)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com